- Doa awal Ramadhan dibaca kapan?
- Apa saja amalan sunnah khusus di bulan Ramadhan?
- Doa menjalankan puasa Ramadhan?
Baca artikel ini 5x lebih cepat
Liputan6.com, Jakarta - Ramadhan adalah anugerah terbesar bagi mereka yang ingin berubah. Doa agar Ramadhan menjadi momentum hijrah diri menjadi modal kekuatan spiritual untuk memohon kekuatan, ampunan, dan keteguhan hati dalam proses hijrah.
Buku Doa Mustajab Bulan Ramadhan terbitan Olive House, Malaysia, Ramadhan adalah madrasah ruhaniyah yang dihadirkan Allah Taala setiap tahun kepada umat Islam. Ramadhan adalah momentum hijrah, perpindahan spiritual dari kondisi kelalaian menuju ketakwaan yang sempurna.
Allah SWT berfirman: “Sesungguhnya Allah tidak mengubah keadaan suatu kaum hingga mereka mengubah apa yang ada pada diri mereka sendiri” (QS Ar-Ra‘d [13]: 11). Ayat ini, menurut Imam al-Thabari dalam Jâmi‘ al-Bayân, menegaskan bahwa perubahan hakiki berawal dari kesungguhan individu. Ramadan dengan segala keutamaannya adalah sarana paling efektif untuk memulai transformasi tersebut.
Berikut adalah doa-doa pilihan dari buku Doa Mustajab Bulan Ramadhan yang sangat relevan untuk dijadikan senjata hijrah spiritual.
1. Penghulu Istighfar: Pintu Gerbang Hijrah
Tidak ada hijrah tanpa pengakuan dosa. Penghulu Istighfar (Sayyidul Istighfar) adalah doa pamungkas untuk memohon ampunan.
اللَّهُمَّ أَنْتَ رَبِّي لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ، خَلَقْتَني وَأَنَا عَبْدُكَ، وَأَنَا عَلَى عَهْدِكَ وَوَعْدِكَ مَا اسْتَطَعْتُ، أَعُودُ بِكَ مِن شَرِّ مَا صَنَعْتُ، أَبُوءُ لَكَ بِنِعْمَتَكَ عَلَى، وَأَبُوءُ بِذَنْي فَاغْفِرْ لِي؛ فَإِنَّهُ لَا يَغْفِرُ الدُّنُوبَ إِلَّا أَنْتَ
Latin: Allāhumma Anta Rabbī, lā ilāha illā Anta, khalaqtanī wa ana 'abduka, wa ana 'alā 'ahdika wa wa'dika mastatha'tu, a'ūdzu bika min syarri mā shana'tu, abū'u laka bi ni'matika 'alayya, wa abū'u bi dzanbī, faghfir lī, fa innahū lā yaghfirudz dzunūba illā Anta.
Artinya: "Ya Allah, Engkaulah Tuhanku, Tiada Tuhan selain Engkau, Engkaulah yang menjadikan aku. Sedang aku adalah hamba-Mu dan aku di dalam genggaman-Mu dan di dalam perjanjian setia (beriman dan taat) kepada-Mu sekuat mampu. Aku berlindung kepada-Mu dari kejahatan yang telah kulakukan. Aku mengakui atas segala nikmat yang telah Engkau berikan kepadaku dan aku mengaku segala dosaku. Maka ampunilah aku. Sesungguhnya tidak ada yang dapat mengampuni segala dosa kecuali Engkau.".
Dalam kitab Al-Adzkar, Imam An-Nawawi menjelaskan bahwa siapa pun yang membaca sayyidul istighfar di siang hari dengan penuh keyakinan lalu meninggal sebelum petang, maka ia termasuk penghuni surga. Begitu pula yang membacanya di malam hari. Doa ini menggabungkan pengakuan atas dosa dan pengakuan atas nikmat, dua pilar utama tobat nasuha.
2. Doa Mohon Ampunan, Membersihkan Dosa Masa Lalu
رَبَّنَا ظَلَمْنَا أَنفُسَنَا وَإِن لَّمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُونَنَّ مِنَ الْخَاسِرِينَ
Latin: Rabbanā zhalamnā anfusanā wa illam taghfir lanā wa tarhamnā lanakūnanna minal khāsirīn.
Artinya: "Wahai Tuhan kami, kami telah menganiaya diri kami sendiri, dan kalau Engkau tidak mengampunkan kami dan memberi rahmat kepada kami, niscaya jadilah kami dari orang-orang yang rugi." (QS. Al-A'raf: 23).
