Tiba-Tiba Israel Marah ke Presiden Korsel karena Palestina

8 hours ago 6

Jakarta, CNBC Indonesia- Pemerintah Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu tiba-tiba marah ke Presiden Korea Selatan (Korsel) Lee Jae Myung. Hal ini terjadi usai Lee membagikan video di media sosial dari tahun 2024.

Video itu menunjukkan bagaimana tentara Israel mendorong mayat dari sebuah gedung di Tepi Barat, Palestina, yang diduduki. Ini memicu perselisihan publik yang jarang terjadi antara dua negara yang telah memiliki hubungan diplomatik selama 60 tahun.

"Saya perlu mencari tahu apakah ini benar, dan jika benar, tindakan apa yang telah diambil," katanya di X, dikutip Selasa (14/4/2026).

"Pemaksaan perempuan penghibur untuk melakukan prostitusi yang sedang kita protes (terkait pemerintahan kolonial Jepang antara tahun 190 hingga 1945 di Korea), tidak berbeda dengan pembantaian orang Yahudi (holocaust) atau pembunuhan di masa perang," tambahnya.

Disinggungnya holocaust ini tampaknya membuat marah Kementerian Luar Negeri Israel, yang kemudian menanggapi dengan unggahan di X pada hari Sabtu.

"Pernyataan Presiden Korea, Lee Jae Myung, termasuk penyepelekan pembantaian Yahudi menjelang Hari Peringatan Holocaust di Israel, tidak dapat diterima dan patut dikutuk keras," kata unggahan Israel tersebut.

"Untuk alasan yang aneh... Lee memilih untuk mengungkit kembali cerita dari tahun 2024 dan mengutip akun palsu yang secara keliru menyajikannya sebagai peristiwa terkini," tambahnya.

Israel juga mengklaim insiden yang melibatkan para tentara tersebut terjadi selama operasi kala tentara menghadapi "ancaman langsung dan mendesak terhadap nyawa". Ia mengatakan hal ini telah diselidiki dan ditangani secara menyeluruh dua tahun lalu.

"Tuan Presiden, selalu lebih baik untuk memeriksa terlebih dahulu sebelum mengunggah," tambah kementerian tersebut.

Sudah Diklarifikasi

Sebenarnya, fakta memperlihatkan bagaimana Lee telah mengklarifikasi pernyataan awalnya dengan unggahan lain. Ini untuk mengatakan bahwa kejadian pada video adalah peristiwa nyata dari September 2024 yang telah dikutuk oleh AS.

"Hukum humaniter internasional harus dipatuhi dalam keadaan apa pun, dan martabat manusia juga harus dijaga sebagai nilai prioritas utama yang tidak dapat didamaikan," tambah Lee.

CNN International melaporkan pada tahun 2024 bahwa penduduk Qabatya, dekat Jenin di Tepi Barat yang diduduki, telah merekam tentara Israel yang melempar mayat yang tampaknya tak bernyawa dari sebuah bangunan pada tanggal 19 September tahun itu. Pada hari yang sama, Pasukan Pertahanan Israel (IDF) mengatakan telah membunuh empat militan dalam "operasi kontra-terorisme" di daerah tersebut.

Ketika ditanya tentang video tersebut pada saat itu, militer Israel mengatakan itu menunjukkan "insiden serius yang tidak sesuai dengan nilai-nilai IDF dan harapan dari tentara IDF". Bahkan Israel mengatakan insiden tersebut sedang ditinjau.

Berdasarkan hukum internasional, militer diwajibkan untuk memperlakukan jenazah tentara musuh dengan hormat dan mengembalikannya kepada keluarga almarhum. Seorang politisi Palestina menyebut perlakuan terhadap jenazah tersebut "barbarik".

Kritik Internasional yang Meningkat ke Israel

Sebenarnya, Israel telah menghadapi kritik internasional yang semakin meningkat atas perang di Gaza dan pemboman Lebanon yang menargetkan Hizbullah. Negara-negara Eropa khususnya sangat vokal.

Tetapi kritik dari seorang pemimpin Asia Timur yang begitu terbuka jarang. Korsel pun selama ini cenderung mempertahankan hubungan baik dengan Israel.

Akhir pekan kemarin, Lee pun tampaknya mempertegas cuitannya tentang tanggapan Kementerian Luar Negeri Israel Sabtu. Walau, ia tak langsung menunjuk Israel.

"Sangat mengecewakan bahwa seseorang bahkan tidak sekali pun merenungkan kritik dari orang-orang di seluruh dunia yang menderita dan berjuang dari tindakan anti-hak asasi manusia dan anti-hukum internasional yang terus-menerus," kata Lee.

"Ketika saya merasakan sakit, orang lain merasakan sakit itu sama dalamnya," katanya.

Meski demikian, dalam upaya untuk meredakan ketegangan, Kementerian Luar Negeri Korsel menyatakan penyesalan bahwa pemerintah Israel telah "salah memahami maksud" pernyataan presiden. Komentar Lee adalah "ungkapan keyakinannya mengenai hak asasi manusia universal, bukan opini tentang isu spesifik apa pun," demikian bunyi unggahan tersebut.

Unggahan itu diakhiri dengan mengulangi "belasungkawa mendalam" kementerian kepada para korban Holocaust. Namun pada hari Minggu, Lee tampaknya menggarisbawahi pesan aslinya dalam unggahan lain.

"Kedaulatan setiap negara dan hak asasi manusia universal harus dihormati, dan perang agresif harus ditolak," tulis Lee di X.

"Rasa hormat harus diperoleh melalui rasa hormat," tambahnya.

(sef/sef) [Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Kabar Sehat | Legenda | Hari Raya | Pemilu |