Mengapa Setelah Mengakhirkan Sahur, Ada Perintah Menyegerakan Berbuka Puasa?

3 hours ago 2

loading...

Dalam Islam, menyegerakan berbuka puasa adalah sunnah Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam karena ada banya kebaikan di sana. Foto ilustrasi/ist

Dalam melaksanakan puasa di Bulan Ramadan , Rasulullah Shallallahu Alaihi Wassalam menganjurkan untuk mengakhirkan sahur dan menyegerakan berbuka puasa. Mengapa demikian? Apa alasannya?

Dalam Islam, menyegerakan berbuka puasa adalah sunnah Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam karena ada banya kebaikan di sana.

Menurut Ustaz Ahmad Zainuddin Lc dalam kajian Islam 'Sifat Puasa Nabi' di jaringan kanal muslim Rodja menjelaskan, Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam senantiasa berbuka puasa sebelum salat. (HR. Imam Ahmad dan Imam Abu Dawud dari sahabat Anas bin Malik Radhiyallahu ‘Anhu dengan sanad yang hasan).

Berikut uraian ceramahnya;

Syaikh Abdur Razaq telah meriwayatkan dalam Mushannaf dengan sanad yang dishahihkan oleh Al-Hafidz dalam Fathul Bari dan al-Haitsami dalam Majma’ Zawaid 3/154 dari Amr bin Maimun Al-Audi.

كَانَ أَصْحَابُ مُحَمَّدٍ صَلَّى اللَّه عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَسْرَعَ النَّاسِ إِفْطَارًاوَأَبْطَاءَ هُمْ سَحُورًا

“Para sahabat Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam adalah orang-orang yang paling bersegera dalam berbuka dan paling akhir dalam sahur.”

Baca juga: Imam Nawawi: Sahur Memiliki Keberkahan Dunia dan Akhirat

Menyegerakan berbuka juga termasuk daripada akhlaknya para Nabi. Dari Abu Darda’ Radhiyallahu ‘Anhu : “Tiga perkara yang merupakan akhlak para Nabi : menyegerakan berbuka, mengakhirkan sahur dan meletakkan tangan di atas tangan kiri dalam salat.” (HR. Thabrani)

Dan ketika berbuka, Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam memerintahkan untuk berbuka puasa dengan ruthab (kurma yang masih basah). Kalau seandainya tidak ada kurma, maka hendaknya berbuka dengan air. Ini termasuk kesempurnaan kasih sayang Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam terhadap umatnya.

Read Entire Article
Kabar Sehat | Legenda | Hari Raya | Pemilu |