Niat Puasa Syawal dan Senin Kamis, Kerjakan untuk Pahala Berlipat

7 hours ago 4

Liputan6.com, Jakarta - Puasa Syawal dan Senin Kamis adalah dua jenis puasa sunnah yang memiliki keutamaan tersendiri dalam Islam. Puasa Syawal dilaksanakan selama enam hari setelah Hari Raya Idulfitri, sedangkan puasa Senin Kamis dilakukan setiap minggu. Menggabungkan niat kedua puasa ini tidak hanya diperbolehkan, tetapi juga dianjurkan untuk mendapatkan pahala yang berlipat ganda.

Dalam artikel ini, kita akan membahas secara mendalam mengenai niat puasa Syawal dan Senin Kamis, termasuk bacaan niat, hukum menggabungkan keduanya, serta keutamaan puasa Syawal. Berikut ulasan selengkapnya, dirangkum Liputan6.com pada Minggu (29/3/2026). 

Bagaimana Cara Berniat Puasa Syawal dan Senin Kamis?

Puasa Syawal dan Senin–Kamis adalah puasa sunnah yang sangat dianjurkan dalam ajaran Islam karena memiliki keutamaan besar. Keduanya bisa dilakukan terpisah atau bahkan digabung (dengan niat tertentu). Dengan menggabungkan kedua puasa ini, kita bisa mengharapkan pahala berlipat.

Dalam pelaksanaannya, puasa gabungan Syawal dan Senin-Kamis bisa diawali dengan niat untuk puasa Syawal saja. Meski begitu, seorang muslim juga bisa berniat di dalam hati untuk melaksanakan dua puasa sunnah sekaligus.

Niat Puasa Syawal

Puasanya Syawal adalah puasa sunnah yang dilaksanakan selama enam hari di bulan Syawal setelah Hari Raya Idulfitri. Niat puasa Syawal dapat dilafalkan baik pada malam hari sebelum berpuasa atau pada siang hari sebelum waktu zuhur, selama belum melakukan hal-hal yang membatalkan puasa. Bacaan niat untuk puasa Syawal  adalah,

نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ سِتَّةٍ مِنْ شَوَّالٍ للهِ تعالى

Nawaitu shauma ghadin ‘an adai sittatin min syawwal lillahi ta’ala

Artinya: “Saya niat puasa pada esok hari untuk menunaikan puasa sunah enam hari dari bulan Syawal karena Allah Ta’ala.”

Jika seseorang lupa melafalkan niat pada malam hari, ia masih dapat melakukannya pada siang hari sebelum waktu zuhur dengan bacaan:

نَوَيْتُ صَوْمَ هَذَا اليَوْمِ عَنْ أَدَاءِ سُنَّةِ الشَّوَّالِ لللهِ تعالى

Nawaitu shauma hadzal yaumi ‘an adaa’i sunnatis Syawwaal lillaahi ta‘ala.

Artinya: “Aku berniat puasa sunah Syawal hari ini karena Allah SWT.”

Niat ini menunjukkan kesungguhan dan keikhlasan dalam menjalankan ibadah puasa sunnah. Oleh karena itu, penting bagi setiap Muslim untuk memahami dan melafalkan niat puasa Syawal dengan benar agar ibadah yang dilakukan dapat diterima oleh Allah SWT.

Puasa Syawal memiliki ketentuan yang harus diperhatikan, yaitu dilaksanakan setelah Hari Raya Idul Fitri, mulai tanggal 2 Syawal. Jumlah hari puasa Syawal adalah enam hari, dan pelaksanaannya dapat dilakukan secara berturut-turut atau terpisah-pisah selama masih dalam bulan Syawal. Dengan melaksanakan puasa ini, seorang Muslim menunjukkan komitmen untuk terus beribadah setelah bulan Ramadan yang suci.

Niat Puasa Senin Kamis

Puasanya Senin Kamis adalah puasa sunnah yang dilakukan setiap hari Senin dan Kamis. Niat puasa Senin dapat dilafalkan dengan bacaan.

 نَوَيْتُ صَوْمَ يَوْمِ الِاثْنَيْنِ سُنَّةً لِلّٰهِ تَعَالَى,

Nawaitu shauma yaumal itsnaini sunnatan lillahi ta’ala

Artinya: "Aku berniat puasa sunnah hari Senin karena Allah Ta’ala."

Sedangkan untuk puasa Kamis, bacaan niatnya.

 نَوَيْتُ صَوْمَ يَوْمِ الخَمِيْسِ سُنَّةً لِلّٰهِ تَعَالَى,

Nawaitu shauma yaumal khomiisi sunnatan lillahi ta’ala

Artinya: "Aku berniat puasa sunnah hari Kamis karena Allah Ta’ala."

Niat puasa Senin Kamis dapat dilakukan sejak malam hari hingga sebelum tergelincir matahari pada hari puasa, asalkan belum makan atau minum. Puasa ini memiliki banyak keutamaan, di antaranya adalah mendapatkan pahala yang besar dari Allah SWT. Dalam hadis, Nabi Muhammad SAW menyebutkan bahwa amal perbuatan baik diangkat pada hari Senin dan Kamis, sehingga puasa pada hari tersebut sangat dianjurkan.

