Video:Jurus RI Tarik Investasi dan Perluas Ekspor Saat Perang Berkecamuk

9 hours ago 4

Jakarta, CNBC Indonesia- Perekonomian dunia pada tahun 2026 dihadapkan pada tekanan tensi geopolitik yang masih memanas usai Amerika Serikat bersama sekutunya Israel yang membombardir Iran.

Sekretaris Kemenko Perekonomian RI, Susiwijono Moegiarso memastikan monitoring dan langkah antisipasi pemerintah menghadapi tensi geopolitik yang memanas di Timur Tengah. Dimana perang AS-Iran ini utamanya akan mempengaruhi harga minyak mentah hingga rantai logistik dunia.

Di tengah gejolak perang Timur Tengah, Indonesia terus mendorong investasi dari dalam negeri maupun investasi asing yang berfokus pada industri yang memberikan nilai tambah. Selain itu juga dikembangkan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) yang ditujukan untuk menarik investasi yang memberikan insentif fiskal dan non-fiskal.

Inovasi mendorong investasi di KEK juga dilakukan RI dengan memperkuat kerja sama dengan pemerintah negara lain termasuk lewat perjanjian dagang seperti IEU-CEPA (Indonesia-European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement). Langkah ini diharapkan bisa memperluas akses pasar produk industri dan hilirisasi RI yang dikembangkan di KEK.

Upaya meningkatkan ekspor RI di tengah kecamuk perang Timur Tengah dilakukan dengan mendorong hilirisasi dengan tema yang tengah berkembang seperti energi bersih, teknologi dan ekonomi digital seperti Data Center.

Dalam menarik investasi, RI juga menawarkan sejumlah keunggulan seperti SDA dan hilirisasi, pasar domestik yang besar dan bonus demografi dan skema perdagangan dengan banyak negara.

Seperti apa upaya dan tantangan RI menarik investasi mendorong ekonomi? Selengkapnya simak dialog, Andi Shalini dengan Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian RI, Susiwijono Moegiarso dalam Profit CNBC Indonesia, Jum'at (06/03/2026)


Add as a preferred
source on Google
Read Entire Article
Kabar Sehat | Legenda | Hari Raya | Pemilu |