Jakarta, CNBC Indonesia - Prancis mengonfirmasi satu kasus hantavirus baru. Pasien adalah seorang wanita penumpang kapal pesiar MV Hondius yang baru saja meninggalkan pelayaran tersebut pada akhir pekan ini, kata Menteri Kesehatan Prancis Stéphanie Rist, seperti dikutip dari Euronews.
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) hingga saat ini telah mengonfirmasi enam kasus hantavirus yang terkait dengan wabah di kapal pesiar MV Hondius, tiga di antaranya meninggal dunia. WHO memperingatkan potensi kasus tambahan karena virus tersebut memiliki masa inkubasi hingga enam minggu.
Selama konferensi pers, ahli epidemiologi penyakit menular WHO, Maria Van Kerkhove, berusaha membedakan wabah ini dari awal pandemi COVID-19.
"Saya ingin menegaskan di sini. Ini bukan SARS-CoV-2. Ini bukan awal dari pandemi COVID. Ini adalah wabah yang kita lihat di kapal," katanya. Van Kerkhove menjelaskan bahwa hantavirus tidak menyebar dengan cara yang sama seperti virus corona, tetapi lebih melalui "kontak dekat dan intim".
Kapal MV Hondius sendiri telah tiba di pelabuhan pesisir Spanyol Granadilla de Abona di Tenerife pada Minggu (10/5). Dari sana, para penumpang dipindahkan ke negara asal mereka masing-masing, di mana mereka akan menjalani tes medis dan karantina.
Amerika Serikat mengumumkan pada Senin (11/5) bahwa satu penumpang saat ini mengalami gejala ringan dan penumpang lain dinyatakan positif ringan oleh tes PCR untuk virus Andes.
WHO sedang menyelidiki kemungkinan penularan dari manusia ke manusia, sesuatu yang dianggap sangat jarang terjadi. Lembaga tersebut menduga bahwa orang pertama yang terinfeksi kemungkinan tertular virus sebelum naik kapal.
Kasus yang terkait dengan penularan hantavirus di kapal MV Hondius juga telah dikonfirmasi di Swiss, sementara otoritas kesehatan di Afrika Selatan dan Swiss telah mengidentifikasi strain yang mampu menyebar antar manusia dalam kasus-kasus langka.
(hsy/hsy)
Addsource on Google

2 hours ago
3

















































