Satu Dekade Terakhir, China Terus Meninggalkan Utang AS

18 hours ago 5

loading...

China telah mendesak bank-banknya untuk membatasi eksposur mereka terhadap utang pemerintah AS. Foto/Dok

JAKARTA - China telah mendesak bank-banknya untuk membatasi eksposur mereka terhadap utang pemerintah AS , dengan alasan volatilitas pasar serta risiko keuangan dan geopolitik yang meningkat. Hal ini diungkapkan oleh sumber terkait yang mengetahui masalah tersebut seperti lapor Bloomberg.

Selama dekade terakhir, China secara bertahap mengurangi kepemilikan Treasury AS, sebuah pergeseran yang membuatnya digantikan oleh Jepang dan Inggris sebagai pemegang utang Amerika terbesar di luar negeri. Sejak mencapai puncaknya sekitar USD1,3 triliun pada 2013, kepemilikannya telah turun sekitar setengah menjadi di antara USD650-700 miliar, hingga mencapai level yang belum terlihat sejak 2008.

Beijing telah menasihati lembaga keuangan besar China untuk membatasi pembelian baru obligasi pemerintah AS dan mengurangi posisi di mana eksposurnya tinggi, menurut sumber terkait. Panduan tersebut dilaporkan tidak berlaku bagi kepemilikan resmi Beijing.

Baca Juga: Kekurangan Dana Perang, Israel Jual Surat Utang di AS Senilai Rp82 Triliun

Menurut laporan yang mengutip Administrasi Negara untuk Penukaran Mata Uang Asing China, bank-bank China memegang sekitar USD298 miliar dalam obligasi dengan mata uang dolar pada bulan September. Tidak jelas berapa banyak dari total tersebut yang terdiri dari Surat Utang AS.

Panduan tersebut disebut bermaksud untuk mendiversifikasi risiko pasar. Pada bulan Oktober, kedua pemimpin AS dan China sepakat pada gencatan perdagangan selama satu tahun, di mana tarif dan pengawasan ekspor atas barang masing-masing negara akan dikurangi.

Read Entire Article
Kabar Sehat | Legenda | Hari Raya | Pemilu |