Jakarta, CNBC Indonesia - Militer Israel meningkatkan pengerahan pasukan ke Lebanon selatan dalam langkah yang disebut sebagai penguatan pertahanan menyusul rentetan serangan roket dan drone oleh Hizbullah. Langkah ini menandai eskalasi terbaru di perbatasan utara Israel di tengah gejolak kawasan pascaserangan terhadap Iran.
Juru bicara militer Israel Letnan Kolonel Nadav Shoshani mengatakan dalam pengarahan daring kepada wartawan pada Selasa (3/3/2026) bahwa pasukan tambahan dikerahkan semalaman untuk menempati posisi defensif guna melindungi warga sipil dan lokasi strategis dari potensi serangan Hizbullah.
"Kami hanya berada di area perbatasan dalam posisi defensif untuk mencegah serangan terhadap warga sipil dan titik-titik yang sangat penting secara strategis," ujar Shoshani, dilansir Reuters.
Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, dalam pernyataannya menyebut ia telah memberi otorisasi kepada militer untuk maju dan menguasai posisi tambahan di Lebanon setelah Hizbullah menembakkan roket ke wilayah Israel pada Minggu malam. Serangan tersebut disebut sebagai reaksi atas serangan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran.
IDF menyatakan bahwa pasukan telah ditempatkan lebih jauh ke dalam wilayah Lebanon selatan, melampaui lima pos yang saat ini dikuasai Israel, "sebagai bagian dari postur pertahanan garis depan yang diperkuat."
Menurut pernyataan militer, prajurit dari Divisi Regional ke-91 "Galilee" kini "diposisikan di beberapa titik dekat area perbatasan sebagai bagian dari postur pertahanan garis depan yang diperkuat."
IDF juga menyatakan tengah "bekerja untuk menciptakan lapisan keamanan tambahan bagi penduduk Israel utara."
Selain pengerahan pasukan darat, militer Israel mengonfirmasi bahwa mereka melakukan serangan terarah terhadap infrastruktur Hizbullah.
"IDF melakukan serangan terarah terhadap infrastruktur teror Hizbullah untuk menghilangkan ancaman dan mencegah upaya infiltrasi ke wilayah Israel," demikian pernyataan IDF, sebagaimana dilansir The Time of Israel.
(luc/luc)
Addsource on Google

9 hours ago
4















































