Harta, Tahta-Keluarga, Mana Terpenting Bagi Warga AS, Inggris, Jerman?

11 hours ago 2

Emanuella Bungasmara Ega Tirta,  CNBC Indonesia

17 February 2026 18:30

Jakarta, CNBC Indonesia- Keluarga masih menjadi jangkar utama dalam kehidupan masyarakat Barat. Survei yang dirilis Visual Capitalist, melansir dari Statista Consumer Insights, memperlihatkan, mayoritas responden di Amerika Serikat, Inggris, dan Jerman menempatkan kehidupan keluarga sebagai prioritas tertinggi dalam hidup mereka pada 2026.

Lebih dari 1.000 responden di masing-masing negara diminta memilih tiga nilai paling penting dalam hidup.

Inggris berada di posisi tertinggi dengan 51% responden memilih keluarga sebagai prioritas utama. Jerman menyusul 43%, sementara Amerika Serikat 42%. Kesehatan berada tepat di bawahnya. Di Jerman, 49% responden memilih kesehatan sebagai nilai terpenting, tertinggi di antara tiga negara. Inggris mencatat 44%, sedangkan Amerika 40%.

Struktur prioritas ini memberi gambaran stabilitas sosial yang relatif mapan. Ketika kebutuhan dasar relatif terpenuhi, orientasi publik bergerak ke ranah domestik dan keberlanjutan hidup. Negara dengan sistem jaminan sosial kuat seperti Jerman memperlihatkan konsentrasi tinggi pada kesehatan dan keamanan.

Sebanyak 30% warga Jerman memasukkan faktor keamanan sebagai prioritas, dan 27% memilih kebebasan atau kemandirian. Ada preferensi terhadap stabilitas dan kepastian.

Amerika Serikat bergerak ke arah berbeda. Sebanyak 26% responden memasukkan faktor menghasilkan uang dalam tiga besar nilai hidup mereka, sedikit lebih tinggi dibanding Inggris yang 25%. Di AS, 24% responden memilih pertumbuhan pribadi dan 21% memasukkan iman atau spiritualitas. Kategori ini tidak masuk daftar atas di Inggris maupun Jerman. Pola ini memperlihatkan orientasi yang lebih individual dan kompetitif, sejalan dengan struktur ekonomi yang lebih fleksibel serta budaya kerja yang agresif.

Inggris memiliki karakter tersendiri. Sebanyak 24% responden Inggris memasukkan keseimbangan kerja dan kehidupan sebagai prioritas utama. Angka ini tidak muncul sebagai pilihan dominan di dua negara lainnya. Tekanan biaya hidup dan dinamika pasar tenaga kerja Inggris dalam beberapa tahun terakhir mendorong masyarakat lebih selektif dalam mengatur waktu dan energi. Fokusnya bergeser ke pengelolaan kualitas hidup sehari-hari.

Karena responden dapat memilih lebih dari satu jawaban, total persentase tidak mencapai 100%. Namun pola besar tetap jelas: keluarga dan kesehatan berada di lapisan atas, sementara nilai lanjutan mengikuti struktur sosial dan ekonomi masing-masing negara.

Produk, layanan, dan kampanye publik yang menekankan stabilitas keluarga serta kesehatan akan lebih mudah diterima lintas negara. Di Jerman, isu keamanan dan proteksi sosial memiliki daya resonansi kuat. Di Amerika, narasi pertumbuhan diri dan mobilitas ekonomi lebih efektif. Di Inggris, strategi yang memberi ruang fleksibilitas kerja berpotensi menarik perhatian publik.

Peta nilai ini memperlihatkan arah psikologi kolektif masyarakat maju pada 2026. Saat tekanan global meningkat, masyarakat tetap kembali pada lingkar terdekat: keluarga dan kesehatan.

CNBC Indonesia Research

(emb/emb)

Read Entire Article
Kabar Sehat | Legenda | Hari Raya | Pemilu |