Suasana pameran di New York, Amerika Serikat (AS), menampilkan semua dokumen Epstein yang dicetak. Dokumen kasus Epstein telah dirilis secara online oleh Departemen Kehakiman AS beberapa waktu lalu, tapi menuai kritikan publik karena penyensoran besar-besaran di dalamnya. (REUTERS/David Dee Delgado)
Pameran yang digelar oleh kelompok advokasi transparansi AS Institute of Primary Facts ini, menampilkan versi cetak keseluruhan berkas kasus Epstein totalnya sekitar 3,5 juta halaman yang disusun pada rak seperti buku-buku di perpustakaan. Pameran ini berlangsung hingga 21 Mei. (REUTERS/David Dee Delgado)
Perpustakaan yang menampilkan berkas kasus Epstein itu diberi nama "The Donald J Trump and Jeffrey Epstein Memorial Reading Room". (REUTERS/David Dee Delgado)
Nama Presiden AS Donald Trump diketahui banyak muncul dalam dokumen kasus Epstein yang dirilis ke publik, dan dia diketahui sempat menjalin hubungan dekat dengan mantan pemodal terkemuka AS tersebut di masa lalu. (REUTERS/David Dee Delgado)
Dalam pameran tersebut, mengutip Reuters Rabu (13/5/2026), semua dokumen kasus Epstein yang dirilis berdasarkan Undang-undang Transparansi Dokumen Epstein dijilid dalam 3.437 volume, semuanya diberi nomor dan diatur di rak. (REUTERS/David Dee Delgado)
Mereka yang tertarik untuk melihat berkas-berkas tersebut di perpustakaan di Tribeca dapat melakukannya dengan mendaftar secara online. (REUTERS/David Dee Delgado)
Namun, karena kesalahan Departemen Kehakiman AS dalam gagal menyunting nama beberapa korban yang disebut dalam dokumen tersebut, masyarakat umum tidak diizinkan untuk melihat berkas-berkas tersebut. Pameran ini menawarkan pengecualian untuk kalangan profesional seperti jurnalis dan pengacara. (REUTERS/David Dee Delgado)

2 hours ago
3

















































