70% Perempuan Alami Kekerasan di Tempat Kerja, Harus Bagaimana?

9 hours ago 4

Jakarta, CNBC Indonesia - Isu kekerasan terhadap perempuan masih menjadi topik serius yang menjadi sorotan setiap peringatan International Women's Day atau Hari Perempuan Internasional yang jatuh pada 8 Maret. Kekerasan, dengan berbagai macam bentuknya, bisa dialami siapa saja dan di mana saja, termasuk di lingkungan kerja. 

Laporan International Labor Organization (ILO) pada 2022 menunjukkan darurat kekerasan di tempat kerja Indonesia, dengan 70,93% dari 1.173 responden pernah mengalaminya. Sayangnya, meski statistik tersebut sangat mengkhawatirkan, angka pelaporan resmi tetap rendah. Mayoritas korban lebih memilih diam. 

Aktivis gender yang juga Direktur Eksekutif Yayasan Pulih Livia Iskandar mengatakan rendahnya angka pelaporan ini utamanya disebabkan karena konsekuensi yang mungkin timbul, termasuk risiko kehilangan pekerjaan. 

"Dibutuhkan keberanian untuk speak up karena konsekuensinya banyak," kata Livia, dalam acara Beauty That Moves: International Women's Day, Kamis (5/3/2026). 

Meski saat ini Indonesia sudah memiliki Undang-Undang Tindak Pidana Kekerasan Seksual, Livia menyebut masih ada pekerjaan besar lainnya yakni menciptakan ruang aman sekaligus lingkungan yang mendukung demi bisa melawan dan mencegah kekerasan terhadap perempuan. 

Tips menemukan red flag di tempat kerja

Livia membagikan tips penting bagi para perempuan agar menemukan tempat kerja yang bisa menghadirkan rasa aman bagi semua. Saat tahap wawancara, kata dia, penting untuk bertanya soal kebijakan atau inisiatif perusahaan yang bertujuan mencegah kasus kekerasan di lingkungan kerja.

 International Women's Day. (Dok Ist)Foto: Beauty That Moves: International Women's Day. (Dok Ist)

Melanie Masriel, Chief of Corporate Affairs, Engagement & Sustainability L'Oréal Indonesia menambahkan bahwa kandidat bisa juga bertanya ada atau tidaknya program whistle blower. Hal itu bisa menjadi indikator serius atau tidaknya sebuah organisasi dalam menciptakan ruang aman bagi semua pekerjanya. 

Melanie melanjutkan, L'Oreal Indonesia memiliki platform Speak Up yang dibuat untuk membangun budaya melaporkan segala bentuk kekerasan, ketidakadilan, dan diskriminasi lainnya. "Kita punya SOP yang baku untuk menginvestigasi pelaporan, termasuk jika ada kekerasan seksual," kata Melanie. "Kita memastikan bahwa tempat kerja kita bebas dari kekerasan." 

Data CATAHU Komnas Perempuan 2024 mencatat 445.502 kasus Kekerasan Berbasis Gender terhadap Perempuan (KBGtP) di Indonesia sepanjang 2024, meningkat lebih dari 43.000 kasus dibanding tahun sebelumnya. Di tengah perkembangan dunia digital, kekerasan berbasis gender juga semakin marak terjadi di ruang online, memperluas risiko yang dihadapi perempuan dalam kehidupan sehari-hari.

(hsy/hsy)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Kabar Sehat | Legenda | Hari Raya | Pemilu |