China Membangun Replika Kapal Perang AS hingga Kantor Presiden Taiwan untuk Target Rudal

19 hours ago 7

loading...

Rangkaian citra satelit menunjukkan China telah membangun replika kapal perang AS hingga kantor presiden Taiwan untuk target serangan rudal. Foto/Vantor/Telegraph

BEIJING - Sebuah rangkaian citra satelit mengungkap bahwa China telah membangun replika terbaru kapal perang Amerika Serikat (AS) untuk target uji coba rudal. Tak hanya itu, replika jet tempur, pangkalan Angkatan Laut, dan kantor presiden Taiwan juga dibangun untuk tujuan yang sama.

Citra satelit tersebut telah dianalisis oleh The Telegraph. Menurut analisis tersebut, Beijing telah menggunakan model-model itu untuk menguji rudal jarak jauh dan sistem artificial intelligence (AI) baru yang terus bertambah seiring persiapannya untuk mengambil kendali Taiwan—prioritas utama Presiden Xi Jinping.

Baca Juga: Kapal Induk Nuklir George Washington AS Unjuk Kekuatan di Laut China Selatan

"Keakuratan replika tersebut menandakan fokus yang sangat spesifik pada musuh potensial daripada pembangunan kemampuan umum," kata Damien Symon, seorang peneliti geo-intelijen di perusahaan analisis AI; The Intel Lab, yang pertama kali mengidentifikasi beberapa model maritim yang dibangun China.

Meskipun tidak diketahui apakah AS akan secara resmi membela Taiwan, sebagian besar pakar setuju bahwa Washington kemungkinan akan turun tangan. Tanpa dukungan Amerika, Taiwan akan kesulitan untuk tetap otonom.

Tentara Pembebasan Rakyat (PLA) China membangun model skala penuh kantor presiden Taiwan dan gedung-gedung pemerintahan utama Taipei agar para prajuritnya dapat berlatih menyerbu ibu kota Taiwan dalam pengaturan yang paling realistis.

"Pada dasarnya mereka menciptakan replika untuk memberi mereka kemampuan untuk bermanuver di sana dalam operasi pelatihan seolah-olah mereka berada di Taipei," kata Sean O'Connor, analis citra satelit utama di perusahaan pertahanan Janes, sebagaimana dikutip dari Business Insider, Selasa (28/7/2026).

Citra satelit tahun lalu menunjukkan bahwa China telah membangun terowongan sepanjang 280 km yang menghubungkan berbagai replika gedung pemerintahan Taiwan untuk mempersiapkan skenario di mana para pemimpin negara tersebut mencoba melarikan diri di bawah tanah.

Meskipun bukan hal yang aneh bagi negara-negara untuk berlatih dengan skenario dan musuh tertentu dalam pikiran, Monty Khanna, mantan laksamana muda di Angkatan Laut India, mengatakan bahwa skala pelatihan yang dilakukan China "belum pernah terjadi sebelumnya."

Citra satelit tersebut menunjukkan betapa luasnya pelatihan China.

Rangkaian citra satelit berikutnya mengungkapkan maket Pangkalan Angkatan Laut Yokosuka—pangkalan Angkatan Laut terbesar Amerika di Jepang dan yang hampir pasti akan digunakan jika terjadi keadaan darurat di Taiwan.

AS memiliki lebih dari 55.000 tentara yang ditempatkan di Jepang—jumlah terbesar di luar AS—sebagai bagian dari perjanjian keamanan antara kedua negara.

Para pakar sebelumnya mengatakan kepada The Telegraph bahwa pasukan AS, terutama di Jepang selatan, akan menjadi "ujung tombak" dalam respons AS terhadap invasi China.

Read Entire Article
Kabar Sehat | Legenda | Hari Raya | Pemilu |