Liputan6.com, Jakarta - Bulan Ramadhan adalah waktu yang sangat istimewa dalam kalender Islam karena setiap amal kebaikan dijanjikan pahala yang dilipatgandakan oleh Allah SWT. Momentum ini menjadi kesempatan emas bagi umat Muslim untuk meningkatkan ibadah dan mempererat hubungan dengan Sang Pencipta.
Hadits Rasulullah SAW menegaskan bahwa bulan ini memiliki keutamaan luar biasa, di mana mendekatkan diri kepada Allah SWT dengan suatu kebaikan, nilainya setara dengan melakukan perbuatan wajib di bulan lain. Bahkan, satu amalan wajib di bulan ini bisa mendapatkan pahala hingga 70 kali lipat dibandingkan ketika dilakukan di luar Ramadhan.
Karena itu, umat Islam dianjurkan untuk memanfaatkan Ramadhan dengan memperbanyak amal shalih, seperti shalat, sedekah, membaca Al-Qur’an, dan berbuat kebaikan. Bulan penuh berkah ini adalah waktu yang tepat untuk introspeksi diri, bertaubat, dan mengumpulkan pahala sebanyak-banyaknya.
Puasa dengan Ikhlas dan Mengharapkan Ridha Allah SWT
Puasa adalah ibadah fundamental di bulan Ramadhan yang hukumnya wajib bagi setiap Muslim yang memenuhi syarat. Ibadah ini tidak hanya sekadar menahan diri dari makan, minum, dan hal-hal yang membatalkan puasa, tetapi juga menuntut seorang Muslim untuk menjaga hati dan perbuatan dari hal-hal yang dapat mengurangi pahala puasa.
Melaksanakan puasa dengan penuh keimanan dan semata-mata mengharapkan pahala dari Allah SWT akan mendatangkan ampunan atas dosa-dosa yang telah lalu. Rasulullah SAW bersabda:
مَنْ صَامَ رَمَضَانَ إيْمَا نًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ
Artinya: "Barang siapa berpuasa di bulan Ramadhan karena Iman dan mengharap pahala dari Allah maka akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu." (HR Bukhari dan Muslim).
Shalat Tarawih dan Qiyamul Lail di Malam Ramadhan
Shalat Tarawih adalah shalat sunnah yang dianjurkan untuk dilaksanakan pada malam-malam Ramadhan setelah shalat Isya. Ibadah ini dapat dikerjakan secara individu maupun berjamaah di masjid, dan memiliki keutamaan yang sangat besar karena termasuk dalam kategori ibadah malam yang disunnahkan oleh Rasulullah SAW.
Selain Tarawih, amalan qiyam Ramadhan atau menghidupkan malam dengan ibadah juga memiliki keutamaan besar. Rasulullah SAW bersabda:
مَنْ قَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِArtinya: “Barang siapa melakukan qiyam Ramadhan karena iman dan mengharap pahala (ihtisab), maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.”
Hadits ini diriwayatkan oleh Muhammad dan tercantum dalam Sahih Bukhari serta Sahih Muslim. Amalan ini menjadi sarana untuk mendekatkan diri kepada Allah di sepertiga malam terakhir.
Membaca dan Mentadabburi Al-Qur'an
Bulan Ramadhan dikenal sebagai Syahrul Qur'an atau Bulan Al-Qur'an, karena pada bulan inilah kitab suci umat Islam diturunkan. Oleh karena itu, membaca dan memahami makna Al-Qur'an sangat dianjurkan selama Ramadhan. Umat Islam didorong untuk mengkhatamkan Al-Qur'an atau setidaknya membaca dan merenungi artinya setiap hari.
Pahala membaca satu huruf Al-Qur'an saja dianggap bernilai berkali lipat dibandingkan bulan biasa, terutama jika dibaca dengan penuh kekhusyukan dan tadabbur. Amalan ini tidak hanya memperkaya spiritualitas, tetapi juga memperdalam pemahaman akan ajaran Islam.
Setiap huruf yang dibaca dari Al-Qur’an diberi pahala, sesuai hadits dari Abu Hurairah: “Barang siapa membaca satu huruf dari Kitab Allah, maka ia akan mendapatkan satu kebaikan, dan satu kebaikan itu dilipatkan menjadi sepuluh.” (HR. Tirmidzi)
Memperbanyak Sedekah dan Kedermawanan
Sedekah di bulan Ramadhan memiliki keutamaan yang sangat besar dan pahalanya dilipatgandakan. Rasulullah SAW dikenal sebagai pribadi yang sangat dermawan, dan kedermawanan beliau semakin meningkat di bulan Ramadhan. Bahkan, sedekah di bulan Ramadhan disebut sebagai sedekah yang paling utama.
