Kemlu Update WNI di Perang AS-Iran: Ribuan Pulang, 720 Masih Tertahan

7 hours ago 6

Jakarta, CNBC Indonesia - Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI terus memantau kondisi warga negara Indonesia (WNI) di Iran dan kawasan Timur Tengah di tengah eskalasi konflik pasca serangan Amerika Serikat (AS) dan Israel sejak akhir Februari lalu.

Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Perlindungan WNI Kemlu RI, Heni Hamidah, mengungkapkan hingga saat ini pemerintah telah memfasilitasi pemulangan mandiri sebanyak 2.285 WNI dari kawasan tersebut.

"Hingga saat ini perwakilan RI di Timur Tengah telah memfasilitasi proses repatriasi mandiri WNI sebanyak 2.285 orang dan jumlah ini di luar dari WNI jemaah umroh yang dipulangkan," ujar Heni dalam konferensi pers, Rabu (8/4/2026).

Selain itu, Kemlu juga telah memfasilitasi pemulangan tiga jenazah prajurit TNI yang gugur saat menjalankan misi perdamaian UNIFIL di Lebanon. Meski demikian, masih terdapat 720 WNI yang tertahan di sejumlah wilayah Timur Tengah akibat gangguan penerbangan.

"Saat ini terdapat 720 WNI yang tertahan karena disrupsi penerbangan dan sudah dalam penanganan untuk menunggu penerbangan ke Tanah Air," jelasnya.

Khusus di Iran, jumlah WNI yang tercatat masih berada di wilayah tersebut mencapai 281 orang. Dari jumlah itu, sebanyak 35 orang merupakan anak buah kapal (ABK) yang berada di kapal-kapal di pesisir Iran.

Kemlu melalui KBRI Tehran terus melakukan komunikasi intensif dengan para WNI, baik yang menetap maupun non-residen, guna memastikan kondisi mereka tetap aman.

Pemerintah juga tengah mempersiapkan skema evakuasi lanjutan bagi WNI yang ingin kembali ke Tanah Air. Namun, pelaksanaannya akan sangat bergantung pada situasi keamanan di lapangan.

"Rencana evakuasi terus disesuaikan dengan kondisi terkini, termasuk memastikan pergerakan WNI dilakukan melalui rute yang aman, baik menuju titik kumpul maupun ke negara tujuan evakuasi," tutup Heni.

(sef/sef) [Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Kabar Sehat | Legenda | Hari Raya | Pemilu |