Jakarta, CNBC Indonesia - Otoritas Jasa Keuangan bersama Bursa Efek Indonesia dan Kustodian Sentral Efek Indonesia mulai membuka informasi terkait saham dengan kepemilikan yang sangat terkonsentrasi. Kebijakan ini menjadi langkah baru untuk meningkatkan transparansi di pasar modal.
Melalui publikasi tersebut, investor kini bisa melihat gambaran struktur kepemilikan emiten, khususnya saham yang sebagian besar dikuasai oleh segelintir pihak atau kelompok yang saling terafiliasi.
Secara sederhana, saham dalam kategori ini adalah saham yang kepemilikannya tidak tersebar luas di publik, melainkan terkonsentrasi pada pihak-pihak tertentu saja. Kondisi ini berbeda dengan saham pada umumnya yang dimiliki oleh banyak investor.
Langkah ini diharapkan dapat membantu pelaku pasar dalam memahami potensi risiko yang mungkin muncul dari struktur kepemilikan yang tidak merata.
Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK, Hasan Fawzi, menyampaikan bahwa publikasi data ini akan menjadi informasi tambahan yang penting bagi investor.
"Ini bukan karena pelanggaran tertentu, tapi sebagai bentuk keterbukaan informasi untuk saham-saham yang terkonfirmasi memiliki konsentrasi kepemilikan tinggi," ujarnya di Gedung BEI, Jakarta, dikutip Sabtu (11/4/2026).
Menurutnya, data ini dapat dimanfaatkan sebagai early warning bagi investor dalam mengambil keputusan investasi, tanpa mengganggu mekanisme pasar yang berjalan.
Data HSC tersebut disusun berdasarkan metodologi penentuan kepemilikan saham terkonsentrasi tinggi, mencakup saham dalam bentuk warkat dan tanpa warkat, dengan posisi per 31 Maret 2026.
Berdasarkan data yang telah dipublikasikan, terdapat sembilan emiten dengan tingkat kepemilikan terkonsentrasi di atas 95%. Posisi teratas ditempati oleh PT Rockfields Properti Indonesia Tbk. (ROCK) dengan tingkat kepemilikan mencapai 99,85%, diikuti oleh PT Ifishdeco Tbk. (IFSH) sebesar 99,77% dan PT Satria Mega Kencana Tbk. (SOTS) sebesar 98,35%.
Selanjutnya, PT Samator Indo Gas Tbk. (AGII) mencatatkan konsentrasi kepemilikan sebesar 97,75%, disusul PT Barito Renewables Energy Tbk. (BREN) sebesar 97,31%. Emiten lainnya yang juga masuk dalam daftar ini antara lain PT Panca Anugrah Wisesa Tbk. (MGLV), PT Dian Swastatika Sentosa Tbk. (DSSA), PT Lima Dua Lima Tiga Tbk. (LUCY), dan PT Abadi Lestari Indonesia Tbk. (RLCO), dengan tingkat kepemilikan di atas 95%.
OJK menegaskan bahwa ke depan, bersama Self-Regulatory Organization SRO, pihaknya akan terus melakukan sosialisasi dan publikasi data serupa secara berkala sebagai bagian dari upaya memperkuat keterbukaan informasi di pasar modal Indonesia.
(fsd/fsd)
[Gambas:Video CNBC]

5 hours ago
6
















