أَفْضَلُ الصَّدَقَةِ صَدَقَةُ رَمَضَانَArtinya: “Sedekah yang paling utama adalah sedekah di bulan Ramadhan.” Diriwayatkan oleh Al-Bukhari dan Muslim.
Memberi makan orang yang berbuka puasa juga termasuk sedekah yang sangat dianjurkan, di mana pahalanya seperti orang yang berpuasa itu sendiri tanpa mengurangi pahala orang tersebut. Selain itu, sedekah Subuh di bulan Ramadhan diyakini membawa keberkahan, kelapangan rezeki, serta perlindungan dari berbagai kesulitan hidup.
مَنْ فَطَّرَ صَائِمًا كَانَ لَهُ مِثْلُ أَجْرِهِ غَيْرَ أَنْ يُنْقَصَ مِنْ أَجْرِ الصَّائِمِ شَيْءٌ
“Barang siapa memberi makan orang yang berpuasa, baginya pahala seperti orang yang berpuasa itu sendiri, tanpa mengurangi pahala orang yang berpuasa tersebut.” Diriwayatkan oleh Tirmidzi dan Abu Dawud.
I'tikaf di Masjid untuk Mendekatkan Diri
I'tikaf adalah amalan berdiam diri di masjid dengan niat beribadah dan mendekatkan diri kepada Allah SWT. Amalan ini sangat dianjurkan, terutama pada sepuluh hari terakhir Ramadhan, untuk mencari malam Lailatul Qadar. Diriwayatkan bahwa Rasulullah SAW beri'tikaf selama sepuluh hari terakhir Ramadhan.
كَانَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ يَعْتَكِفُ فِي الْعَشْرِ الْأَوَاخِرِ مِنْ رَمَضَانَ
Artinya: “Rasulullah SAW biasa beri’tikaf pada sepuluh hari terakhir dari bulan Ramadhan.” Diriwayatkan oleh Al-Bukhari dan Muslim.
Memperbanyak Dzikir dan Doa
Dzikir dan doa merupakan sarana yang efektif untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT. Memperbanyak dzikir dan doa selama bulan Ramadhan dapat membantu umat Muslim menjaga kesadaran akan kehadiran Allah dalam setiap aktivitas sehari-hari.
Rasulullah SAW bersabda:
“Barang siapa memperbanyak doa di bulan Ramadhan, maka doanya dikabulkan.” (Riwayat Tirmidzi dan Ahmad, tentang keutamaan doa di bulan Ramadhan)
Hadits ini menjelaskan bahwa dzikir (mengingat Allah) dan doa merupakan ibadah yang sangat utama. Di bulan Ramadhan, pahala setiap amal, termasuk dzikir dan doa, dilipatgandakan.
Mencari Malam Lailatul Qadar
Salah satu keutamaan Bulan Ramadhan yang paling dinanti adalah malam Lailatul Qadar, yaitu malam yang lebih baik dari seribu bulan. Umat Islam dianjurkan untuk bersungguh-sungguh mencarinya, terutama pada sepuluh malam terakhir Ramadhan, dengan memperbanyak ibadah dan doa.
تَحَرَّوْا لَيْلَةَ الْقَدْرِ فِي الْعَشْرِ الْأَوَاخِرِ مِنْ رَمَضَانَ
Artinya: “Carilah malam Lailatul Qadar pada sepuluh malam terakhir dari Ramadhan.” (Riwayat Bukhari dan Muslim)
Al-Qur’an juga menegaskan keistimewaan malam ini:
إِنَّا أَنْزَلْنَاهُ فِي لَيْلَةِ الْقَدْرِ وَمَا أَدْرَاكَ مَا لَيْلَةُ الْقَدْرِ لَيْلَةُ الْقَدْرِ خَيْرٌ مِنْ أَلْفِ شَهْرٍ تَنَزَّلُ الْمَلَائِكَةُ وَالرُّوحُ فِيهَا بِإِذْنِ رَبِّهِمْ مِنْ كُلِّ أَمْرٍ (QS. Al-Qadr 97:1-4)
Terjemahan: “Sesungguhnya Kami menurunkannya (Al-Qur’an) pada malam Lailatul Qadar. Dan tahukah kamu apa malam Lailatul Qadar itu? Malam Lailatul Qadar lebih baik dari seribu bulan. Pada malam itu turun para malaikat dan Ruh (Jibril) dengan izin Tuhannya untuk mengatur segala urusan.”
Menjaga Lisan dan Perbuatan
Puasa tidak hanya berarti menahan lapar dan haus, tetapi juga menahan diri dari perkataan dan perbuatan buruk. Menjaga lisan dari ghibah, fitnah, dan perkataan yang tidak bermanfaat, serta menghindari perbuatan maksiat, adalah bagian integral dari ibadah puasa yang sempurna.
