Jakarta, CNBC Indonesia - Pemerintah telah memutuskan untuk memberlakukan kewajiban pencampuran biodiesel 50% atau B50 pada bahan bakar Solar mulai 1 Juli 2026.
Sebagai persiapan, pemerintah telah melakukan uji coba jalan pada berbagai jenis kendaraan, termasuk truk dan bus besar merek Mercedes-Benz serta UD Trucks asal Jepang.
Direktur Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM Eniya Listiani Dewi menyampaikan bahwa hasil uji jalan tersebut sudah sesuai dengan target yang ditetapkan. Hal ini menunjukkan bahwa kendaraan yang diuji mampu menggunakan bahan bakar B50 dengan baik.
Selain itu, hasil uji ini juga menunjukkan bahwa B50 memiliki kinerja yang andal, aman digunakan, dan kompatibel dengan teknologi yang ada saat ini serta tidak ada kendala yang signifikan.
Saat ini pihaknya terus mematangkan kesiapan infrastruktur distribusi dan pasokan bahan baku. Tujuannya agar seluruh sarana pendukung sudah siap saat kebijakan B50 resmi dilaksanakan pada jadwal yang telah ditentukan.
"Insya Allah sesuai dengan arahan bisa 1 Juli, (2026)" katanya di Stasiun Blending dan Pengisian Bahan Bakar Uji Jalan B50, Lembang, Selasa (21/4/2026).
"Semua sektor B50, jadi tidak ada yang 40 terus 50 begitu itu infrastrukturnya malah kesusahan sehingga mulainya serentak. Semua sektor di Indonesia," tambahnya.
Dia menjelaskan, uji jalan B50 ini sudah dimulai dari uji laboratorium sejak awal 2025. Lalu, dilanjutkan dengan uji penggunaan B50 pada mesin diesel yang dimulai serentak sejak Desember 2025 di sejumlah sektor pengguna yaitu sektor otomotif, angkutan laut, mesin dan alat pertanian, mesin dan alat berat tambang, kereta api dan pembangkit, di mana, sektor otomotif menjadi salah satu fokus utama untuk memastikan kesiapan implementasi B50, termasuk melalui uji jalan pada kondisi operasional sehari-hari.
"Awal 2025 kita sudah melakukan uji teknis laboratorium dan sudah selesai di pertengahan tahun lalu. Lalu kita memang sudah melakukan kick off dan serentak uji di 6 sektor. Jadi otomotif, tambang, alat pertanian, kelautan, lalu pembangkit, satu lagi kereta. Nah itu serentak dilakukan mulai tanggal 9 Desember 2025," jelasnya.
Ia menambahkan bahwa seluruh proses uji dilakukan secara bertahap dan terukur, termasuk mencakup berbagai tipe kendaraan dan kondisi operasional, guna memastikan standar teknis, keandalan dan keselamatan tetap terjaga.
Setelah menyelesaikan uji jalan, kendaraan akan dicek secara menyeluruh untuk melihat kinerja dan dampak bahan bakar B50 terhadap mesin kendaraan.
"Bulan Mei nanti semua (kendaraan) sektor otomotif untuk di bawah 3,5 ton mencapai target 50.000 km. Setelah selesai 50.000 km, nanti ada pengecekan semua engine (uji mesin). Untuk kendaraan di atas 3,5 ton sudah selesai memenuhi target jarak tempuh 40.000 km," paparnya.
Hingga April 2026, hasil sementara uji jalan menunjukkan bahwa penggunaan B50 pada kendaraan diesel berada dalam kondisi aman dan tidak ditemukan adanya kendala yang signifikan.
Uji jalan kendaraan kategori di atas 3,5 ton seluruhnya telah selesai melaksanakan target jarak tempuh 40.000 km, sedangkan untuk di bawah 3,5 ton baru sampai 40.000 km dari target 50.000 km dengan kondisi mesin dan filter bahan bakar dalam kategori baik serta masih berada dalam batas standar yang direkomendasikan pabrikan.
