13 Sunnah Rasulullah di Bulan Ramadhan yang Sering Dilupakan

4 hours ago 3
  • Mengapa sunnah-sunnah di bulan Ramadhan sering terlupakan?
  • Apa saja contoh sunnah Rasulullah di bulan Ramadhan yang sering terlupakan?
  • Apa keutamaan menghidupkan amalan sunnah di bulan Ramadhan?

Baca artikel ini 5x lebih cepat

Liputan6.com, Jakarta - Ramadhan adalah bulan yang agung yang kehadirannya selalu dinantikan oleh setiap muslim yang merindukan ampunan dan limpahan pahala. Umat Islam berlomba meningkatkan amal dan ibadah. Namun, ternyata ada sunnah-sunnah Rasulullah di bulan Ramadhan yang sering dilupakan.

Padahal, sunnah-sunnah inilah yang dapat menyempurnakan ibadah puasa kita dan menjadikannya lebih bernilai di sisi Allah. Lantas, mengapa sunnah-sunnah tertentu bisa terlupakan?

Dalam kajian para ulama, setidaknya ada tiga faktor penyebab. Pertama karena dianggap sederhana dan remeh. Kedua karena kesibukan duniawi, dan yang ketiga syahwat atau godaan setan.

Padahal, Rasulullah ﷺ bersabda, "Janganlah kamu meremehkan kebaikan sedikit pun, meskipun (hanya) engkau bertemu saudaramu dengan wajah yang berseri" (HR. Muslim).

Untuk menghidupkan Ramadhan 2026 dengan sunnah Rasulullah, berikut ini adalah ulasan sunnah-sunnah Rasulullah di bulan Ramadhan.

Berikut adalah amalan-amalan sunnah yang diajarkan Rasulullah ﷺ namun sering terlupakan oleh umat Islam:

1. Menyegerakan Berbuka Puasa

Menyegerakan berbuka ketika matahari telah terbenam adalah sunnah yang sangat ditekankan. Rasulullah ﷺ bersabda:

لَا يَزَالُ النَّاسُ بِخَيْرٍ مَا عَجَّلُوا الْفِطْرَ

"Manusia akan senantiasa berada dalam kebaikan selama mereka menyegerakan berbuka" (HR. Bukhari dan Muslim).

Imam Ibnu Qasim Al-Ghazi dalam kitab Fathul Qarib menjelaskan bahwa menyegerakan berbuka termasuk salah satu dari tiga kesunahan utama dalam berpuasa, dengan syarat orang yang berpuasa telah meyakini terbenamnya matahari. Jika masih ragu, maka tidak diperkenankan untuk segera berbuka .

Sayangnya, masih banyak orang yang menunda berbuka karena kesibukan atau menunggu hidangan lengkap, padahal berbuka tepat waktu adalah sunnah yang membawa keberkahan .

2. Berbuka dengan Kurma atau Air Putih

Rasulullah ﷺ mengajarkan untuk berbuka dengan kurma, dan jika tidak ada, maka dengan air putih. Beliau bersabda:

إِذَا أَفْطَرَ أَحَدُكُمْ فَلْيُفْطِرْ عَلَى تَمْرٍ فَإِنَّهُ بَرَكَةٌ فَإِنْ لَمْ يَجِدْ تَمْرًا فَعَلَى مَاءٍ فَإِنَّهُ طَهُورٌ

"Apabila salah seorang di antara kalian berbuka, maka berbukalah dengan kurma, sebab kurma itu mendatangkan berkah. Namun apabila tidak ada, berbukalah dengan air karena air itu bersih" (HR. Abu Dawud) .

Kebanyakan orang lebih memilih langsung menyantap makanan berat saat berbuka dan melupakan sunnah sederhana ini. Padahal, selain mengikuti sunnah, berbuka dengan kurma dan air juga memiliki manfaat kesehatan bagi tubuh yang baru saja berpuasa seharian.

3. Mengakhirkan Sahur

Sahur adalah sunnah yang memiliki banyak keberkahan. Rasulullah ﷺ bersabda:

تَسَحَّرُوا فَإِنَّ فِي السَّحُورِ بَرَكَةً

"Makan sahurlah kalian, karena sesungguhnya dalam sahur itu terkandung berkah" (HR. Bukhari dan Muslim) .

Dalam hadits lain, beliau bersabda:

لَا تَزَالُ أُمَّتِي بِخَيْرٍ مَا عَجَّلُوا الْفِطْرَ وَأَخَّرُوا السَّحُورَ

"Umatku senantiasa berada dalam kebaikan selama mereka menyegerakan berbuka dan mengakhirkan sahur" (HR. Ahmad) .

