Jakarta, CNBC Indonesia - Keterwakilan perempuan di parlemen Indonesia masih belum memenuhi target afirmasi. Data terbaru menunjukkan, persentase perempuan di lembaga legislatif masih tertahan di kisaran 22%, jauh di bawah target 30%.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), persentase perempuan di DPR dan lembaga legislatif pada 2025 tercatat sebesar 22,28%. Sementara laki-laki masih mendominasi sebesar 77,72%.
Meski demikian, BPS mencatat kesenjangan gender di parlemen perlahan mulai menyempit dalam beberapa tahun terakhir. Ini terjadi beriring meningkatnya partisipasi perempuan dalam berbagai sektor.
Secara umum, kondisi ketimpangan gender di Indonesia menunjukkan perbaikan. Hal ini tercermin dari Indeks Ketimpangan Gender (IKG) 2025 yang berada di angka 0,402, membaik 0,019 poin dibandingkan tahun sebelumnya.
"Penurunan ini mengindikasikan adanya perbaikan dalam kesetaraan antara perempuan dan laki-laki," kata Kepala BPS Amalia Adhininggar Widysanti dalam konferensi pers kemarin.
IKG sendiri mengukur tiga dimensi utama, yakni kesehatan reproduksi, pemberdayaan, dan pasar tenaga kerja. Pada dimensi pemberdayaan, peningkatan cukup terlihat di sektor pendidikan. Persentase perempuan usia 25 tahun ke atas dengan pendidikan minimal SMA meningkat menjadi 38,35% pada 2025.
Namun, kemajuan ini belum sepenuhnya tercermin dalam keterlibatan politik. Representasi perempuan di parlemen masih tertahan di bawah target afirmasi nasional sebesar 30%.
Ketimpangan juga masih terlihat di dunia kerja. Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) perempuan memang meningkat menjadi 56,63%, tetapi masih jauh di bawah laki-laki yang mencapai 84,40%.
BPS juga mencatat perbaikan ketimpangan gender belum merata di seluruh wilayah. Sejumlah provinsi di Indonesia bagian timur masih memiliki tingkat ketimpangan yang lebih tinggi dibandingkan wilayah lain.
Bahkan, beberapa daerah justru mengalami pelebaran ketimpangan, seperti Bengkulu, Papua Tengah, dan Papua Pegunungan. Secara keseluruhan, meski indikator ketimpangan gender menunjukkan tren membaik, kesenjangan di sejumlah sektor penting masih menjadi pekerjaan rumah besar.
(hsy/hsy)
Addsource on Google

2 hours ago
3
















































