Jakarta, CNBC Indonesia - Bursa saham Amerika Serikat (AS) Wall Street pesta pora pada perdagangan Jumat (17/4/2026).
Saham melonjak tajam setelah Iran menyatakan Selat Hormuz sepenuhnya terbuka, menyusul pengumuman gencatan senjata antara Israel dan Lebanon.
Indeks S&P 500 Index naik 1,2% dan ditutup di 7.126,06, menembus level 7.100 untuk pertama kalinya dalam sejarah.
Indeks Nasdaq Composite menguat 1,52% ke 24.468,48, mencatat kenaikan hari ke-13 berturut-turut dan menjadi reli terpanjang sejak 1992 atau 34 tahun terakhir. Kedua indeks mencetak rekor intraday maupun penutupan baru.
Dow Jones Industrial Average melonjak 868,71 poin atau 1,79% ke 49.447,43. Russell 2000 juga mencetak rekor baru, dengan kenaikan lebih dari 2%.
Dalam unggahan di X pada Jumat, Menteri Luar Negeri Iran Seyed Abbas Araghchi menulis:
"Sejalan dengan gencatan senjata di Lebanon, jalur bagi seluruh kapal komersial melalui Selat Hormuz dinyatakan sepenuhnya terbuka selama sisa masa gencatan senjata, melalui rute terkoordinasi sebagaimana telah diumumkan oleh Organisasi Pelabuhan dan Maritim Republik Islam Iran.", Seperti ikutip dari CNBC International.
Presiden AS Donald Trump pada Kamis mengatakan para pemimpin Israel dan Lebanon telah menyepakati gencatan senjata 10 hari yang mulai berlaku pukul 17.00 waktu AS Timur hari itu.
Harga minyak anjlok setelah pengumuman Iran karena kekhawatiran gangguan pasokan mereda. Kontrak berjangka minyak West Texas Intermediate turun hampir 12% menjadi US$83,85 per barel, sementara minyak Brent Crude turun 9% menjadi US$90,38 per barel.
Harapan akan tercapainya perdamaian mendorong saham mencetak rekor sepanjang pekan ini. Tiga indeks utama Wall Street semuanya mencatat kenaikan solid. Dow naik 3,2% dalam sepekan, S&P 500 naik 4,5%, dan Nasdaq melonjak 6,8%.
Trump, yang berterima kasih kepada Iran atas pembukaan selat tersebut lewat unggahan di Truth Social, juga mengatakan Iran setuju untuk tidak pernah menutup jalur pelayaran itu lagi. Dalam unggahan terpisah, ia menyebut blokade Angkatan Laut AS terhadap pelabuhan Iran akan "TETAP BERLAKU SEPENUHNYA" hingga tercapai kesepakatan damai dengan Teheran.
Namun, pembukaan Selat Hormuz bisa saja terbatas. Kantor berita Iran Tasnim melaporkan kapal dan kargo yang terkait dengan negara-negara bermusuhan tidak akan diizinkan melintas. Tasnim juga menyebut selat akan ditutup kembali jika blokade AS tetap berlanjut.
Masih belum jelas apakah kapal-kapal akan dikenakan biaya tol untuk melintasi jalur air tersebut.
Saham sektor-sektor yang rentan terhadap penutupan Selat Hormuz, seperti perusahaan kapal pesiar dan maskapai penerbangan, ikut rebound. Saham Boeing naik 2%, sementara Royal Caribbean melonjak 7%. Saham Amazon dan Airbnb juga menguat.
Investor kini disebut mulai melihat melewati konflik ini.
"Saya pikir pasar telah menarik kembali skenario terburuk, dan melihat jalur bagi AS dan Iran untuk mengakhiri konflik serta menjaga Selat Hormuz tetap terbuka. Selama itu masih menjadi skenario paling mungkin, pasar akan mendiskontokannya." kata Anthony Saglimbene, kepala strategi pasar di Ameriprise Financial.
Trump juga mengatakan pada Kamis bahwa perang dengan Iran seharusnya segera berakhir.
Dia menyampaikan pernyataan itu dalam acara di Las Vegas dan menggambarkan konflik tersebut sebagai sesuatu yang berjalan sangat baik.
Sebelumnya pekan ini, ia juga mengatakan perang sangat dekat dengan akhir dan Iran sangat ingin membuat kesepakatan.
Saglimbene menambahkan bagian termudah dari reli ini kemungkinan sudah berlalu. Ke depan, terutama untuk sektor teknologi dan kelompok 'Magnificent Seven',
"Kita perlu melihat laba perusahaan tidak hanya memenuhi ekspektasi analis, tetapi juga prospek ke depan yang kuat."ujarnya.
(mae/mae)
Addsource on Google

6 hours ago
3
















