Ulama sepakat bahwa disunnahkan mengakhirkan sahur mendekati waktu subuh, selama tidak sampai menimbulkan keraguan akan masuknya waktu fajar. Imam an-Nawawi dalam Syarah Muslim menjelaskan bahwa hikmah mengakhirkan sahur adalah untuk memberi kekuatan menjalani puasa dan sebagai pembeda dengan puasa ahli kitab.

4. Membaca Doa Berbuka

Momen berbuka adalah waktu mustajab untuk berdoa. Namun, karena tergesa-gesa menyantap hidangan, banyak orang lupa membaca doa berbuka yang diajarkan Rasulullah ﷺ:

اللَّهُمَّ لَكَ صُمْتُ وَبِكَ آمَنْتُ وَعَلَى رِزْقِكَ أَفْطَرْتُ

"Allahumma laka shumtu wa bika amantu wa 'ala rizqika afthartu"Artinya: "Ya Allah, hanya untuk-Mu aku berpuasa, kepada-Mu aku beriman, dan atas rezeki-Mu aku berbuka" (HR. Abu Dawud).

Doa lainnya yang juga diriwayatkan:

ذَهَبَ الظَّمَأُ وَابْتَلَّتِ الْعُرُوقُ وَثَبَتَ الْأَجْرُ إِنْ شَاءَ اللَّهُ

"Dzahabaz zhama'u wabtallatil 'uruqu wa tsabatal ajru insya Allah"Artinya: "Telah hilang rasa haus, telah basah urat-urat, dan telah tetap pahala, insya Allah" (HR. Abu Dawud).

Doa-doa sederhana ini mengandung makna syukur dan pengakuan bahwa segala nikmat berasal dari Allah.

5. Memberi Makan Orang Berbuka Puasa

Memberi makan orang yang berpuasa untuk berbuka adalah amalan sunnah yang sangat mudah dilakukan namun pahalanya luar biasa besar. Rasulullah ﷺ bersabda:

مَنْ فَطَّرَ صَائِمًا كَانَ لَهُ مِثْلُ أَجْرِهِ غَيْرَ أَنَّهُ لَا يَنْقُصُ مِنْ أَجْرِ الصَّائِمِ شَيْئًا

"Siapa memberi makan (iftar) orang yang berpuasa, maka baginya pahala seperti orang yang berpuasa tersebut, tanpa mengurangi pahala orang yang berpuasa itu sedikit pun juga" (HR. Tirmidzi) .

Keutamaan lain dari amalan ini disebutkan dalam hadits riwayat Abu Dawud dan Tirmidzi:

مَنْ سَقَى صَائِمًا سَقَاهُ اللَّهُ مِنْ حَوْضِي شَرْبَةً لَا يَظْمَأُ بَعْدَهَا حَتَّى يَدْخُلَ الْجَنَّةَ

"Barangsiapa memberi minum orang yang berpuasa, maka Allah akan memberinya minuman dari telagaku seteguk yang setelah itu ia tidak akan pernah haus hingga masuk surga" .

Sajian iftar dapat berupa apa saja, bahkan seteguk air putih atau beberapa butir kurma sudah termasuk dalam amalan mulia ini.

6. Menjaga Lisan dari Perkataan Kotor dan Sia-sia

Puasa tidak hanya menahan lapar dan dahaga, tetapi juga menahan seluruh anggota tubuh dari perbuatan dosa. Menjaga lisan dari perkataan kotor, ghibah (menggunjing), dan namimah (adu domba) adalah amalan yang sangat ditekankan.

Rasulullah ﷺ bersabda:

مَنْ لَمْ يَدَعْ قَوْلَ الزُّورِ وَالْعَمَلَ بِهِ فَلَيْسَ لِلَّهِ حَاجَةٌ فِي أَنْ يَدَعَ طَعَامَهُ وَشَرَابَهُ

"Barangsiapa yang tidak meninggalkan perkataan dusta dan perbuatan buruk, maka Allah tidak butuh ia meninggalkan makan dan minumnya" (HR. Bukhari) .

Imam Ibnu Qasim Al-Ghazi dalam Fathul Qarib menjelaskan bahwa meninggalkan ucapan kotor termasuk salah satu kesunahan puasa. Orang yang berpuasa harus menjaga mulutnya dari berkata bohong, menggunjing, mengumpat, dan lain-lain. Jika ada seseorang yang mengumpat padanya, maka hendaknya ia mengatakan, "Sesungguhnya aku sedang berpuasa" .

