Jakarta, CNBC Indonesia - Bank Indonesia (BI) merespons eskalasi konflik di timur tengah dan pengaruhnya di pasar keuangan global. BI menyatakan akan terus memantau perkembangan pasar dan menjaga stabilitas nilai tukar rupiah.
Sementara itu, Utang Nasional Amerika Serikat (AS) terus membengkak. Berdasarkan data yang Dirilis U.S. Congress Joint Economic Committee, posisi utang negeri paman sam naik menjadi US$ 38,56 triliun atau sekitar Rp 648,47 Kuadriliun (Asumsi kurs Rp 16.817) per 4 Februari 2026.
Selengkapnya dalam program Evening Up CNBC Indonesia (Senin, 02/03/2026) berikut ini.
Add
source on Google

9 hours ago
5















































