Jakarta, CNBC Indonesia - Badan Kebijakan Transportasi (Baketrans) Kementerian Perhubungan memperkirakan, lonjakan arus mudik Lebaran 2026 akan terjadi pada H-3 atau Rabu 18 Maret 2026. Sementara puncak arus balik akan terjadi pada H+6 atau Jumat 27 Maret 2026.
Bagi masyarakat yang berencana Idulfitri di kampung halaman, ada baiknya menghindari tanggal-tanggal tersebut, supaya tidak terjebak kemacetan, karena jutaan kendaran seperti mobil akan melintasi di jalan-jalan tol.
Baketrans mencatat, setidaknya akan ada 143,9 juta orang yang bakal melakukan perjalanan mudik Lebaran tahun 2026 menggunakan moda transportasi terfavorit bagi masyarakat Indonesia, yakni kendaraan roda empat alias mobil.
"Berdasarkan dari survei pergerakan masyarakat pada Lebaran 2026, tercatat mencapai 50,6% penduduk Indonesia atau setara sekitar 143,91 juta orang yang akan melakukan perjalanan mudik," kata Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi dalam paparannya di Sidang Kabinet Paripurna, dikutip Sabtu (14/3/2026).
Setidaknya ada 76,24 juta orang memilih mudik pakai mobil atau sekitar 52,98% dari total warga yang melakukan perjalanan mudik. Pemudik paling banyak datang dari Pulau Jawa dan menyebar ke berbagai wilayah.
"Secara nasional, mobil pribadi masih menjadi sarana utama pemudik dengan 76,24 juta orang, disusul oleh sepeda motor dan kendaraan bus," tegas Dudy.
Baketrans mencatat, lima provinsi asal mudik yaitu Jawa Barat (30,97 juta), DKI Jakarta (19,93 juta), Jawa Timur (17,2 juta), Jawa Tengah (16,57 juta), dan Banten (11,17 juta). Adapun tujuannya paling banyak ke Jawa Tengah sebanyak (38,71 juta), Jawa Timur (27,29 juta), Jawa Barat (25,09 juta), DI Yogyakarta (8,20 juta), dan Sulawesi Selatan (5,36 juta).
Untuk menghindari kepadatan lalu lintas saat mudik, sebisa mungkin masyarakat menghindari tanggal-tanggal yang bakal menjadi puncak arus lalu lintas itu. Pihak kepolisian pun telah membuat skema arus lalu lintas untuk menghadapi potensi macet saat puncak arus mudik. Beriku ini rangkumannya:
Sistem One Way di Tol Trans Jawa Selama Arus Mudik dan Balik 2026
Arus Mudik
17 Maret - 20 Maret: Selasa jam 12.00 WIB - Jumat jam 24.00 WIB (ruas Tol Jakarta - Cikampek Km 70 sampai dengan Semarang - Solo Km 421)
Arus Balik
23 Maret - 29 Maret: Senin 12.00 WIB - Minggu jam 24.00 WIB (ruas Tol Semarang - Solo Km 421 sampai dengan Jakarta - Cikampek Km 70)
Contraflow
Untuk Contraflow arus mudik, akan berlaku di ruas tol Jakarta-Cikampek KM 47 (Karawang Barat) sampai dengan KM 70 (Cikampek). Skemanya sebagai berikut
Arus Mudik (Jakarta-Cikampek KM 47 Karawang Barat sampai dengan KM 70 Cikampek)
Periode Pertama
17 Maret - 20 Maret: Selasa jam 14.00 WIB sampai Jumat 24.00 WIB
Periode Kedua
21 Maret - 22 Maret: Sabtu jam 12.00-20.00 WIB dan Minggu 09.00-18.00 WIB
Arus Balik
Jakarta-Cikampek KM 70-47
23 Maret - 29 Maret: Senin jam 14.00 WIB sampai Minggu 24.00 WIB
Tol Jagorawi KM 21 (Gunung Putri)- KM 8 (Cipayung)
21 Maret - 22 Maret: Sabtu jam 12.00-20.00 WIB dan Minggu 09.00-18.00 WIB
Ganjil Genap
Pada arus mudik, ganjil genap berlaku pada ruas jalan tol Jakarta-Cikampek KM 47 sampai dengan Semarang-Batang KM 414 dan Tol Tangerang-Merak KM 31 sampai dengan KM 98. Ganjil genap arus mudik berlaku pada Selasa, Maret pukul 14.00 WIB sampai Jumat 20 Maret pukul 24.00 WIB.
Sementara pada arus balik, ganjil genap akan diterapkan pada ruas tol Semarang-Batang KM 414 sampai Jakarta-Cikampek KM 47 dan Tol Tangerang-Merak KM 98 sampai KM 31. Waktu penerapannya sejak Senin, 23 Maret pukul 00.00 WIB sampai Minggu, 29 Maret pukul 24.00 WIB.
(pgr/pgr)
Addsource on Google

5 hours ago
4
















































