Geger Netanyahu Ternyata Idap Kanker, Dirahasiakan dari Publik

4 hours ago 2

Jakarta, CNBC Indonesia - Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu secara mengejutkan mengumumkan bahwa dirinya telah menjalani perawatan untuk penyakit kanker prostat stadium awal setelah sempat merahasiakan kondisi medisnya tersebut selama dua bulan di tengah berkecamuknya perang dengan Iran.

Kabar mengenai kondisi kesehatan sang pemimpin Israel tersebut terungkap berdasarkan laporan medis tahunan yang diterbitkan pada hari Jumat, (24/04/2026). Dalam laporan itu disebutkan bahwa tumor ditemukan pada tahap yang sangat awal tanpa adanya penyebaran atau metastasis, dan saat ini masalah kesehatan tersebut diklaim telah ditangani sepenuhnya secara medis.

Kepala Onkologi Rumah Sakit Hadassah, Aharon Popovtser memberikan konfirmasi mengenai keberhasilan prosedur yang dijalani oleh orang nomor satu di Israel tersebut melalui hasil pemeriksaan klinis terbaru. Mengutip Russia Today, Popovtser memberikan pernyataan resmi mengenai kondisi terkini sang pasien.

"Pencitraan lanjutan dan tes darah menunjukkan bahwa penyakit tersebut telah hilang," ujar Popovtser dalam keterangannya.

Netanyahu sendiri akhirnya buka suara mengenai alasan di balik keputusannya untuk tidak langsung membeberkan kondisi kesehatannya ke hadapan publik secara transparan. Ia mengaku sengaja meminta agar informasi tersebut ditahan agar tidak dirilis saat tensi geopolitik dengan Iran sedang mencapai titik didih.

"Saya meminta informasi tersebut ditahan dari publik agar tidak dirilis di puncak perang melawan Iran dan memicu lebih banyak propaganda palsu terhadap Israel," ungkap Netanyahu menjelaskan alasannya.

Pemimpin berusia 76 tahun tersebut menegaskan bahwa tim dokter telah memberitahunya bahwa kondisi tersebut tergolong ringan dan umum terjadi pada pria seusianya. Menurut pengakuan Netanyahu, dokter memberikan pilihan untuk terus memantaunya atau segera melakukan tindakan pengobatan saat itu juga.

Netanyahu kemudian membeberkan prinsip pribadinya dalam menghadapi ancaman, baik dalam urusan negara maupun kesehatan pribadi melalui sebuah unggahan di platform media sosial X. Ia merasa perlu menjelaskan sikap tegasnya tersebut kepada masyarakat luas.

"Anda sudah mengenalku. Ketika saya diberikan informasi tepat waktu tentang potensi bahaya, saya ingin segera mengatasinya. Ini berlaku di tingkat nasional dan juga di tingkat pribadi," tulis Netanyahu dalam unggahannya.

Sebelum diagnosis terbaru ini, pemimpin Israel tersebut tercatat pernah menjalani operasi untuk pembesaran prostat jinak pada tahun 2024 dan sejak itu berada di bawah pemantauan rutin. Selama masa pemantauan rutin itulah tim medis akhirnya menemukan keberadaan tumor tersebut.

Meskipun laporan medis terbaru menunjukkan ia dalam kondisi kesehatan yang baik secara keseluruhan, namun kantor perdana menteri tidak merinci kapan tepatnya prosedur perawatan kanker tersebut dilakukan. Pengungkapan ini sekaligus menjawab spekulasi berminggu-minggu mengenai hilangnya Netanyahu dari beberapa rapat kabinet keamanan berturut-turut pada fase awal perang.

Bahkan pada bulan Maret lalu, ia sempat merilis video yang dianggap aneh saat mengunjungi sebuah kafe di Yerusalem untuk menepis rumor. Hal itu dilakukan dalam upaya nyata untuk membantah isu yang menyebutkan bahwa video penampilan publiknya baru-baru ini adalah hasil rekayasa kecerdasan buatan atau AI.

(haa/haa)

Add logo_svg as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Kabar Sehat | Legenda | Hari Raya | Pemilu |