Imam an-Nawawi dalam kitab Al-Adzkar menambahkan bahwa ucapan tersebut bisa diucapkan dengan lisan atau cukup dalam hati .

7. Mandi Besar Sebelum Fajar

Bagi yang memiliki hadas besar seperti junub, haid, atau nifas, disunnahkan untuk mandi sebelum terbit fajar agar dapat memulai ibadah puasa dalam keadaan suci.

Syekh Zainuddin al-Malibari dalam kitab Fathul Mu'in menyebutkan:

وَسُنَّ غُسْلٌ عَنْ نَحْوِ جَنَابَةٍ قَبْلَ الفَجْرِ لِئَلَّا يَصِلَ الْمَاءُ إِلَى بَاطِنِ نَحْوِ أُذُنِهِ أَوْ دُبُرِهِ

"Termasuk kesunnahan dalam puasa adalah mandi dari hadats besar (seperti junub) sebelum fajar agar air tidak sampai ke bagian dalam seperti telinga atau duburnya" .

Amalan sederhana ini sering dilupakan karena orang cenderung menunda mandi hingga subuh. Padahal, selain untuk bersuci, mandi sebelum fajar juga membantu tubuh lebih segar menjalani ibadah di pagi hari.

8. Shalat Sunnah Qabliyah Subuh

Shalat sunnah qabliyah subuh (dua rakaat sebelum subuh) adalah shalat sunnah yang sangat ditekankan. Rasulullah ﷺ bersabda:

رَكْعَتَا الْفَجْرِ خَيْرٌ مِنَ الدُّنْيَا وَمَا فِيهَا

"Dua rakaat shalat fajar (qabliyah subuh) lebih baik daripada dunia dan seisinya" (HR. Muslim) .

Salah satu hikmah mengakhirkan sahur menjelang waktu subuh adalah agar kita tidak terlewat menjalankan shalat subuh berjamaah sekaligus mengerjakan qabliyah subuh. Jika sahur terlalu dini, kita rentan tertidur dan melewatkan keutamaan besar ini .

9. Memperbanyak Dzikir Pagi dan Petang

Dzikir pagi dan petang adalah amalan sunnah yang bisa dilakukan di sela-sela aktivitas sehari-hari. Namun, kesibukan bekerja sering membuat kita lalai dari dzikir.

Bagi masyarakat perkotaan yang sibuk, dzikir dapat dilakukan sambil dalam perjalanan menuju kantor dengan mendengarkan murattal atau dzikir melalui ponsel . Yang penting adalah menjaga lisan tetap basah dengan menyebut nama Allah.

Allah berfirman:

فَاذْكُرُونِي أَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوا لِي وَلَا تَكْفُرُونِ

"Berzikirlah (ingatlah) kepada-Ku, niscaya Aku ingat kepadamu. Bersyukurlah kepada-Ku dan janganlah kamu ingkar kepada-Ku" (QS. Al-Baqarah: 152).

10. Qailulah (Tidur Sejenak Sebelum Dzuhur)

Qailulah atau tidur sejenak sebelum waktu dzuhur adalah sunnah yang diajarkan Rasulullah ﷺ untuk membantu seseorang bangun malam (tahajud).

Rasulullah ﷺ bersabda:

اسْتَعِينُوا بِطَعَامِ السَّحَرِ عَلَى صِيَامِ النَّهَارِ وَبِالْقَيْلُولَةِ عَلَى قِيَامِ اللَّيْلِ

"Mintalah bantuan dengan menyantap makan sahur agar kuat puasa di siang hari. Dan mintalah bantuan dengan tidur sejenak siang agar kuat shalat malam" (HR. Ibnu Majah) .

Imam Syarbini rahimahullah menyimpulkan bahwa disunnahkan bagi orang yang ingin melakukan shalat tahajud untuk ber-qailulah, yaitu tidur sebelum dzuhur. Manfaat qailulah bagi orang yang berpuasa seperti halnya sahur: memberikan energi untuk melanjutkan ibadah di sisa hari .

11. Memperbanyak Doa di Waktu Mustajab

Allah menjanjikan pengabulan doa bagi hamba-Nya yang berpuasa. Dalam Al-Qur'an, Allah berfirman:

وَإِذَا سَأَلَكَ عِبَادِي عَنِّي فَإِنِّي قَرِيبٌ أُجِيبُ دَعْوَةَ الدَّاعِ إِذَا دَعَانِ

"Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu (Muhammad) tentang Aku, maka sesungguhnya Aku dekat. Aku kabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia berdoa kepada-Ku" (QS. Al-Baqarah: 186).

