Raja Salman dan Mohammed bin Salman Sampaikan Belasungkawa Meski Tak Melayat untuk Khamenei

13 hours ago 7

loading...

Raja Salman dan Putra Mahkota Mohammed bin Salman dari Kerajaan Arab Saudi sampaikan belasungkawa meski tak hadiri prosesi pemakaman mantan Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei. Foto/SPA/dpa

TEHERAN - Raja Salman bin Abdulaziz al-Saud dan Putra Mahkota Mohammed bin Salman dari Kerajaan Arab Saudi menyampaikan belasungkawa kepada Iran atas meninggalnya Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei, yang tewas pada hari pertama agresi Amerika Serikat (AS) dan Israel 28 Februari. Meski demikian, kedua pemimpin kerajaan tersebut tidak datang melayat ke Teheran.

Perwakilan pemerintah Arab Saudi yang hadir adalah Wakil Menteri Luar Negeri Waleed Elkhereiji. Pesan simpati dari Raja Salman dan Pangeran Mohammed bin Salman disampaikan Elkhereiji kepada Presiden Iran Masoud Pezeshkian selama prosesi pemakaman kenegaraan yang diadakan di Teheran.

Baca Juga: Para Pelayat Ayatollah Ali Khemeni: 'Balas Dendam, Balaskan Darah Pemimpin Kita!'

Kehadiran delegasi Riyadh pada upacara tersebut dipandang sebagai kelanjutan upaya untuk menormalisasi hubungan antara kedua negara, yang dipulihkan pada tahun 2023 setelah bertahun-tahun ketegangan diplomatik.

Prosesi pemakaman Ayatollah Khamenei diperkirakan akan berlangsung selama beberapa hari. Peti mati, yang diselimuti bendera Iran, ditempatkan di Grand Mosalla di Teheran, di samping peti mati beberapa anggota keluarga yang juga tewas dalam serangan awal AS dan Israel. Ribuan warga telah berkumpul di lokasi tersebut untuk memberikan penghormatan terakhir kepada pemimpin yang telah memimpin Republik Islam Iran sejak 1989.

Media pemerintah Iran juga menyiarkan demonstrasi massal di berbagai kota pada Jumat malam. Para peserta mengadakan demonstrasi, meneriakkan slogan-slogan dukungan untuk Republik Islam dan mengutuk Amerika Serikat dan Israel. Pemerintah Iran memperkirakan bahwa jutaan warga memenuhi jalan-jalan utama Teheran selama puncak prosesi pemakaman, yang dimulai pada hari Sabtu.

Kehadiran delegasi Saudi merupakan salah satu sorotan upacara tersebut. Selain Arab Saudi, dilaporkan lebih dari 100 negara mengirimkan perwakilan resmi untuk menghadiri pemakaman tersebut, termasuk pejabat pemerintah senior, menteri, pemimpin parlemen, dan utusan dari organisasi internasional. Kehadiran mereka mencerminkan perhatian dunia yang besar terhadap dinamika politik Iran setelah kematian Khamenei.

Ayatollah Ali Khamenei telah menjabat sebagai Pemimpin Tertinggi Iran selama lebih dari tiga dekade setelah menggantikan Ayatollah Ruhollah Khomeini pada tahun 1989. Sebagai otoritas tertinggi dalam sistem politik Iran, dia memegang kendali atas kebijakan strategis negara, termasuk pertahanan, keamanan, dan hubungan luar negeri.

Pelayat Serukan Balas Dendam

Sementara itu, para pelayat memukul dada mereka dan meneriakkan "balas dendam, balas dendam" saat ribuan orang berkumpul di Teheran pada Sabtu pagi untuk memberikan penghormatan terakhir kepada Khamenei.

Read Entire Article
Kabar Sehat | Legenda | Hari Raya | Pemilu |