Ini adalah doa yang dipanjatkan Nabi Adam AS setelah menerima kalimat dari Tuhannya. Dalam Tafsir Ibnu Katsir, doa ini mengajarkan bahwa mengakui kezaliman diri sendiri adalah langkah awal menuju ampunan Allah.
3. Doa Mohon Ditetapkan Hidayah, Agar Istiqamah di Jalan Hijrah
Hijrah yang paling berat adalah istiqamah setelah Ramadhan berakhir. Doa ini adalah benteng agar tidak tergelincir.
رَبَّنَا لَا تُزِغْ قُلُوبَنَا بَعْدَ إِذْ هَدَيْتَنَا وَهَبْ لَنَا مِن لَّدُنكَ رَحْمَةً إِنَّكَ أَنتَ الْوَهَّابُ
Latin: Rabbanā lā tuzigh qulūbanā ba'da idz hadaitanā wa hab lanā min ladunka rahmah, innaka Antal Wahhāb.
Artinya: "Wahai Tuhan kami! Janganlah Engkau memesongkan hati kami sesudah Engkau beri petunjuk kepada kami, dan kurniakanlah kepada kami limpah rahmat dari sisi-Mu; sesungguhnya Engkau jualah Tuhan yang melimpah-limpah pemberian-Nya." (QS. Ali Imran: 8).
Imam Al-Qurthubi dalam Tafsir-nya menyebutkan bahwa doa ini adalah permohonan agar keteguhan hati terus menyertai seorang mukmin. Para ulama salaf sangat sering membaca doa ini karena mereka menyadari bahwa hidayah adalah sesuatu yang harus dijaga, bukan sekadar diperoleh.
4. Doa Agar Diterima Amal dan Taubat: Hijrah Berbuah Penerimaan
رَبَّنَا تَقَبَّلْ مِنَّا ۚ إِنَّكَ أَنتَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ وَتُبْ عَلَيْنَا ۚ إِنَّكَ أَنتَ التَّوَّابُ الرَّحِيمُ
Latin: Rabbanā taqabbal minnā, innaka Antas Samī'ul 'Alīm, wa tub 'alainā, innaka Antat Tawwābur Rahīm.
Artinya: "Wahai Tuhan kami! Terimalah daripada kami (amal kami); sesungguhnya Engkau lah yang Maha Mendengar, lagi Maha Mengetahui; dan terimalah taubat kami; sesungguhnya Engkau lah Maha Penerima taubat, lagi Maha Mengasihani."
Doa ini adalah doa Nabi Ibrahim AS ketika membangun Kakbah bersama Ismail. Dalam Tafsir Fi Zhilalil Quran, Sayyid Qutb menjelaskan bahwa doa ini mengajarkan dua hal: memohon amal diterima dan memohon taubat diterima. Keduanya adalah kunci agar hijrah tidak sia-sia.
5. Doa Mohon Kesabaran dan Tawakal: Bekal Hijrah Sepanjang Hayat
رَبَّنَا أَفْرِغْ عَلَيْنَا صَبْرًا وَتَوَفَّنَا مُسْلِمِينَ
Latin: Rabbanā afrigh 'alainā shabran wa tawaffanā muslimīn.
Artinya:"Wahai Tuhan kami, limpahkanlah kesabaran kepada kami, dan matikanlah kami dalam keadaan Islam (berserah bulat-bulat kepada-Mu)." (QS. Al-A'raf: 126).
Doa ini dipanjatkan oleh para penyihir Fir'aun setelah mereka beriman kepada Musa. Saat diancam pemotongan tangan dan kaki, mereka justru memohon kesabaran.
Ibnu Abbas dalam riwayat Al-Bukhari menjelaskan bahwa mereka memohon agar diberikan kekuatan untuk tetap teguh di jalan Allah meskipun dalam tekanan.
6. Doa Malam Lailatul Qadar: Puncak Hijrah Spiritual
Saidatina Aisyah RA bertanya kepada Rasulullah SAW: "Sekiranya aku bertemu malam Lailatul Qadar, apakah yang perlu aku ucapkan?" Lalu Rasulullah SAW mengajarkan doa ini:
اللَّهُمَّ إِنَّكَ عَفُوٌّ تُحِبُّ الْعَفْوَ فَاعْفُ عَنِّي
Latin: Allāhumma innaka 'afuwwun tuhibbul 'afwa fa'fu 'annī.
Artinya: "Ya Allah, sesungguhnya Engkau Maha Pengampun dan amat suka akan keampunan, maka berikanlah keampunan kepadaku." (HR. Tirmidzi).
