Akhiri Tradisi 165 Tahun, Tanda Tangan Trump Akan Muncul di Dolar AS

7 hours ago 2

Jakarta, CNBC Indonesia - Departemen Keuangan Amerika Serikat mengumumkan uang kertas dolar AS akan memuat tanda tangan Presiden Donald Trump mulai musim panas tahun ini. Kebijakan ini menjadi yang pertama dalam sejarah, di mana presiden yang masih menjabat menandatangani mata uang resmi negara tersebut.

Perubahan ini sekaligus mengakhiri tradisi selama 165 tahun, di mana tanda tangan Bendahara AS selalu tercantum di uang kertas. Desain baru tersebut juga disiapkan dalam rangka peringatan 250 tahun kemerdekaan Amerika Serikat.

Uang kertas pecahan 100 dolar AS pertama dengan tanda tangan Trump dan Menteri Keuangan Scott Bessent dijadwalkan mulai dicetak pada Juni. Selanjutnya, pecahan lain akan menyusul dalam beberapa bulan berikutnya, meski peredarannya diperkirakan membutuhkan waktu beberapa minggu melalui sistem perbankan.

Saat ini, Departemen Keuangan masih memproduksi uang kertas dengan tanda tangan mantan Menteri Keuangan Janet Yellen dan mantan Bendahara Lynn Malerba. Malerba tercatat sebagai bendahara terakhir yang tanda tangannya menghiasi dolar AS sejak tradisi tersebut dimulai pada 1861.

Pemerintah menyebut perubahan ini sebagai bagian dari upaya memperingati tonggak sejarah nasional sekaligus mencerminkan kondisi ekonomi. Dalam pernyataannya, Bessent menilai langkah tersebut relevan dengan momentum perayaan kemerdekaan AS.

"Tidak ada cara yang lebih ampuh untuk mengenang pencapaian bersejarah negara kita yang hebat dan Presiden Donald J. Trump selain uang kertas dolar AS yang memuat namanya," ujarnya, seperti dikutip Reuters, Jumat (27/3/2026).

Lebih lanjut, ia menambahkan penerbitan uang kertas ini dinilai selaras dengan kondisi ekonomi AS yang disebut kuat dan stabil selama masa jabatan kedua Trump.

Meski demikian, upaya untuk menampilkan figur Trump pada mata uang sebelumnya sempat terbentur aturan. Undang-undang AS melarang penggambaran individu yang masih hidup pada koin, meskipun memberikan kewenangan luas kepada Departemen Keuangan untuk mengubah desain uang kertas, termasuk demi mencegah pemalsuan.

Pejabat menyatakan desain keseluruhan uang kertas tidak akan berubah, kecuali penggantian tanda tangan Bendahara dengan tanda tangan presiden. Hingga kini, contoh resmi uang kertas baru tersebut belum dirilis ke publik.

Sejumlah pihak turut menyampaikan dukungan atas kebijakan ini. Mantan Bendahara AS Jovita Carranza menyebut langkah tersebut sebagai "simbol kuat ketahanan Amerika," sementara Bendahara saat ini Brandon Beach menilai Trump sebagai arsitek kebangkitan ekonomi negara tersebut.

(tfa/luc)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Kabar Sehat | Legenda | Hari Raya | Pemilu |