Mojtaba Jadi Pemimpin Tertinggi Iran, Trump: Dia Harus Dapat Persetujuan AS, Jika Tidak...

6 hours ago 2

loading...

Ayatollah Seyed Mojtaba Hosseini Khamenei ditunjuk sebagai pemimpin tertinggi baru Iran menggantikan ayahnya, Ayatollah Ali Khamenei. Foto/Tasnim News

TEHERAN - Mojtaba Khamenei, putra almarhum Ayatollah Ali Khamenei, telah ditunjuk sebagai pemimpin tertinggi Iran yang baru. Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump langsung meremehkannya.

Ali Khamenei memimpin Iran dari tahun 1989 hingga kematiannya selama gelombang pertama serangan Amerika Serikat (AS)-Israel di Teheran pada 28 Februari.

Baca Juga: Ditunjuk sebagai Pemimpin Tertinggi Iran, Mojtaba Khamenei Jadi Target Pembunuhan Israel

Majelis Pakar Iran, yang bertugas menyeleksi dan memilih pemimpin tertinggi, mengumumkan pada hari Minggu bahwa Mojtaba Khamenei telah dipilih setelah pertimbangan yang tepat dan menyeluruh.

“Dalam sesi luar biasa hari ini, Majelis Pakar, dengan suara menentukan dari para anggotanya, memilih dan memperkenalkan Ayatollah Seyed Mojtaba Hosseini Khamenei sebagai pemimpin ketiga dari sistem suci Republik Islam Iran,” kata majelis tersebut dalam sebuah pernyataan.

“Sebagai penutup...(Majelis) menyerukan kepada rakyat Iran yang mulia, khususnya para elite dan intelektual seminari dan universitas, untuk bersumpah setia kepada kepemimpinan dan menjaga persatuan di sekitar poros penjagaan,” lanjut pernyataan tersebut.

Lahir pada tahun 1969, Mojtaba adalah anak kedua dari enam anak Ali Khamenei. Sebagai seorang pemuda, dia berjuang sebagai sukarelawan selama Perang Iran-Irak pada tahun 1980-an dan kemudian belajar agama di Qom, salah satu kota tersuci di Iran dan pusat utama teologi Syiah.

Saudari Mojtaba dan beberapa kerabat lainnya tewas dalam serangan udara yang sama yang menewaskan ayahnya. Media Israel melaporkan bahwa Mojtaba sendiri terluka dalam serangan tersebut.

Read Entire Article
Kabar Sehat | Legenda | Hari Raya | Pemilu |