Jakarta, CNBC Indonesia - Belum berakhir ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah, masyarakat kini dihebohkan dengan proyeksi harga Bahan Bakar Minyak (BBM) non subsidi di media sosial.
Dalam unggahan yang beredar, salah satunya di X (sebelumnya Twitter), harga jual BBM non subsidi seperti Pertamax (RON 92) pada bulan April 2026 mendatang disebut mencapai Rp 17.850 per liter atau selisih Rp 5.550 dari yang saat ini berlaku sebesar Rp 12.300 di wilayah Jabodetabek.
Menanggapi narasi yang heboh beredar di media sosial tersebut, VP Corporate Communication PT Pertamina (Persero) Muhammad Baron mengatakan pihaknya hingga saat ini belum merilis harga resmi BBM non subsidi untuk periode April 2026 mendatang.
Dia juga mengatakan bahwa proyeksi harga BBM non subsidi Pertamina yang beredar di media sosial tidak dapat dipertanggungjawabkan kredibilitasnya.
"Informasi proyeksi kenaikan harga BBM yang beredar tidak dapat dipertanggungjawabkan, hingga saat ini belum ada pengumuman resmi mengenai harga per 1 April 2026," katanya kepada CNBC Indonesia saat dikonfirmasi, Senin (30/3/2026).
Selain Pertamax, narasi yang beredar di masyarakat untuk harga Pertamax Green (RON 95) pada April mendatang disebut mencapai Rp 19.150 per liter. Sedangkan Pertamax Turbo (RON 98) harganya dikabarkan naik menjadi Rp 19.450 per liter.
Untuk seri Solar non subsidi, proyeksi yang beredar untuk Pertamina Dex harganya pada periode April 2026 dikabarkan harganya mencapai Rp 23.950 per liter. Sedangkan untuk jenis Dexlite disebutkan harganya mencapai Rp 23.650 per liter.
Dengan begitu, Baron mengatakan harga resmi BBM Pertamina hanya bisa diakses melalui laman resmi Pertamina.
Selain itu, pihaknya juga mendukung imbauan pemerintah agar warga menggunakan energi energi dengan bijak.
"Dapatkan informasi valid harga BBM Pertamina hanya melalui saluran resmi www.pertamina.com. Pertamina mendukung imbauan Pemerintah untuk menggunakan energi secara bijak," tandasnya.
Khusus jenis BBM bersubsidi, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) juga turut buka suara. Pemerintah memastikan bahwa harga BBM subsidi tersebut tidak akan mengalami kenaikan per 1 April 2026.
Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Dirjen Migas) Kementerian ESDM Laode Sulaeman menegaskan bahwa tidak akan ada kenaikan harga BBM bersubsidi setelah tanggal 31 Maret 2026.
"Tidak ada kenaikan BBM subsidi. (Harga) tetap," kata Laode kepada CNBC Indonesia saat dihubungi, Senin (30/3/2026).
Sebelumnya juga beredar di masyarakat, baik melalui media sosial ataupun yang beredar di jaringan komunikasi seperti WhatsApp, terkait proyeksi harga BBM yang akan berlaku setelah bulan Maret 2026 usai.
Dalam narasi yang beredar di masyarakat, harga BBM subsidi seperti Pertalite akan dibanderol mencapai Rp 14.000 per liter dari yang sekarang berlaku sebesar Rp 10.000 per liter. Pada jenis Solar Subsidi harga diproyeksikan mencapai Rp 9.500 per liter dari yang saat ini berlaku sebesar Rp 6.800 per liter.
Sedangkan untuk BBM jenis Pertamax diproyeksikan akan naik menjadi Rp 16.500 per liter dari yang berlaku sekarang Rp 12.300 per liter.
Dengan begitu, Laode menegaskan informasi soal harga BBM yang beredar tersebut merupakan informasi yang salah.
"Info yang salah," tegasnya.
(wia)
Addsource on Google

3 hours ago
4















































