Dipakai Saat Krisis, Perang dan Bencana: Ini Sejarah Cadangan Minyak AS

4 hours ago 4

Kanthi Malikhah,  CNBC Indonesia

12 March 2026 12:35

Jakarta, CNBC Indonesia Amerika Serikat (AS) akan melepas 172 juta barel minyak dari Strategic Petroleum Reserve (SPR) atau cadangan minyak strategisnya, menurut Menteri Energi Chris Wright. Rencana ini diambil setelah ada lonjakan harga bensin.

Harga bensin di Amerika Serikat telah naik menjadi sekitar US$3,58 per galon secara rata-rata, setelah perang dengan Iran memicu gangguan besar pada pasokan minyak global.

Selain AS, International Energy Agency (IEA) pada Rabu (11/3/2026) sepakat untuk melepaskan 400 juta barel minyak guna mengatasi gangguan pasokan tersebut.

Langkah ini merupakan bagian dari rencana bersama negara-negara anggota International Energy Agency (IEA) yang mempertimbangkan pelepasan cadangan minyak darurat guna menstabilkan pasar energi global.

Pelepasan minyak akan dimulai minggu depan dan diperkirakan memerlukan waktu sekitar 120 hari hingga seluruh volume terkirim. Presiden Donald Trump sebelumnya menyatakan kebijakan tersebut bertujuan menurunkan harga energi.

"Kita akan melakukan itu, lalu kita akan mengisinya," kata Trump dalam wawancara dengan stasiun penyiaran Cincinnati, WKRC.

"Saya sudah mengisinya sekali, dan saya akan mengisinya lagi, tetapi saat ini kita akan sedikit menguranginya, dan itu akan menurunkan harga," imbuhnya.

Stok Minyak Amerika Serikat

Harga bensin di AS kini naik menjadi sekitar US$3,58 per galon, sekitar 22% lebih tinggi dibandingkan sebulan lalu yang berada di kisaran US$2,94.

Saat ini cadangan minyak AS tercatat sekitar 415 juta barel, atau sekitar 58% dari kapasitas resmi 714 juta barel. Wright mengatakan pemerintahan Trump berencana mengganti minyak yang dilepas dengan 200 juta barel dalam satu tahun ke depan tanpa membebani pembayar pajak.

Di tengah kebijakan pelepasan cadangan tersebut, pergerakan stok minyak Amerika Serikat menjadi perhatian pasar energi. Perkembangan cadangan tersebut tercermin dalam data stok minyak mingguan Amerika Serikat, baik pada stok komersial (di luar SPR) maupun cadangan minyak strategis pemerintah (SPR).

Data Weekly U.S. Ending Stocks excluding SPR of Crude Oil menunjukkan bahwa stok minyak mentah komersial AS (di luar cadangan strategis/SPR) cenderung mengalami tren meningkat.

Pada 2026, stok minyak mentah berfluktuasi namun menunjukkan tren meningkat menjelang awal Maret. Stok tercatat 419,06 juta barel pada 2 Januari 2026, lalu sempat naik turun sepanjang Januari-Februari, sebelum meningkat hingga 443,1 juta barel pada 6 Maret 2026, yang menjadi level tertinggi dalam periode tersebut.

Selain itu, stok minyak mentah AS dalam Strategic Petroleum Reserve (SPR) relatif stabil dengan kenaikan sangat tipis.

Cadangan tercatat 413,46 juta barel pada 2 Januari 2026 dan secara bertahap meningkat hingga 415,44 juta barel pada 6 Maret 2026. Pergerakan yang relatif datar ini menunjukkan tidak adanya perubahan besar pada cadangan strategis pemerintah AS selama periode tersebut.

Kapan Saja Cadangan Dikeluarkan?

Cadangan minyak strategis Amerika Serikat atau Strategic Petroleum Reserve (SPR) digunakan sebagai alat darurat oleh Presiden ketika terjadi gangguan besar pasokan minyak yang dapat mengancam ekonomi AS. Sepanjang sejarah, SPR pernah dilepas dalam beberapa krisis besar:

  • 2022
    Perang Rusia-Ukraina: AS bersama negara anggota International Energy Agency (IEA) melepas total 180 juta barel untuk menstabilkan pasar minyak global yang terganggu akibat perang.

  • 2011
    Krisis Libya: AS dan IEA melepas sekitar 30,6 juta barel untuk mengatasi gangguan pasokan dari Libya dan Timur Tengah.

  • 2005
    Badai Katrina: Kerusakan besar pada fasilitas minyak di Teluk Meksiko memicu pelepasan sekitar 11 juta barel (total respons AS sekitar 20,8 juta barel termasuk pinjaman minyak).

  • 1991
     Perang Teluk (Operation Desert Storm): AS melepas sekitar 17,3 juta barel untuk menenangkan pasar minyak global saat perang melawan Irak.

Secara umum, pelepasan minyak dari SPR dilakukan untuk menstabilkan harga dan menjaga pasokan energi global saat terjadi krisis geopolitik atau bencana besar.

(mae/mae)

Add as a preferred
source on Google
Read Entire Article
Kabar Sehat | Legenda | Hari Raya | Pemilu |