Ayat ini, menurut para ulama, turun di tengah-tengah ayat tentang puasa, menunjukkan keistimewaan doa di bulan Ramadhan . Waktu-waktu mustajab untuk berdoa antara lain saat sahur, saat berbuka, dan di sepertiga malam terakhir.

12. Tadarus Al-Qur'an

Membaca Al-Qur'an sangat dianjurkan di bulan Ramadhan karena pada bulan inilah Al-Qur'an diturunkan. Rasulullah ﷺ bersabda:

اقْرَؤُوا الْقُرْآنَ فَإِنَّهُ يَأْتِي يَوْمَ الْقِيَامَةِ شَفِيعًا لِأَصْحَابِهِ

"Bacalah al-Qur`an, sesungguhnya ia datang pada hari kiamat sebagai pemberi syafaat bagi ahlinya (yaitu orang yang membaca, mempelajari dan mengamalkannya)" (HR. Muslim) .

Dalam ebook "Amalan-Amalan di Bulan Suci Ramadhan" disebutkan bahwa Rasulullah ﷺ selalu memperbanyak membaca Al-Qur`an di hari-hari Ramadhan. Aisyah radhiyallahu 'anha berkata:

وَلَا أَعْلَمُ نَبِيَّ الله ِقَرَأَ الْقُرْآنَ كُلَّهُ فِى لَيْلَةٍ, وَلَا قَامَ لَيْلَةً حَتَّى يُصْبِحَ وَلَا صَامَ شَهْرًا كَامِلًا غَيْرَ رَمَضَانَ

"Saya tidak pernah mengetahui Rasulullah ﷺ membaca al-Qur`an semuanya, sembahyang sepanjang malam, dan puasa sebulan penuh selain di bulan Ramadhan" (HR. Ahmad) .

Dalam hadits Ibnu Abbas yang diriwayatkan al-Bukhari, disebutkan bahwa Rasulullah ﷺ melakukan tadarus Al-Qur`an bersama Jibril setiap bulan Ramadhan .

13. I'tikaf di Sepuluh Hari Terakhir

I'tikaf atau berdiam diri di masjid untuk beribadah kepada Allah adalah sunnah yang sangat ditekankan, terutama di sepuluh hari terakhir Ramadhan dalam rangka mencari Lailatul Qadar.

Aisyah radhiyallahu 'anha meriwayatkan:

أَنَّ النَّبِيَّ ﷺ كَانَ يَعْتَكِفُ الْعَشْرَ الْأَوَاخِرَ مِنْ رَمَضَانَ حَتَّى تَوَفَّاهُ اللَّهُ

"Bahwasanya Nabi ﷺ biasa beri'tikaf pada sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan hingga beliau wafat" (HR. Bukhari dan Muslim) .

I'tikaf adalah amalan yang sangat dianjurkan karena di dalamnya terdapat Lailatul Qadar, malam yang lebih baik dari seribu bulan. Namun, kesibukan duniawi sering membuat umat Islam melupakan sunnah agung ini.

Kenapa Sunnah-Sunnah Tersebut Sering Dilupakan?

Mengapa sunnah-sunnah tertentu bisa terlupakan? Dalam kajian para ulama, setidaknya ada tiga faktor utama:

Pertama, sunnah tersebut mungkin dianggap remeh karena terlihat sederhana. Padahal, Rasulullah ﷺ bersabda, "Janganlah kamu meremehkan kebaikan sedikit pun, meskipun (hanya) engkau bertemu saudaramu dengan wajah yang berseri" (HR. Muslim).

Kedua, budaya tergesa-gesa dan kesibukan duniawi sering membuat umat Islam lebih memilih ibadah yang tampak besar dan mengabaikan yang kecil.

Masyarakat perkotaan, misalnya, lebih fokus pada target khatam Al-Qur'an berkali-kali tetapi melupakan dzikir pagi petang yang bisa dilakukan sambil dalam perjalanan .

Ketiga, godaan syahwat dan pengaruh setan meskipun telah "diikat" di bulan Ramadhan, masih ada pengaruh dari hawa nafsu yang membuat manusia malas menjalankan sunnah .

Syekh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin rahimahullah pernah mengingatkan bahwa meninggalkan sunnah karena meremehkannya termasuk bentuk kelalaian yang dapat mengurangi kualitas keimanan seseorang.

