Jangan Dianggap Remeh, Cuan Bisnis Pepaya Tembus Rp 300 Triliun!

3 hours ago 3

Kanthi Malikhah,  CNBC Indonesia

24 April 2026 16:21

Jakarta, CNBC Indonesia - Pepaya kini memiliki nilai pasar mencapai US$ 14,2 miliar pada 2024 dan diproyeksikan tumbuh hingga US$ 22,41 miliar atau sekitar Rp 385,45 triliun pada 2033.

Industri ini berkembang berkat kombinasi tren kesehatan global, inovasi produk, dan integrasi rantai pasok yang semakin canggih.

Di balik pertumbuhan tersebut, pepaya kini tidak hanya diperdagangkan sebagai buah segar, tetapi juga sebagai bahan baku industri makanan, farmasi, hingga kosmetik.

Asia Pasifik Dominasi, Negara Maju Dorong Premiumisasi

Asia Pasifik menjadi pusat dominasi pasar pepaya global, didukung oleh kondisi iklim tropis, pengalaman budidaya, serta sistem rantai pasok yang terintegrasi.

Kawasan ini tidak hanya unggul sebagai produsen, tetapi juga berkembang sebagai pusat konsumsi dan ekspor. Sementara itu, negara maju menunjukkan karakter pasar yang berbeda.

Perbedaan ini mencerminkan struktur pasar global yang terfragmentasi: Asia sebagai basis produksi, sementara negara maju menjadi pasar bernilai tinggi dengan standar ketat.

Hilirisasi Menjadi Kunci Utama

Transformasi terbesar dalam industri pepaya terjadi pada pergeseran dari pasar buah segar ke produk olahan. Produk seperti puree, dried fruit, hingga ekstrak papain kini menjadi pendorong utama nilai tambah.

Papain, enzim yang dihasilkan dari pepaya, memiliki fungsi luas di sektor farmasi, makanan, dan kosmetik. Hal ini menjadikan pepaya bagian dari rantai industri bioaktif bernilai tinggi.

Selain itu, pengolahan juga menjadi solusi atas tingginya tingkat kerusakan (perishability). Buah yang tidak memenuhi standar pasar segar tetap dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku industri, sehingga mengurangi limbah sekaligus meningkatkan efisiensi.

Meski begitu, masih terdapat risiko yang muncul seperti penyakit tanaman dan perubahan iklim. Sifat pepaya yang mudah rusak turut mendorong kebutuhan infrastruktur cold chain yang mahal.

Untuk mengatasi hal tersebut, pelaku industri mulai mengandalkan teknologi, termasuk kecerdasan buatan (AI), untuk meningkatkan akurasi prediksi panen, efisiensi logistik, dan pengelolaan kualitas.

Arah Baru: Keberlanjutan dan Rantai Pasok Modern

Ke depan, keberlanjutan menjadi faktor kunci dalam perdagangan pepaya global. Praktik seperti regenerative agriculture, efisiensi penggunaan air, dan digital traceability mulai menjadi standar baru yang dituntut oleh pasar internasional.

PepayaFoto: Dok: BRI

Bersamaan dengan itu, kekuatan utama industri tidak lagi hanya terletak pada produksi, tetapi pada kemampuan mengelola rantai pasok secara efisien, mulai dari panen hingga distribusi.

Dengan kata lain, daya saing tidak lagi ditentukan oleh siapa yang bisa memproduksi paling banyak, tetapi oleh siapa yang mampu menghadirkan produk secara konsisten, berkualitas, dan bernilai tambah tinggi.

5 Negara Penghasil Pepaya Terbesar Dunia

Sejumlah negara mampu memproduksi pepaya dalam jumlah besar, termasuk Indonesia. Berikut ini adalah lima negara produsen pepaya terbesar di dunia, menurut data tahun 2023-2024 dari Organisasi Pangan dan Pertanian (FAO) dan World Population Review.

