Trump Sebut Gencatan Senjata dalam Kondisi Kritis, Iran Juga Siap Beri AS Pelajaran

9 hours ago 3

loading...

Presiden Donald Trump sebut gencatan senjata AS dan Iran dalam kondisi kritis. Iran pun tak gentar, siap memberi AS pelajaran. Foto/White House

WASHINGTON - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump marah dan memperingatkan bahwa gencatan senjata antara Amerika dan Iran dalam perang Timur Tengah berada dalam kondisi kritis. Menurutnya, itu disebabkan respons Teheran terhadap proposal Washington.

Reaksi marah Trump terhadap posisi Iran menyebabkan harga minyak melonjak dan menghancurkan harapan bahwa kesepakatan dapat segera dinegosiasikan untuk membuka kembali Selat Hormuz bagi pelayaran komersial.

Baca Juga: Jadi Sekutu Israel, Uni Emirat Arab Diam-diam Serang Iran

Setelah mengecam respons Iran terhadap proposal AS sebagai "sama sekali tidak dapat diterima", Trump bersikeras bahwa Amerika Serikat akan meraih "kemenangan penuh" atas Iran.

Dia menambahkan bahwa gencatan senjata yang sebagian besar telah menghentikan pertempuran di Teluk selama lebih dari sebulan berada di ambang kehancuran.

"Gencatan senjata berada dalam kondisi kritis, di mana dokter masuk dan berkata, 'Tuan, orang yang Anda cintai memiliki peluang sekitar satu persen untuk bertahan hidup'," kata Trump kepada wartawan.

Kepala negosiator yang juga ketua parlemen Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf, mengatakan bahwa negaranya siap untuk segala kemungkinan.

"Angkatan bersenjata kami siap untuk merespons dan memberi pelajaran atas setiap agresi," tulisnya di X.

"Strategi yang buruk dan keputusan yang buruk selalu menghasilkan hasil yang buruk—dunia sudah memahami ini," paparnya.

Perkembangan ini membuat pasar energi global yang sudah kacau akibat perang dan blokade yang tumpang tindih yang diberlakukan oleh Iran dan AS di Selat Hormuz—jalur vital untuk pengiriman minyak dan gas, menjadi gelisah.

"Guncangan pasokan energi yang dimulai pada kuartal pertama adalah yang terbesar yang pernah dialami dunia," kata CEO dan presiden raksasa minyak Saudi Aramco, Amin Nasser, kepada para investor.

Read Entire Article
Kabar Sehat | Legenda | Hari Raya | Pemilu |