Jakarta, CNBC Indonesia - Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) memastikan seluruh produksi minyak mentah dari perusahaan asal Amerika Serikat (AS) yakni ExxonMobil di Indonesia, yakni Blok Cepu, Bojonegoro, Jawa Timur sepenuhnya dipasok untuk kebutuhan dalam negeri.
Hal itu tidak lain untuk memperkuat ketahanan energi nasional di tengah gejolak perang global.
Kepala SKK Migas Djoko Siswanto mengatakan bahwa pihaknya mendorong Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) tersebut untuk tidak lagi mengekspor produksi minyaknya. Ia menjelaskan bahwa hal itu membuat penyerapan minyak mentah oleh kilang domestik meningkat dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya.
"Alhamdulillah yang untuk Exxon Mobil bagian KKKS-nya sudah 100% diolah dalam negeri bisa," ujar Djoko saat ditemui di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, dikutip Rabu (8/4/2026).
Peningkatan penyerapan pasokan minyak mentah ke kilang domestik tersebut menjadi respon pemerintah terhadap situasi geopolitik yang sedang memanas. Berkat kebijakan tersebut, hampir seluruh produksi atau lifting minyak mentah nasional kini mengalir ke kilang-kilang di dalam negeri.
"Membaik dong, membaik. 98,2% kalau nggak salah," tuturnya.
Selain ExxonMobil, SKK Migas juga berupaya menahan ekspor dari produsen lain seperti MedcoEnergi. Meskipun tidak ada larangan ekspor resmi pada tahun ini, pemerintah memilih cara negosiasi dengan menggunakan klausul khusus untuk menunda pengiriman ke luar negeri apabila pasokan minyak sedang sangat dibutuhkan oleh negara.
"Medco tinggal nunggu surat dari bapak menteri. Saya sebenarnya sudah kirim surat bahwa kontrak ekspornya dia kita apa di dalam klausul kontraknya Medco dengan pembeli luar itu apabila pemerintah membutuhkan maka ini bisa ditunda pengiriman tahun berikutnya," jelasnya.
Perihal harga jual minyak mentah ke pasar domestik, Djoko menyebutkan bahwa Pertamina selaku pihak pembeli akan melakukan negosiasi langsung agar tetap ekonomis. Pembelian minyak dari dalam negeri ini dinilai jauh lebih menguntungkan bagi Pertamina dibandingkan harus berburu pasokan dari pasar global yang harganya sedang melambung tinggi.
"Negosiasi. Medco minta no gain no loss artinya ketika dia harga di kontraknya berapa misalnya ICP plus 1-2 dolar ya Pertamina juga 1-2 dolar. Ketimbang beli di market kan sekarang lebih mahal. Harga di market berapa sekarang 100? Kontraknya misalnya ICP cuma plus 2 dolar, lebih untung mana?," tandasnya.
(pgr/pgr)
[Gambas:Video CNBC]

3 hours ago
3















































