Ade Armando Mundur dari PSI setelah Dilaporkan ke Polisi terkait Video JK

3 hours ago 3

loading...

Ade Armando resmi mengundurkan diri sebagai kader Partai Solidaritas Indonesia (PSI). Langkah ini diambil lantaran Ade tak ingin PSI terseret kasus dengan Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 Jusuf Kalla (JK). Foto/Achmad Al Fiqri

JAKARTA - Ade Armando resmi mengundurkan diri sebagai kader Partai Solidaritas Indonesia ( PSI ). Langkah ini diambil lantaran Ade tak ingin PSI terseret kasus dengan Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 Jusuf Kalla (JK).

Ade memastikan, tak ada konflik dirinya dengan PSI. Baginya, keputusan ini untuk kebaikan bersama. "Tidak ada konflik di antara saya dengan PSI, tapi saya mundur menurut saya demi kebaikan bersama," kata Ade dalam jumpa pers di Kantor DPP PSI, Jakarta Pusat, Selasa (5/5/2026).

Ade menjelaskan, jalan politiknya ini ditempuh agar PSI tak terus dikaitkan dengan kontroversi yang kerap menimpanya. Termasuk, kasus Ade dengan JK.

Ade merupakan pihak terlapor lantaran turut menyebarkan potongan video ceramah JK yang dinilai mengandung narasi provokatif di Masjid Universitas Gadjah Mada (UGM).

Baca Juga: 40 Ormas Islam Laporkan Grace Natalie, Ade Armando, dan Abu Janda ke Bareskrim Buntut Potong Ceramah JK

"Selama ini saya terlalu sering jadi sasaran tembak akibat ucapan saya, komentar saya, kritik saya terhadap berbagai pihak. Dan kali ini yang tadi dikatakan adalah terkait dengan adanya pelaporan dari pihak-pihak yang menganggap eh misalnya saja saya sengaja menghasut, memprovokasi, atau bahkan ada tuduhan saya memfitnah Pak JK dan seterusnya," ungkapnya.

Ade mengaku tidak masalah apabila dilaporkan karena dianggap menghasut dan memprovokasi. "Seandainya itu memang hanya yang jadi sasaran tembaknya adalah hanya saya, menurut saya ya saya tidak keberatan, saya akan hadapi. Kalau saya dipanggil oleh polisi, saya akan datang, saya akan jelaskan bahwa saya tidak pernah melakukannya. Masalahnya, pada saat yang sama, ternyata ada kelompok-kelompok atau pihak-pihak yang menurut saya dengan sengaja mengorkestrasi ini untuk juga menyerang atau menghancurkan PSI. Dan saya tidak terima itu," jelasnya.

Read Entire Article
Kabar Sehat | Legenda | Hari Raya | Pemilu |