Negara Kaya Ini Terancam Hancur Karena Data Ekonominya Amburadul

5 hours ago 3

Amalia Zahira,  CNBC Indonesia

08 May 2026 12:00

Jakarta, CNBC Indonesia - Menurunnya partisipasi masyarakat dan "campur tangan" pemerintah dalam survei pemerintah Amerika Serikat (AS) mulai menimbulkan kekhawatiran serius terhadap kualitas data ekonomi.

Di Amerika Serikat, tingkat respon terhadap survei seperti Current Population Survey dan Consumer Expenditure Survey terus merosot dalam satu dekade terakhir.

Padahal, data-data ini menjadi fondasi utama dalam pengambilan keputusan bisnis, investasi, hingga kebijakan publik. Ketika kualitas statistik resmi melemah, kinerja ekonomi bisa terguncang secara nyata.

Partisipasi Survei Turun, Kualitas Data Terancam

Dalam beberapa tahun terakhir, semakin banyak masyarakat yang enggan berpartisipasi dalam survei pemerintah.

Ketika jumlah responden berkurang, akurasi data ikut tergerus. Akibatnya, pelaku usaha dan investor menghadapi ketidakpastian yang lebih besar dalam mengambil keputusan.

Statistik Andal Bernilai Tinggi bagi Ekonomi

Sebuah makalah kerja terbaru dari Nicholas Bloom dari Stanford University, Erica Groshen-mantan kepala Bureau of Labor Statistics (BLS) yang kini berada di Cornell University-serta Duncan Hobbs dan Michael Strain dari lembaga pemikir American Enterprise Institute mencoba memperkirakannya.

Penelitian  Bloom bersama timnya menunjukkan bahwa statistik resmi yang andal memiliki nilai ekonomi yang sangat besar.

Mereka memperkirakan bahwa setiap US$1 yang dibelanjakan untuk lembaga seperti Bureau of Labor Statistics (BLS) dapat menghasilkan manfaat ekonomi hingga US$25.

BLS sendiri memiliki anggaran tahunan sekitar US$700 juta dan bertanggung jawab atas berbagai data krusial, mulai dari pasar tenaga kerja hingga inflasi. Temuan ini menegaskan bahwa setiap uang yang digunakan dalam proyek data pemerintah itu bukan biaya, tapi investasi.

Ketika Kepercayaan Runtuh, Dampaknya Langsung Terasa

Salah satu contoh nyata terjadi pada Agustus 2025, ketika Donald Trump memecat kepala BLS, Erika McEntarfer, setelah lembaga tersebut merevisi data ketenagakerjaan secara signifikan.

Trump menuduh BLS mengeluarkan hasil survey untuk membuat partai dan dirinya terlihat buruk. Tuduhan tanpa bukti tersebut memicu lonjakan tajam dalam ketidakpastian ekonomi.

Indeks Economic Policy Uncertainty (EPU) yang mengukur seberapa sering media membahas "ketidakpastian ekonomi" tercatat melonjak sejak kejadian pemecatan tersebut. Selain EPU, dampak pemecatan McEntarfer turut terlihat di berbagai indikator.

Faktanya, justru pemecatan sewenang-wenang itulah yang dipandang buruk oleh banyak pengamat. Dalam tujuh hari setelah kejadian tersebut, rata-rata indeks Economic Policy Uncertainty (EPU) melonjak 50% dibandingkan pekan sebelumnya. Indeks ini melacak jumlah artikel di surat kabar AS yang membahas ketidakpastian kebijakan ekonomi setiap hari.

Lonjakan tersebut terlihat sangat signifikan, bahkan dibandingkan kekacauan akibat perang dagang Trump pada April 2025 maupun konflik militernya dengan Iran dalam dua bulan terakhir.

Berdasarkan studi sebelumnya yang dilakukan oleh Mr Bloom bersama sejumlah rekannya mengenai dampak EPU terhadap investasi bisnis, produksi industri, dan ketenagakerjaan, para penulis memperkirakan lonjakan ketidakpastian tersebut mengurangi PDB AS lebih dari US$100 miliar (0,3%) dan memangkas jumlah pekerjaan non-pertanian (non-farm payrolls) sebanyak 168.000 pekerjaan (0,1%)

Meski pemecatan ini berdampak besar, lonjakan ketidakpastian ekonomi juga dipicu oleh pengunduran diri pejabat Federal Reserve pada hari yang sama.

Kasus di Amerika tersebut menegaskan betapa pentingnya statistik yang kredibel sebagai fondasi penting ekonomi. Jika kepercayaan terhadap data turun karena intervensi politik atau partisipasi yang rendah, ketidakpastian ekonomi akan melonjak.

Hal tersebut sangat mungkin terjadi karena tanpa data yang kredibel, pelaku ekonomi pada akhirnya dipaksa mengambil keputusan dalam kondisi minim informasi, dengan risiko kerugian yang sulit dihitung.

(mae/mae)

Add logo_svg as a preferred
source on Google
Read Entire Article
Kabar Sehat | Legenda | Hari Raya | Pemilu |