Rasulullah SAW bersabda:
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ ﷺ قَالَ:«مَنْ لَمْ يَدَعْ قَوْلَ الْبَاطِلَ وَالْعَمَلَ بِهِ فَلَا حَاجَةَ لِلَّهِ أَنْ يَدَعَ طَعَامَهُ وَشَرَابَهُ»
Artinya: “Barang siapa yang tidak meninggalkan perkataan dusta dan perbuatan dosa, maka Allah tidak membutuhkan dia untuk meninggalkan makan dan minumnya.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Menyegerakan Berbuka dan Mengakhirkan Sahur
Menyegerakan berbuka puasa dan mengakhirkan sahur bukan hanya sunnah, tetapi juga membawa keberkahan bagi pelaksananya. Rasulullah SAW menegaskan pentingnya menyegerakan berbuka dengan sabda:
يُفْطِرُ الصَّائِمُ حِينَ يُفْطِرُ فَإِنَّهُ لَا يَدْرِي لَعَلَّهُ يُبَرَّأُ بِهِ عَنْ النَّارِ
Artinya: “Orang yang berpuasa hendaknya segera berbuka ketika waktunya tiba, karena bisa jadi dengan itu Allah menghapus dosa-dosanya.” (HR. Ahmad, Abu Dawud, Tirmidzi)
Sementara itu, mengakhirkan sahur dianjurkan untuk mendapatkan keberkahan dan memudahkan puasa, sebagaimana sabda Rasulullah SAW:
تَسَحَّرُوا فَإِنَّ فِي السُّحُورِ بَرَكَةً
Artinya: “Lakukan sahur, karena sesungguhnya dalam sahur terdapat keberkahan.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Pertanyaan dan Jawaban Seputar Topik
1. Mengapa pahala amalan di bulan Ramadhan dilipatgandakan?
Bulan Ramadhan adalah bulan istimewa di mana Allah SWT melipatgandakan pahala setiap amal kebaikan sebagai bentuk kemurahan-Nya kepada umat Muslim.
2. Apa saja amalan utama yang pahalanya dilipatgandakan di bulan Ramadhan?
Amalan utama meliputi puasa dengan ikhlas, shalat tarawih, membaca dan mentadabburi Al-Qur'an, serta memperbanyak sedekah.
3. Kapan waktu terbaik untuk mencari malam Lailatul Qadar?
Malam Lailatul Qadar sangat dianjurkan untuk dicari, terutama pada sepuluh malam terakhir bulan Ramadhan.
4. Apakah menjaga lisan dan perbuatan termasuk amalan yang penting di bulan Ramadhan?
Ya, selain menahan lapar dan haus, puasa juga berarti menahan diri dari perkataan dan perbuatan buruk, yang merupakan bagian penting dari ibadah puasa.

8 hours ago
2
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5511029/original/082713600_1771861055-AKSI.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5506735/original/013845900_1771475144-keluatga_buka_puasa.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5508854/original/076227600_1771627074-4.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5509884/original/016369100_1771777444-SMARTFREN_Ramadan_Promo.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/1633384/original/012126300_1498313569-Masjid_Raya_Al_Mashun.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5382022/original/048339900_1760524874-Sholawat_dan_Berdzikir.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5509809/original/074693000_1771762773-IMG-20260222-WA0023.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4552319/original/085794300_1693014233-000_33TB22J.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5508989/original/009754500_1771646627-tempat_makan_dekat_stasiun_senen5.webp)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3419757/original/096492500_1617596681-IMG_7389.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5508149/original/000933100_1771567036-ivan.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5507282/original/042303900_1771488416-611690465_18551369515039800_5623139189157550141_n.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5509210/original/054924500_1771663566-Koleksi_dari_Zaskia_Mecca.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5371443/original/090307800_1759655308-000_77QL4RK.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5508703/original/056868800_1771587285-Gemini_Generated_Image_bf0ew7bf0ew7bf0e.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5503059/original/016909700_1771077116-Player_Best_Moment_By_Antangin_Ayo_Jol__Lebih_baik_di_babak_kedua__Persebaya__Persebayauntuksemu__1_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5507759/original/025480600_1771548984-Booyah_Ramadan_Free_Fire_2026_01.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5296575/original/005879800_1753595807-1000091385.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/1613324/original/040376100_1496499420-Masjid_Raya_Bandung_Huyogo_Simbolon__2_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4120045/original/038413400_1660195971-pexels-david-mceachan-87500.jpg)




