Dalam Syarah Shahih Muslim, Imam Nawawi menjelaskan bahwa keistimewaan doa ini terletak pada pengakuan bahwa Allah tidak hanya Maha Pengampun, tetapi juga mencintai keampunan. Ini adalah motivasi tertinggi bagi seorang hamba yang sedang berhijrah untuk terus memohon ampun.
7. Doa Mohon Kebaikan Ibu Bapak, Hijrah dengan Bakti
اَللّٰهُمَّ اغْفِرْلِيْ وَلِوَالِدَيَّ وَارْحَمْهُمَا كَمَا رَبَّيَانِيْ صَغِيْرًا
Latin: Allāhummaghfir lī wa li wālidayya warham humā kamā rabbayānī shaghīrā.
Artinya: "Wahai Tuhanku, ampunilah aku dan ibu bapaku, sayangilah mereka seperti mereka menyayangiku di waktu kecil."
Ini adalah intisari doa dalam QS. Al-Isra': 24. Hijrah diri tidak akan sempurna tanpa perbaikan hubungan dengan kedua orang tua.
8. Doa Agar Dijadikan Hamba yang Bersyukur: Menjaga Hasil Hijrah
رَبِّ أَوْزِعْنِي أَنْ أَشْكُرَ نِعْمَتَكَ الَّتِي أَنْعَمْتَ عَلَيَّ وَعَلَىٰ وَالِدَيَّ وَأَنْ أَعْمَلَ صَالِحًا تَرْضَاهُ وَأَدْخِلْنِي بِرَحْمَتِكَ فِي عِبَادِكَ الصَّالِحِينَ
Latin: Rabbi auzi'nī an asykura ni'matakallatī an'amta 'alayya wa 'alā wālidayya wa an a'mala shālihan tardhāhu wa adkhilnī bi rahmatika fī 'ibādikas shālihīn.
Artinya: "Ya Tuhanku berilah aku ilham untuk tetap mensyukuri nikmat-Mu yang telah Engkau anugerahkan kepadaku dan kepada dua orang ibu bapaku dan untuk mengerjakan amal soleh yang Engkau redhai; dan masukkanlah aku dengan rahmat-Mu ke dalam golongan hamba-hamba-Mu yang soleh." (QS. An-Naml: 19).
Doa Nabi Sulaiman AS ini adalah kunci agar hijrah yang telah dilakukan terus terpelihara dalam naungan syukur dan amal saleh.
Waktu-Waktu Mustajab di Bulan Ramadhan
Beberapa waktu mustajab yang sangat dianjurkan untuk memanjatkan doa:
- Sewaktu Sahur: Sepertiga malam terakhir adalah saat Allah turun ke langit dunia dan bertanya, "Siapa yang memohon ampun kepada-Ku, maka Aku akan mengampuninya."
- Menjelang Berbuka Puasa: Doa orang yang berpuasa saat berbuka adalah doa yang tidak tertolak.
- Sepertiga Malam: Waktu paling hening untuk bermunajat.
- Sepanjang Berpuasa: Keadaan berpuasa sendiri adalah kondisi mustajab.
- Di Antara Azan dan Iqamah: Waktu yang sering dilupakan padahal sangat utama.
- Pada Hari Jumat di Bulan Ramadhan: Perpaduan kemuliaan hari dan bulan.
- Pada Malam Lailatul Qadar: Malam yang lebih baik dari seribu bulan.
Ramadhan Momentum Hijrah yang Sempurna
Secara etimologis, hijrah berarti meninggalkan atau berpindah tempat. Namun dalam konteks spiritual, hijrah memiliki makna yang lebih dalam: perpindahan dari keburukan menuju kebaikan, dari kemaksiatan menuju ketaatan, dan dari kelalaian menuju kesadaran penuh akan Allah SWT .
Allah SWT berfirman dalam Al-Quran: "Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah keadaan suatu kaum sampai mereka mengubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri." (QS. Ar-Ra'd: 11)
Ayat ini menjadi landasan teologis bahwa perubahan—hijrah—harus dimulai dari dalam diri. Ramadhan adalah jawaban atas ayat ini. Ia hadir dengan sistem pelatihan intensif selama 29-30 hari untuk membentuk kebiasaan baru yang Islami.
1. Ramadhan Mengajarkan Disiplin dan Kesabaran
Puasa melatih umat Islam untuk disiplin menahan diri dari hal-hal yang membatalkan puasa, sekaligus sabar menghadapi cobaan lapar dan dahaga. Sifat-sifat ini adalah fondasi utama dalam proses hijrah.
