loading...
Presiden Trump resmi merilis dokumen rahasia penampakan UFO, namun para ahli menyebut rekaman tersebut kurang berkualitas dan minim bukti teknologi luar angkasa. Foto: ist
AMERIKA - Dokumen rahasia mengenai fenomena anomali yang tidak teridentifikasi (UAP) atau UFO akhirnya dibuka oleh Presiden Donald Trump pada 8 Mei 2026. Namun isinya justru memicu perdebatan mengenai kualitas bukti yang dihadirkan.
Alih-alih menemukan bukti keberadaan makhluk luar angkasa, publik justru disuguhi ratusan file lama dan rekaman video buram yang sulit diverifikasi secara ilmiah.
Langkah Pentagon merilis data ini diklaim sebagai bentuk "transparansi yang belum pernah ada sebelumnya."
Namun, para analis melihat ada ketimpangan antara jumlah dokumen yang banyak dengan kualitas informasi yang diberikan.
Data Teknis Perilisan Dokumen:

• Total File: Sekitar 160 dokumen rahasia telah dideklasifikasi.
• Rentang Waktu: Mencakup laporan dari tahun 1947 hingga penampakan terbaru pada Januari 2024.
• Lokasi Penampakan: Indo-Pasifik (2024), Timur Tengah (2013, 2020), Uni Emirat Arab (2023), dan Irak (2022).
• Misi Apollo: Mencakup transkrip dan foto butiran dari misi Apollo 12 (1969) dan Apollo 17 (1972) di permukaan bulan.
• Rencana Lanjutan: Tranche dokumen berikutnya diperkirakan rilis dalam 30 hari ke depan.
Mick West, analis fenomena anomali, memberikan kritik tajam terhadap kualitas rekaman tersebut. "Saya pikir yang kita lihat di sini adalah kuantitas di atas kualitas. Videonya tidak menarik karena informasi di layar telah disensor (redaksi). Kita hanya melihat titik putih kecil yang bergerak dan tidak bisa diidentifikasi karena ukurannya yang terlalu kecil," ujar West.
Perbandingan Kualitas Data: Dulu vs Sekarang
Perbedaan mencolok terlihat antara laporan pilot secara lisan dengan bukti visual yang ada:
Laporan Pilot: Seringkali mendeskripsikan teknologi canggih atau manuver yang tidak masuk akal.
Bukti Video: Seringkali tidak cocok dengan laporan pilot, hanya menampilkan objek jauh tanpa detail teknis.
Penjelasan Alternatif: Astrofisika Harvard, Avi Loeb, menyebutkan bahwa objek pada foto Apollo mungkin hanyalah dampak tabrakan asteroid pada permukaan bulan.


















































