loading...
Hikmah Nuzulul Quran, yang diperingati setiap 17 Ramadan, adalah momentum penting bagi umat Islam untuk mengenang turunnya wahyu pertama dan menjadikan Al-Quran sebagai pedoman utama hidup. Foto ilustrasi/ist
Hikmah Nuzulul Quran , yang diperingati setiap 17 Ramadan, adalah momentum penting bagi umat Islam untuk mengenang turunnya wahyu pertama dan menjadikan Al-Quran sebagai pedoman utama hidup. Lantas apa saja hikmah peristiwa agung Nuzulul Quran ini?
KH Ahmad Kosasih MAg, Pimpinan Dewan Syariah Daarul Qur'an menjelaskan, Al-Quran diturunkan setidaknya melalui dua proses besar.
Pertama, Al-Qur'an diturunkan dari Lauhul Mahfudz ke Baitul Izzah (Langit Dunia). Al-Qur'an turut menjelaskan peristiwa ini.
Dalam kajian Al-Qur'an, sejumlah ulama menjelaskan bahwa proses ini ditandai dengan kata anzala (انزل) yang artinya turun secara sekaligus. Allah berfirman dalam Al-Qur'an:
اِنَّآ اَنْزَلْنٰهُ فِيْ لَيْلَةِ الْقَدْرِ
Artinya: "Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al-Qur'an) pada malam Qadar." (QS. Al-Qadr/97: 1)
Kedua, Al-Qur'an diturunkan dari Baitul Izzah kepada Nabi Muhammad SAW. Hal ini ditandai dengan kata Nazzala (نزّل) dalam al-Qur’an yang artinya turun secara berangsur-angsur. Dalam ayat lain, Allah berfirman:
نَزَّلَ عَلَيْكَ الْكِتٰبَ بِالْحَقِّ مُصَدِّقًا لِّمَا بَيْنَ يَدَيْهِ وَاَنْزَلَ التَّوْرٰىةَ وَالْاِنْجِيْلَۙ
Artinya: "Dia menurunkan Kitab (Al-Qur'an) kepadamu (Muhammad) yang mengandung kebenaran, membenarkan (kitab-kitab) sebelumnya, dan menurunkan Taurat dan Injil." (QS. Ali-Imran/3: 3)
Baca juga: Mentadaburi Al Quran Lebih Utama dari Berdoa, Begini Penjelasannya
Jadi, Al-Qur'an turun dalam dua fase: dari Lauhul Mahfudz ke Baitul Izzah. Kemudian dari Baitul Izzah kepada Nabi Muhammad SAW. melalui perantara malaikat Jibril.

















































