Jakarta, CNBC Indonesia — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup turun 0,61% ke level 7.048,22 pada perdagangan Selasa (31/03).
Pelemahan terjadi di tengah dominasi tekanan jual, meski sejumlah saham seperti INDF, MBMA, dan AMRT mencatat penguatan signifikan sebagai penopang pergerakan indeks. Sebaliknya, saham BREN, BYAN, dan BRMS menjadi pemberat utama.
Aksi investor asing tercatat masih membayangi pasar, dengan nilai jual bersih mencapai Rp1,17 triliun di pasar reguler dan Rp1,28 triliun di seluruh pasar.
Secara sektoral, mayoritas sektor bergerak di zona merah, di mana sektor transportasi mencatat penurunan terdalam sebesar 4,60%. Di sisi lain, sektor barang konsumsi non-primer menjadi satu-satunya yang mencatat penguatan paling tinggi sebesar 1,48%.
Berbeda dengan pasar domestik, bursa saham Amerika Serikat ditutup menguat. Indeks Dow Jones naik 2,49% ke level 46.341, disusul S&P 500 yang menguat 2,91% ke 6.528, serta Nasdaq yang melonjak 3,83% ke 21.590.
Penguatan ini dipicu pernyataan Presiden AS Donald Trump terkait rencana penarikan militer AS dari Iran dalam waktu 2–3 minggu, baik melalui kesepakatan damai maupun tanpa kesepakatan. Sentimen tersebut turut mendorong kenaikan ETF berbasis Indonesia, EIDO, sebesar 2,13%.
Namun demikian, pelaku pasar masih mencermati ketidakpastian dari kebijakan tersebut, terutama setelah adanya indikasi penambahan pasukan dan alutsista AS di kawasan Timur Tengah, termasuk rencana pengiriman kapal induk USS George H. W. Bush. Kondisi ini turut menekan Indeks MSCI Indonesia yang terkoreksi 0,47%.
Dari sisi kebijakan domestik, pemerintah berencana mulai menerapkan program Biodiesel 50 (B50) pada 1 Juli mendatang sebagai bagian dari upaya efisiensi energi.
Kebijakan ini diperkirakan dapat menekan beban subsidi bahan bakar hingga Rp48 triliun serta mengurangi konsumsi BBM fosil sekitar 4 juta kiloliter dalam satu tahun. Implementasi ini dinilai dapat memberikan dampak positif bagi emiten sektor perkebunan kelapa sawit, khususnya yang memiliki eksposur kuat di lini hulu.
Sementara itu, PT Bank Mega Tbk (MEGA) mengumumkan rencana pembagian dividen sebesar Rp2 triliun untuk tahun buku 2025, meningkat dibandingkan realisasi tahun sebelumnya sebesar Rp1,05 triliun.
Nilai dividen per saham diperkirakan mencapai Rp171,95, naik dari Rp89,64 pada tahun sebelumnya, dengan rasio pembayaran dividen berpotensi meningkat menjadi 60% dari sebelumnya 31,28%.
Selain keputusan pembagian dividen, Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) juga menyetujui penyisihan laba sebesar Rp35,10 juta sebagai dana cadangan sesuai ketentuan perundang-undangan. Tak hanya itu, perseroan juga mengesahkan pembagian saham bonus yang berasal dari agio saham dengan total nilai mencapai Rp5,87 triliun.
Rekomendasi Saham Hari Ini dari Mega Capital Sekuritas
-
BWPT - Buy 125-127 | TP 132-138 | SL 119
[Gambas:Produk Investasi by Investasiku]
-
ARCI - Buy 1365-1375 | TP 1400-1445 | SL 1290
[Gambas:Produk Investasi by Investasiku]
-
BKSL - Buy 109-112 | TP 115-119 | SL 104
[Gambas:Produk Investasi by Investasiku]
-
MBMA - Buy 715-725 | TP 750-770 | SL 680
[Gambas:Produk Investasi by Investasiku]
-
ERAA - Buy 374-378 | TP 388-394 | SL 360
[Gambas:Produk Investasi by Investasiku]
Segala analisis dan rekomendasi saham dalam artikel ini bersifat informatif sekaligus bukan merupakan ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu. Keputusan berinvestasi sepenuhnya berada di tangan masing-masing investor sesuai dengan profil risiko dan tujuan keuangan pribadi. Selamat berinvestasi secara bijak.(ayh/ayh)
Addsource on Google

3 hours ago
2
















