1. India

India memproduksi merupakan produsen pepaya terbesar di dunia. Di sana, Pepaya ditanam secara luas di berbagai negara bagian India, terutama Andhra Pradesh, Gujarat, Maharashtra, dan Karnataka. Dengan iklim tropis dan subtropis, India memiliki kondisi ideal untuk menopang produksi papaya yang tinggi sepanjang tahun.

Varietas umum yang ditanam di India meliputi Pusa Delicious, Coorg Honeydew, dan Red Lady. Dalam setahun, India mencatatkan skala produksi lebih dari 5,5 juta ton pepaya.

Produksi besar ini menempatkan India jauh di depan negara lain dalam produksi papaya global. Papaya adalah buah sepanjang tahun di India, didukung oleh irigasi teratur, benih hibrida yang ditingkatkan, dan praktik pertanian organik.

Karena manfaat kesehatannya, termasuk vitamin A dan C serta antioksidan, pepaya telah menjadi favorit dalam diet yang sadar kesehatan. Pepaya merupakan bagian penting dari banyak diet India dan sering dikonsumsi mentah atau matang.

2. Republik Dominika

Republik Dominika menempati peringkat kedua dalam produksi papaya global, dengan skala produksi 1,28 juta ton.

Negara ini memanfaatkan iklim tropis dan terus memperluas budidaya papaya untuk konsumsi lokal dan ekspor. Sebagian besar produksinya ditujukan untuk pasar buah segar di Amerika Utara dan Eropa.

3.Meksiko

Meksiko memproduksi sekitar 1,13 juta ton papaya setiap tahun. Negara ini merupakan eksportir utama papaya, terutama ke Amerika Serikat. Varietas Maradol adalah yang paling banyak ditanam di Meksiko yang dikenal karena dagingnya yang berwarna oranye cerah dan ukurannya yang besar.

4. Brasil

Brasil memproduksi lebih dari 1,1 juta ton papaya setiap tahun. Wilayah tenggara, seperti Bahia dan Espírito Santo, merupakan zona utama penanaman papaya. Papaya adalah buah pokok di Brasil dan dikonsumsi setiap hari dalam bentuk jus, dessert, dan hidangan segar.

5. Indonesia

Indonesia memproduksi kurang lebih 1 juta ton papaya setiap tahun. Sebagian besar pepaya dibudidayakan oleh petani kecil secara tumpangsari atau di lahan campuran dengan tanaman lain. Jenis pepaya populer di pasar lokal di antaranya adalah California, Bangkok, dan Hawaiian Red.

Selain lima negara tersebut, negara-negara seperti Meksiko, Filipina, Thailand, dan Vietnam juga memproduksi pepaya dalam jumlah besar. Negara-negara ini ikut berkontribusi pada pasokan global melalui pasar ekspor.

Produksi di Indonesia

Pepaya tumbuh optimal di wilayah tropis lembap dengan ketinggian 0-700 mdpl, suhu 22-30°C, sehingga sangat cocok dibudidayakan secara massal di Indonesia. Selain itu, tanaman ini tergolong cepat panen. Pepaya dapat mulai berbuah 6-9 bulan setelah tanam.

Semua faktor tersebut mendorong besarnya skala produksi pepaya di Indonesia.

Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2023, Indonesia memproduksi sebanyak 1.238.692 ton pepaya dalam kurun waktu setahun saja. Jawa Timur merupakan provinsi dengan skala produksi pepaya terbesar, yaitu 349.998 ribu ton.

Masih dari provinsi di Pulau Jawa, angka ini selanjutnya diikuti oleh Jawa Tengah dengan besaran produksi 125.866 ton pada 2023. Peringkat ketiga ditempati oleh Nusa Tenggara Timur yang memproduksi sebanyak 116.321 ton.

Dengan penggemar pepaya yang cukup banyak di dalam negeri, produksi pepaya Indonesia lebih banyak melayani permintaan lokal dibanding dengan permintaan ekspor.



(mae/mae)

Add logo_svg as a preferred
source on Google
Read Entire Article
Kabar Sehat | Legenda | Hari Raya | Pemilu |