Video: Untung Deal Dagang RI-AS, Ekspor Garmen ke AS Kena Tarif 0%

9 hours ago 5

Jakarta, CNBC Indonesia- Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian RI, Susiwijono Moegiarso mengungkapkan prospek RI dalam memperluas pasar ekspor ke negara non-tradisional di Ameriak Latin, Timur Tengah dan Afrika selain mitra utama yakni China, Amerika Serikat, India, Jepang, dan Malaysia/Singapura.

Saat ini China dan AS masih menjadi negara utama tujuan ekspor RI dengan surplus terbesar dari negara Paman Sam. Dimana dalam upaya menjaga ekspor di eksisting market, pemerintah terus memperkuat kerjasama termasuk dengan AS lewat Agreement on Reciprocal Trade (ART) atau perjanjian perdagangan timbal balik.

Di perjanjian ART, RI meminta pengecualian tarif untuk komoditas unggulan RI yang meliputi 1.819 kelompok barang sehingga tarifnya nol persen. Produk ini terkait tekstil dan produk tekstil (TPT) sehingga diharapkan bisa meningkatkan daya saing produk garmen RI di AS.

Terkait kesepakatan perdagangan sektor energi senilai USD 15 Miliar, RI dapat memenuhi kebutuhan impor minyak mentah hingga LPG dari Amerika Serikat. Hal ini cukup membantu RI untuk mendapatkan kepastian pasokan minyak mentah di tengah gangguan suplai di Timur Tengah.

Di sisi lain, pemerintah memastikan upaya menarik investasi ke Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) dengan realisasi investasi lebih dari Rp 336 Triliun dan pembukaan lapangan kerja 250.000 Orang di 25 KEK. Saat ini KEK manufaktur masih memimpin kinerja KEK sebagai sumber pertumbuhan ekonomi RI yakni KEK Gresik, KEK KEndal, KEK Galang Batang dan KEK Semangke

Selengkapnya simak dialog, Andi Shalini dengan Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian RI, Susiwijono Moegiarso dalam Profit CNBC Indonesia, Jum'at (06/03/2026)


Add as a preferred
source on Google
Read Entire Article
Kabar Sehat | Legenda | Hari Raya | Pemilu |