Melaksanakan puasa Senin dan Kamis juga memberikan kesempatan bagi umat Muslim untuk lebih mendekatkan diri kepada Allah. Dengan berpuasa, seseorang dapat merasakan lapar dan haus, yang pada gilirannya dapat meningkatkan rasa syukur atas nikmat yang diberikan. Selain itu, puasa ini juga berfungsi sebagai bentuk latihan untuk menahan diri dari hal-hal yang membatalkan puasa, sehingga dapat meningkatkan ketakwaan.

Hukum Menggabungkan Puasa Syawal dan Senin Kamis

Hukum menggabungkan puasa Syawal dengan puasa Senin atau Kamis adalah diperbolehkan dan sah. Seseorang yang menggabungkan niat puasa Syawal dengan puasa Senin atau Kamis akan mendapatkan pahala dari kedua puasa tersebut. Hal ini menjadi salah satu keistimewaan bagi umat Muslim yang ingin memperbanyak amal ibadah setelah bulan Ramadan.

Dalam menggabungkan niat, penting untuk memastikan bahwa puasa Syawal dilakukan setelah puasa Ramadan selesai. Dengan demikian, pelaksanaan puasa ini dapat memenuhi syarat yang ditentukan dalam agama. Selain itu, penggabungan niat ini juga memberikan kemudahan bagi mereka yang memiliki kesibukan tinggi, sehingga tetap bisa menjalankan ibadah puasa dengan baik.

Ulama sepakat bahwa niat yang jelas dan tulus sangat penting dalam setiap ibadah, termasuk dalam penggabungan niat puasa. Dengan melafalkan niat yang mencakup kedua puasa, seorang Muslim menunjukkan keseriusan dan komitmen dalam menjalankan ibadah sunnah. Oleh karena itu, sangat dianjurkan untuk memahami dan melafalkan niat dengan benar agar ibadah yang dilakukan dapat diterima oleh Allah SWT.

Keutamaan Berpuasa di Bulan Syawal

Puasa di bulan Syawal memiliki keutamaan yang sangat besar. Salah satu keutamaan tersebut adalah pahala yang setara dengan berpuasa setahun penuh. Dalam hadis yang diriwayatkan oleh Imam Muslim, disebutkan bahwa barangsiapa berpuasa Ramadan kemudian mengikutinya dengan enam hari dari Syawal, maka ia seperti berpuasa setahun penuh. Hal ini menunjukkan betapa besar nilai ibadah puasa Syawal di sisi Allah.

Keutamaan lainnya adalah puasa Syawal menjadi tanda syukur atas nikmat yang diberikan setelah menjalankan ibadah puasa Ramadan. Dengan melaksanakan puasa ini, seorang Muslim menunjukkan rasa syukur dan komitmen untuk terus beribadah setelah bulan Ramadan. Selain itu, puasa Syawal juga menjadi kesempatan untuk memperbaiki diri dan meningkatkan ketakwaan kepada Allah.

Puasa Syawal juga memberikan kesempatan untuk mempererat tali silaturahmi dengan sesama Muslim. Dengan berpuasa, seseorang dapat merasakan lapar dan haus, yang pada gilirannya dapat meningkatkan rasa empati terhadap orang-orang yang kurang beruntung. Hal ini menjadi salah satu cara untuk meningkatkan kepedulian sosial dan berbagi dengan sesama.

Dengan memahami niat puasa Syawal dan Senin Kamis, serta keutamaan dan hukum menggabungkannya, diharapkan umat Muslim dapat melaksanakan ibadah puasa dengan lebih baik. Melalui niat yang tulus dan pemahaman yang mendalam, setiap Muslim dapat meraih pahala yang berlipat ganda dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Pertanyaan dan Jawaban seputar Topik

Apa itu puasa Syawal?

Puasa Syawal adalah puasa sunnah yang dilakukan selama enam hari di bulan Syawal setelah Hari Raya Idulfitri.

Bagaimana cara niat puasa Senin Kamis?

Niat puasa Senin adalah 'نَوَيْتُ صَوْمَ يَوْمِ الِاثْنَيْنِ سُنَّةً لِلّٰهِ تَعَالَى' dan Kamis adalah 'نَوَيْتُ صَوْمَ يَوْمِ الخَمِيْسِ سُنَّةً لِلّٰهِ تَعَالَى'.

Apakah boleh menggabungkan niat puasa Syawal dengan puasa Senin atau Kamis?

Ya, menggabungkan niat puasa Syawal dengan puasa Senin atau Kamis diperbolehkan dan mendapatkan pahala dari kedua puasa.

Apa keutamaan puasa Syawal?

Puasa Syawal memiliki keutamaan pahala setara berpuasa setahun penuh bagi yang melaksanakannya.

Read Entire Article
Kabar Sehat | Legenda | Hari Raya | Pemilu |