Bos Gaikindo Ungkap Biang Kerok Penjualan Mobil RI Turun 7% di 2025

3 hours ago 3

Jakarta, CNBC Indonesia - Pasar mobil nasional sepanjang 2025 mencatat kontradiksi yang cukup tajam. Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) mencatat total penjualan mobil dari pabrikan ke diler (wholesales) 2025 mencapai 803.687 unit. Angka tersebut turun 7,2% dibandingkan capaian 2024 yang masih berada di level 865.723 unit.

Ketua Gaikindo, Jongkie D. Sugiarto mengungkapkan turunnya angka penjualan kendaraan di Indonesia disebabkan karena turunnya daya beli hingga masuknya merek-merek baru khususnya mobil listrik asal China.

"Tahun lalu dibanding 2024 kami turun 7% jumlah penjualan 803 ribu unit semua merek jenis dan sebagainya. Ini dikarenakan daya beli menurun, tapi diiringi masuknya merek baru dan juga banyak mobil listrik yang baru masuk dengan harga yang sangat terjangkau," ungkap Jongkie di acara CNBC Indonesia Economic Outlook 2026 di Hotel Kempinski, Jakarta, Selasa (10/2/2026).

Untungnya, kata Jongkie penjualan mobil meningkat di akhir tahun. Sebab, warga RI ramai-ramai memborong mobil listrik karena pemberian subsidi berupa penghapusan PPN 10% berakhir pada tahun 2025 lalu.

Calon pembeli melihat mobil baru di Showroom Suzuki di Kawasan Gading Serpong, Tangerang Selatan, Selasa (16/2/2021). Pemerintah memutuskan untuk memberikan insentif Pajak Penjualan Barang Mewah (PPnBM) atau pajak 0%. Insentif tersebut terbagi menjadi tiga tahap yang akan dievaluasi per tiga bulan. (CNBC Indonesia/Andrean Kristianto)Foto: Calon pembeli melihat mobil baru di Showroom Suzuki di Kawasan Gading Serpong, Tangerang Selatan, Selasa (16/2/2021). Pemerintah memutuskan untuk memberikan insentif Pajak Penjualan Barang Mewah (PPnBM) atau pajak 0%. Insentif tersebut terbagi menjadi tiga tahap yang akan dievaluasi per tiga bulan. (CNBC Indonesia/Andrean Kristianto)
Calon pembeli melihat mobil baru di Showroom Suzuki di Kawasan Gading Serpong, Tangerang Selatan, Selasa (16/2/2021). Pemerintah memutuskan untuk memberikan insentif Pajak Penjualan Barang Mewah (PPnBM) atau pajak 0%. Insentif tersebut terbagi menjadi tiga tahap yang akan dievaluasi per tiga bulan. (CNBC Indonesia/Andrean Kristianto)

"Ini jadi salah satu boost di akhir tahun, akhir Desember kenaikannya luar biasa dikarenakan PMK 12 yang hentikan subsidi PPN 10% di tahun 2025 sehingga orang berlomba-lomba beli. Ini karena ada itu, kalau tidak mungkin kita lebih dari 7% penurunannya," bebernya.

Pada 2026 ini, Gaikindo hanya menargetkan penjualan sebesar 850 ribu unit atau naik 5%. Jongkie menunggu langkah kongkret apa yang akan dilakukan pemerintah untuk meningkatkan daya beli masyarakat Indonesia untuk membeli mobil.

"Di 2026 ini kita proyeksi 850 ribu diabnding 2025, jadi naik 5% aja. kami sebenarnya optimis tapi juga realistis, karena kita belum tahu ada insentif atau ngga karena faktor harga itu dominan, dan mobil itu luxury, jadi orang mau beli online kan jarang sekali, di dunia lain kan banyak yang online. Jadi wajar lah kalau mobil tergolong luxury," bebernya.

(wur/wur)
[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Kabar Sehat | Legenda | Hari Raya | Pemilu |