Dia menyebut, terdapat sembilan unit kendaraan yang terdiri dari empat unit kendaraan penumpang di bawah 3,5 ton dan lima unit kendaraan di atas 3,5 ton.
Selain pabrikan asal Jepang, pengujian B50 juga melibatkan merek asal Eropa untuk kategori bus dan truk besar seperti Mercedes-Benz dan UD Trucks.
"Bus sama truk besarnya ya, UD Trucks, itu Mercedes. Jadi ini Eropa juga baru turut dan juga beda dengan yang B40 dulu ini lebih banyak kendaraannya yang ikut. Tadi 9 unit untuk sektor otomotif," paparnya.
Selain kendaraan jalan raya, pengujian menyasar sektor pertanian dengan berbagai jenis traktor roda dua, traktor tangan, hingga traktor roda empat. Sektor maritim juga mulai melakukan uji berlayar langsung menggunakan mesin kapal, sementara sektor pertambangan melibatkan dua perusahaan besar di Samarinda.
"Lalu yang satu lagi yang tambang, tambang itu dua perusahaan ya yang mengikuti. Jadi yang sudah saya tinjau yang ada di PT HPU Samarinda, lalu yang lain masih berlanjut. Lalu untuk yang berikutnya kita ke kapal maritim, kapal laut ini juga baru pertama uji langsung di kapal sendiri," imbuhnya.
Ditambah, sektor perkeretaapian juga akan menyusul pengujian dengan rute jarak jauh lintas provinsi menggunakan rute Yogyakarta hingga Jakarta, sementara pengujian genset dilakukan untuk sektor pembangkitan.
Pemerintah memproyeksikan hasil akhir dari seluruh rangkaian uji coba ini akan memberikan gambaran mengenai ketahanan mesin terhadap bahan bakar nabati tingkat tinggi.
"Yang kereta minggu depan, minggu depan kita jalankan menggunakan rute dari Yogya ke Pasar Senen dari Stasiun Lempuyangan ke Pasar Senen itu nanti terus menerus. Lalu tadi genset, gensetnya di situ juga. Satu lagi lokomotif dari Gambir ke Pasar Turi," tandasnya.
Berdasarkan data Kementerian ESDM, implementasi program B50 yang ditargetkan mulai Juli 2026 tersebut diproyeksikan mampu menghemat devisa negara hingga Rp 157,28 triliun. Selain aspek ekonomi, kebijakan tersebut juga diharapkan dapat menambah lapangan kerja nasional dengan target penyerapan lebih dari 2,2 juta orang tenaga kerja.
Dari sisi lingkungan, penggunaan B50 ditargetkan mampu menurunkan emisi gas rumah kaca sebesar 46,72 juta ton CO2 pada tahun 2026. Adapun, hingga pertengahan April 2026, realisasi penyaluran biodiesel nasional sendiri telah mencapai 3,90 juta kilo liter atau sekitar 24,9% dari total alokasi awal tahun sebesar 15,65 juta kilo liter.
Secara teknis, spesifikasi B50 ditingkatkan untuk menjaga performa mesin, di antaranya dengan menekan kadar air menjadi maksimal 300 ppm dan monogliserida maksimal 0,47% massa. Stabilitas oksidasi juga diperkuat menjadi minimal 900 menit untuk menjamin kualitas bahan bakar tetap prima selama masa penyimpanan dan distribusi di berbagai wilayah.
Pemerintah menargetkan seluruh rangkaian uji coba di sektor otomotif rampung pada Juni 2026, sementara sektor strategis lainnya seperti alat berat dan perkeretaapian akan selesai bertahap hingga akhir tahun. Dengan hasil uji sementara yang menunjukkan performa andal dan aman, B50 siap memperkuat kemandirian energi nasional.
(wia)
Addsource on Google

5 hours ago
2
















































