loading...
Ekonomi Amerika Serikat (AS) secara mengejutkan mengalami perlambatan signifikan pada kuartal kedua tahun 2026. Foto/Dok
JAKARTA - Ekonomi Amerika Serikat (AS) secara mengejutkan mengalami perlambatan signifikan pada kuartal kedua tahun 2026. Departemen Perdagangan AS melaporkan bahwa produk domestik bruto (PDB) Negeri Paman Sam -julukan AS- hanya tumbuh di tingkat tahunan sebesar 1,5% pada periode April hingga Juni 2026.
Raihan tersebut meleset jauh dari prediksi analis yang memproyeksikan pertumbuhan bertahan di level 2%. Capaian ini menandai penurunan dari kuartal pertama yang mencatatkan pertumbuhan 2,1%, di tengah tekanan ganda akibat kecamuk perang versus Iran serta guncangan tarif impor .
Misteri Konsumsi Warga: Harga Bahan Pokok & Bensin Naik, Belanja Tetap Melesat
Meskipun laju ekonomi melambat akibat penurunan belanja pemerintah, investasi, dan nilai ekspor, sektor konsumsi rumah tangga -yang menopang lebih dari dua pertiga perekonomian AS- justru menunjukkan daya tahan luar biasa.
Baca Juga: 60 Negara Resmi Kena Tarif Impor Baru Trump, Ini Dampaknya ke Dompet Warga AS
Pengeluaran konsumen melonjak ke angka 3,2% pada kuartal terakhir, naik drastis dari 0,5% di awal tahun. Meskipun inflasi harga konsumen mencapai 3,5% hingga Juni, masyarakat AS tetap agresif berbelanja barang otomotif (terutama truk ringan), furnitur, hingga obat-obatan resep.
"Data pertumbuhan ini sejatinya mengecilkan kekuatan asli perekonomian AS. Rumah tangga Amerika terbukti mampu mengabaikan (shrug off) tekanan anggaran akibat melambungnya harga bahan bakar," pangkas Bradley Saunders, Ekonom Kuzut Amerika dari Capital Economics.


















































