5 Faktor Ini Penentu Lama atau Tidak Perang AS-Israel vs Iran di Arab

9 hours ago 4

Jakarta, CNBC Indonesia - Perang antara Amerika Serikat (AS) dan Israel melawan Iran diperkirakan masih akan berlangsung dalam beberapa waktu ke depan. Konflik yang kini memasuki minggu kedua itu dinilai memiliki sejumlah faktor yang akan menentukan cepat atau lambatnya perang berakhir.

Guru Besar Hukum Internasional Universitas Indonesia, Hikmahanto Juwanam misalnya. Ia mengatakan terdapat lima variabel utama yang memengaruhi durasi konflik tersebut.

"Setidaknya ada lima variabel yang menentukan cepat atau lamanya perang," kata Hikmahanto kepada CNBC Indonesia, Jumat (6/3/2026).

Sebelumnya Presiden AS Donald Trump sebelumnya memprediksi konflik dapat selesai dalam empat hingga lima minggu. Namun Iran menegaskan siap menghadapi serangan selama apa pun demi mempertahankan kedaulatannya.

Menurut Hikmahanto, faktor pertama adalah stamina militer masing-masing pihak. Hal ini mencakup ketersediaan berbagai alat tempur serta kemampuan pendanaan perang.

"Stamina yang dimaksud di sini adalah seberapa banyak alat militer yang dimiliki, mulai dari rudal, drone militer, pesawat tempur hingga prajurit serta anggaran," ujarnya.

Faktor kedua adalah dukungan politik dan masyarakat di dalam negeri. Keputusan untuk melanjutkan atau menghentikan perang sangat dipengaruhi oleh seberapa kuat dukungan domestik terhadap pemerintah.

"Pihak yang memiliki kewenangan menghentikan atau melanjutkan perang sangat bergantung pada dukungan politisi dan rakyat," jelas pakar UI tersebut.

Variabel ketiga adalah potensi keterlibatan negara lain. Hikmahanto menilai konflik bisa meluas jika negara lain ikut terlibat di masing-masing kubu. Sejumlah negara Barat seperti Inggris, Prancis, dan Jerman berpotensi berada di satu sisi, sementara Rusia, China, hingga Korea Utara dapat berada di sisi lain.

Faktor keempat adalah reaksi dunia internasional. Jika perang berlangsung lama, tekanan global seperti isolasi diplomatik atau embargo terhadap pihak yang berperang bisa saja terjadi.

Selain itu, opini publik global juga dinilai semakin berpengaruh di era digital. Netizen dunia bisa melakukan berbagai hal untuk membela salah satu pihak yang berperang.

Adapun faktor terakhir adalah peran mediator internasional. Pihak ketiga dinilai dapat menjadi jalan keluar ketika pihak yang berperang mulai kelelahan atau kehilangan dukungan domestik.

"Mediator pada dasarnya menjadi penyelamat muka bagi pihak yang berperang. Mereka membutuhkan exit strategy agar penyelesaian konflik tidak dipersepsikan sebagai kekalahan," ujarnya.

Menurut Hikmahanto, kombinasi kelima faktor tersebut pada akhirnya akan menentukan apakah perang antara AS, Israel, dan Iran akan berlangsung singkat atau justru berkepanjangan.

(tfa/sef)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Kabar Sehat | Legenda | Hari Raya | Pemilu |