Asia 'Kebakaran', Bursa Jepang dan Korea Anjlok hingga 6%

6 hours ago 2

Jakarta, CNBC Indonesia - Pasar Asia-Pasifik mengalami penurunan tajam hari ini, Senin (23/3/2026), dengan indeks utama di Jepang dan Korea Selatan turun lebih dari 5% karena investor menghindari aset berisiko di tengah meningkatnya konflik di Timur Tengah yang telah memasuki minggu keempat.

Presiden Donald Trump mengatakan pada Sabtu lalu bahwa ia akan "menghancurkan" pembangkit listrik Iran jika Teheran gagal membuka kembali sepenuhnya Selat Hormuz - jalur vital untuk aliran energi global - dalam waktu 48 jam.

Iran membalas, mengancam akan menargetkan infrastruktur energi dan fasilitas desalinasi di Teluk jika AS melaksanakan ultimatumnya.

Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf mengatakan pada hari Sabtu bahwa serangan terhadap pembangkit listrik negara itu akan "segera" dibalas dengan serangan balasan terhadap infrastruktur energi dan minyak di seluruh wilayah tersebut.

"Infrastruktur penting dan infrastruktur energi dan minyak di seluruh wilayah akan dianggap sebagai target yang sah dan akan dihancurkan secara permanen, dan harga minyak akan naik untuk waktu yang lama," kata Ghalibaf di X, dikutip CNBC Internasional, Senin (23/3/2026).

Pada hari Minggu, Ghalibaf memperluas ancaman tersebut kepada pemegang obligasi pemerintah AS, memperingatkan entitas keuangan yang membeli obligasi pemerintah Amerika dan "membiayai anggaran militer AS" akan dianggap sebagai target yang sah, bersama dengan pangkalan militer.

Harga minyak mentah sebagian besar stabil pada jam perdagangan awal Senin. Minyak mentah Brent turun 0,25% menjadi US$ 111,97 per barel pagi ini. Minyak mentah West Texas Intermediate AS turun 0,6% menjadi US$ 97,64 per barel.

Selisih antara Brent dan WTI melebihi US$ 14 per barel, perbedaan harga paling tajam antara patokan untuk minyak mentah AS dan internasional dalam beberapa tahun terakhir.

Kesenjangan yang semakin lebar itu mungkin mengindikasikan "puncak intensitas krisis minyak ini," kata Chris Verrone, kepala ahli strategi pasar di Strategas Research, kepada CNBC "Squawk Box Asia" pada hari Senin (23/3/2026).

Harga minyak mentah Brent yang tinggi kemungkinan akan mendorong para pedagang untuk memperhitungkan konflik yang lebih lama, tambahnya.

Indeks Nikkei 225 Jepang turun hampir 5%, memperluas kerugian dari sesi sebelumnya, sementara indeks Topix yang lebih luas turun 4,4%. Indeks saham unggulan Korea Selatan, Kospi, anjlok lebih dari 6%, dan indeks saham berkapitalisasi kecil Kosdaq turun hampir 5%. Bursa Korea sempat menangguhkan perdagangan setelah indeks berjangka Kospi 200 turun lebih dari 5%.

Indeks S&P/ASX 200 Australia turun 2,4%. Indeks Hang Seng Hong Kong dan CSI 300 daratan Tiongkok turun hampir 2% pada pembukaan. Semalam di AS, harga saham berjangka sedikit berubah. Indeks Dow Jones Industrial Average datar dan S&P 500 turun 0,1% sementara harga saham berjangka Nasdaq Composite turun 0,2%.

(haa/haa)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Kabar Sehat | Legenda | Hari Raya | Pemilu |