Bolehkah Bayar Zakat Fitrah di Awal Ramadan? Simak, Jangan Sampai Keliru!

2 hours ago 1

loading...

Dalam pandangan mazhab Syafi’i , membagi pembayaran zakat fitrah ke dalam lima waktu, waktu mubah, waktu makruh, waktu wajib, waktu: sunnah dan waktu haram. Foto ilustrasi/ist

Bolehkah membayar zakat fitrah di awal bulan Ramadan? Bagaimana hukum dan dalilnya menurut syariat? Hakikatnya, zakat fitrah memiliki dimensi sosial yang sangat kuat.

Zakat fitrah mengandung banyak hikmah dari segi waktu pelaksanaannya, materi zakatnya, orang yang terkena kewajiban, dan mereka yang berhak menerimanya. Muhammad bin Qasim Al-Ghazi dalam kitab "Fathul Qarib" menjelaskan, ada tiga kondisi yang membuat orang wajib membayar zakat.

Pertama, beragama Islam.

Kedua, menjumpai waktu wajibnya zakat, yakni akhir bagian dari Ramadan dan awal bagian dari Syawal. Orang yang meninggal sebelum masuk 1 Syawal tak wajib zakat fitrah, begitu pula bayi yang lahir setelah habis bulan Ramadan. Ketiga, memiliki makanan pokok yang melebihi dari kebutuhannya dan keluarganya pada saat hari raya atau malamnya.

Meski wajib mengeluarkan zakat, tak semua wajib menanggung sendiri beban kewajiban itu. Si A yang bertanggung jawab atas nafkah si B, wajib mengeluarkan zakat untuk si B.

Misalnya, seorang ayah wajib menanggung zakat fitrah anak-anak yang menjadi tanggungan nafkahnya.

Baca juga: Puasa Itu, Rahasia antara Kita dan Allah SWT Saja!

Ibnu Abbas RA meriwayatkan hadis perihal zakat fitrah terutama berkenaan dengan hikmah dan batas waktu pembayarannya.

عن ابن عباس: فرض رسول الله صلّى الله عليه وسلم زكاة الفطر طُهْرةً للصائم من اللغو والرَّفَث، وطُعْمةً للمساكين، فمَنْ أدَّاها قبل الصلاة فهي زكاةٌ مقبولةٌ، ومَنْ أدَّاها بعد الصلاة فهي صدقةٌ من الصَّدَقات رواه أبو داود وابن ماجة وصححه الحاكم

Artinya, “Dari sahabat Ibnu Abbas RA, Rasulullah SAW mewajibkan zakat fitri sebagai penyucian bagi orang yang berpuasa dari ucapan sia-sia dan ucapan keji, dan sebagai sarana memberikan makanan bagi orang miskin. Siapa saja yang membayarnya sebelum salat Ied, maka ia adalah zakat yang diterima. Tetapi siapa saja yang membayarnya setelah salat Ied, maka ia terhidup sedekah sunnah biasa,” (HR Abu Dawud dan Ibnu Majah).

Read Entire Article
Kabar Sehat | Legenda | Hari Raya | Pemilu |