Keutamaan-Keutamaan Amalan Sunnah di Bulan Ramadhan

Berikut ini adalah fadhilah menghidupkan sunnah-sunnah Rasulullah SAW di bulan Ramadhan:

1. Menyempurnakan Ibadah Wajib

Amalan sunnah berfungsi sebagai penyempurna kekurangan yang mungkin terjadi pada ibadah wajib. Imam an-Nawawi dalam Syarah Muslim menjelaskan bahwa shalat sunnah menambal celah-celah kekurangan dalam shalat wajib. Demikian pula dengan amalan sunnah lainnya dalam puasa.

2. Mendapatkan Pahala Berlipat Ganda

Setiap amalan kebaikan di bulan Ramadhan dilipatgandakan pahalanya. Rasulullah ﷺ bersabda bahwa umrah di Ramadhan setara dengan haji bersamanya. Begitu pula dengan amalan sunnah lainnya, pahalanya berlipat ganda dibanding bulan-bulan lain.

3. Meraih Keberkahan Lailatul Qadar

Dengan menghidupkan sunnah-sunnah seperti i'tikaf, tadarus Al-Qur'an, dan shalat malam di sepuluh hari terakhir, seorang muslim berpeluang besar meraih Lailatul Qadar, malam yang lebih baik dari seribu bulan .

4. Mendapatkan Cinta Allah

Rasulullah ﷺ bersabda dalam hadits qudsi: "Dan senantiasa hamba-Ku mendekatkan diri kepada-Ku dengan amalan-amalan sunnah, sehingga Aku mencintainya" (HR. Bukhari).

5. Mengikuti Teladan Rasulullah SAW

Allah berfirman: "Sungguh, telah ada pada diri Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu" (QS. Al-Ahzab: 21).

Dengan menghidupkan sunnah, kita menunjukkan kecintaan dan ketaatan kepada Rasulullah ﷺ, yang akan menjadi syafaat bagi kita di hari kiamat.

6. Mendapatkan Keberkahan dalam Hidup

Setiap sunnah yang dihidupkan membawa keberkahan. Sahur membawa berkah, berbuka dengan kurma membawa berkah, dan seterusnya. Keberkahan ini tidak hanya dirasakan di dunia, tetapi juga menjadi bekal di akhirat.

7. Melatih Kedisiplinan dan Konsistensi

Amalan sunnah yang dilakukan secara rutin melatih kita untuk istiqomah dalam beribadah. Rasulullah ﷺ bersabda: "Amalan yang paling dicintai Allah adalah yang paling konsisten (terus-menerus) dilakukan meskipun sedikit" (Muttafaq 'Alaih).

People also Ask:

Rasulullah saw pernah ditanya sedekah apakah yang paling mulia beliau menjawab yaitu sedekah dibulan Ramadhan HR Tirmidzi?

Rasulullah saw pernah ditanya, “Sedekah apakah yang paling mulia?” Beliau menjawab: “Yaitu sedekah dibulan Ramadhan” (HR Tirmidzi). Bersedekah di bulan Ramadhan adalah bentuk sedekah yang paling utama dan mulia, karena pahalanya dilipatgandakan oleh Allah SWT.

Apa saja tujuh Sunnah yang terlupakan?

Dokumen ini menguraikan tujuh Sunnah yang terlupakan yang dapat mendatangkan berkah (barakah) yang signifikan dalam kehidupan sehari-hari. Ini termasuk memasuki rumah dengan salam, menggunakan miswak, minum air sambil duduk, memakai sepatu kanan terlebih dahulu, tersenyum kepada orang lain, tidur di sisi kanan, dan mengucapkan bismillah sebelum melakukan suatu pekerjaan .

Hadits Barang siapa senang dengan datangnya bulan Ramadhan?

Artinya : “Siapa yang bergembira dengan masuknya Bulan Ramadhan, ALLAH akan mengharamkan jasadnya masuk neraka.” SUBHANALLAH, dengan bergembira saja, kita akan mendapatkan kebahagiaan di akherat yaitu diselamatkan dari siksa api neraka, aamiin.

Sebutkan 4 amalan sunnah di bulan Ramadhan?

10 Amalan yang dianjurkan ketika Bulan RamadhanBerpuasa dengan Ikhlas. ...Shalat Tarawih. ...Membaca Al-Qur'an. ...Bersedekah. ...I'tikaf di Masjid. ...Memperbanyak Dzikir dan Doa. ...Menyegerakan Berbuka dan Mengakhirkan Sahur. ...Menjaga Lisan dan Perbuatan.

Anda Sedang Mengikuti Pembahasan Seputar

Nanik Ratnawati, Fadila AdelinTim Redaksi

Share

Read Entire Article
Kabar Sehat | Legenda | Hari Raya | Pemilu |