2. Momentum Menghapus Dosa-Dosa Lalu
Rasulullah SAW bersabda: "Barang siapa yang berpuasa di bulan Ramadhan dengan penuh keimanan dan mengharapkan pahala dari Allah, maka akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu." (HR. Bukhari No. 38, Muslim No. 760).
Pengampunan dosa ini adalah bentuk "reset" spiritual yang membuka jalan bagi hijrah yang lebih ringan dan lapang.
3. Pelatihan Konsistensi Ibadah
Selama Ramadhan, umat Islam terbiasa dengan shalat tarawih, tadarus Al-Quran, dan qiyamul lail. Jika kebiasaan ini dipertahankan pasca-Ramadhan, maka itulah hijrah hakiki—perubahan permanen menuju kebaikan.
People also Ask:
Doa awal Ramadhan dibaca kapan?
Doa awal Ramadhan dibaca saat menyambut datangnya bulan suci, terutama saat melihat hilal (bulan sabit) di akhir bulan Sya'ban, atau setelah penetapan awal Ramadhan, biasanya pada malam pertama Ramadhan setelah Maghrib atau saat sahur, sebagai ungkapan syukur dan permohonan agar ibadah diterima. Waktu paling mustajab adalah ketika bulan terlihat dan setelah shalat Maghrib, dengan mengangkat tangan dan berdoa khusyuk.
Apa saja amalan sunnah khusus di bulan Ramadhan?
Ragam Amalan Sunnah di Bulan RamadanMenyegerakan Berbuka. Salah satu bentuk kasih sayang Allah dalam syariat puasa adalah anjuran untuk tidak menunda-nunda waktu berbuka. ...Menjaga Lisan Dalam Berbicara. ...Memperbanyak Sedekah. ...I'tikaf. ...Membaca Al-Qur'an.
Doa menjalankan puasa Ramadhan?
“Ya Allah, berkahilah kami di bulan Ramadhan. Bantulah kami menjalankan puasanya dan salatnya, serta terimalah amal kami.” Doa ini menegaskan bahwa keberhasilan menjalani Ramadhan membutuhkan pertolongan Allah SWT.
Doa berkah di bulan Ramadhan?
Berikut ini adalah doa yang diajarkan Rasulullah saw dalam ...Doa Agar Bertemu dengan Bulan Ramadhan. اَللَّهُمَّ سَلِّمْنـِي إِلَى رَمَضَانَ وَسَلِّمْ لِـي رَمَضَانَ وَتَسَلَّمْهُ مِنِي مُتَقَبَّلاً “ Ya Allah, antarkanlah aku hingga sampai Ramadhan, dan antarkanlah Ramadhan kepadaku, dan terimalah amal-amalku di bulan Ramadhan. ” (Lathaif Al-Ma'arif, hlm. 264).
Anda Sedang Mengikuti Pembahasan Seputar
Nanik Ratnawati, Fadila AdelinTim Redaksi
Share

5 hours ago
2
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3417971/original/030242600_1617341011-143290463_3493436664039357_2083209501957817431_n.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5501801/original/034251400_1770956928-unnamed__13_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5522378/original/080801300_1772763280-Ramadhan_2026_3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4599997/original/093433900_1696501516-pexels-alexy-almond-3756527_1_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2242528/original/098066300_1528364808-clouds-mosque-muslim-87500.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4010961/original/082719200_1651214802-20220429-Itikaf-Lailatul-Qadar-5.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5514457/original/047318700_1772090963-047059900_1589431437-285194-P693MO-311.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/916176/original/009190200_1435802335-mobil-2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5517185/original/087112300_1772418746-Amplop_ketupat.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5517636/original/037027400_1772434717-meisya.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/921188/original/069945800_1436250558-header_salaamatan_bs.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5522023/original/056493200_1772707726-Ruang_Keluarga.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5343705/original/075719100_1757470338-gac_aion_v_launched_in_europe-3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5159323/original/011934800_1741710369-zakat.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4010962/original/065645500_1651214803-20220429-Itikaf-Lailatul-Qadar-6.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5520075/original/094163400_1772605889-Modena.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5355482/original/010492400_1758338914-q.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3127703/original/091823000_1589431438-unknown-person-sitting-indoors-2112049__1_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5518091/original/053492900_1772461446-Ramadan_Hub.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5518446/original/031235500_1772508787-febby_rastanty.jpg)




























