Jakarta, CNBC Indonesia - Sebuah serangan pesawat tak berawak (drone) menghantam Masjid Sheikh Ahmed al-Badawi di Negara Bagian Kordofan Utara, Sudan, pada Rabu (11/2/2026) subuh waktu setempat. Insiden ini mengakibatkan dua orang anak meninggal dunia dan 13 orang lainnya mengalami luka-luka.
Jaringan Dokter Sudan menyatakan bahwa serangan tersebut dilakukan oleh kelompok paramiliter Rapid Support Forces (RSF). Saat kejadian, anak-anak tersebut dilaporkan sedang mempelajari Al-Quran di dalam masjid sebelum bangunan tersebut terkena ledakan drone.
"Menargetkan anak-anak di dalam masjid adalah kejahatan yang tidak dapat dibenarkan dengan dalih apa pun dan merupakan peningkatan berbahaya dalam pola pelanggaran berulang terhadap warga sipil," tulis Jaringan Dokter Sudan dalam pernyataan resminya dikutip Al Jazeera.
Pihak dokter menyebut bahwa penyerangan terhadap rumah ibadah merupakan pelanggaran hukum humaniter internasional. Selain masjid di Kordofan Utara, RSF juga dituduh melakukan serangan serupa terhadap sebuah gereja di Khartoum dan masjid lainnya di el-Fasher dalam rentetan konflik saudara yang telah berlangsung selama tiga tahun.
"Jaringan tersebut menyerukan kepada komunitas internasional, PBB, dan organisasi hak asasi manusia dan kemanusiaan untuk mengambil tindakan segera guna menekan penghentian penargetan warga sipil, memastikan perlindungan mereka, membuka koridor yang aman untuk pengiriman bantuan medis dan kemanusiaan, dan berupaya untuk mendokumentasikan pelanggaran-pelanggaran ini dan meminta pertanggungjawaban mereka yang bertanggung jawab," lanjut pernyataan tersebut.
Sementara itu, Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengonfirmasi adanya laporan peningkatan serangan drone terhadap infrastruktur sipil di wilayah Kordofan Selatan, Utara, dan Barat. Juru bicara PBB, Stephane Dujarric, menyatakan bahwa sebuah gudang Program Pangan Dunia (WFP) di Kadugli juga terkena serangan roket pada Selasa malam.
"Fakta bahwa kita harus menegaskan kembali hampir setiap hari bahwa warga sipil dan infrastruktur sipil, tempat ibadah, sekolah dan rumah sakit tidak dapat dan tidak boleh menjadi sasaran adalah sebuah tragedi tersendiri," ujar Dujarric kepada wartawan.
Berdasarkan data PBB, perang saudara di Sudan telah meluas dari Darfur ke wilayah Kordofan. Antara akhir Januari hingga 6 Februari 2026, tercatat lebih dari 90 warga sipil tewas dan 142 lainnya luka-luka akibat serangan drone yang dilakukan oleh pihak RSF maupun Angkatan Bersenjata Sudan.
(tps/luc)
[Gambas:Video CNBC]

9 hours ago
4
















































