AS Plinplan soal Perang Iran Berakhir: Sudah tapi Belum...

8 hours ago 2

loading...

Presiden AS Donald Trump sebut Operasi Epic Fury akan berakhir jika Iran setuju memberikan apa yang telah disepakati. Beda dengan pengumuman Menlu AS Marco Rubio yang sebut Operasi Epic Fury telah berakhir. Foto/White House

TEHERAN - Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS) Marco Rubio mengatakan pada Selasa bahwa Operasi Epic Fury—perang AS-Israel melawan Iran, yang dimulai pada 28 Februari dan memicu konflik regional—telah berakhir karena tujuannya telah tercapai. Menurutnya, Washington sekarang lebih memilih "jalan perdamaian".

Beberapa jam kemudian, Presiden AS Donald Trump mengumumkan bahwa operasi militer AS untuk memandu kapal-kapal yang terdampar melalui Selat Hormuz, Project Freedom, yang diluncurkan sehari sebelumnya, telah dihentikan sementara.

Baca Juga: AS Bilang Perang Berakhir, tapi Jet Tempur F/A-18 Amerika Serang Kapal Tanker Iran

Namun, tampaknya bertentangan dengan sikap tegas Rubio, Trump pada Rabu menulis dalam sebuah unggahan media sosial bahwa Operasi Epic Fury akan berakhir jika Iran setuju untuk memberikan apa yang telah disepakati. "Jika tidak, pengeboman akan dimulai, dan sayangnya, akan berada pada tingkat dan intensitas yang jauh lebih tinggi daripada sebelumnya," tuis Trump di Truth Social.

Jadi, apakah perang AS-Israel terhadap Iran sudah berakhir? Inilah analisis retorika AS yang berubah dengan cepat.

Apa yang Disampaikan Rubio tentang Operasi Epic Fury?

Dalam konferensi pers di Gedung Putih pada hari Selasa, Rubio mengatakan kepada wartawan bahwa Operasi Epic Fury telah berakhir.

“Operasi Epic Fury telah selesai. Kami telah mencapai tujuan operasi tersebut,” kata Rubio.

“Kami tidak mendukung terjadinya situasi tambahan. Kami lebih memilih jalan perdamaian. Yang diinginkan presiden adalah kesepakatan,” katanya, merujuk pada upaya Pakistan untuk mengatur pembicaraan langsung antara Iran dan AS.

Putaran pertama dan satu-satunya perundingan sejauh ini di Islamabad bulan lalu berakhir tanpa resolusi. Kedua pihak telah mengajukan proposal baru sejak saat itu.

“Perundingan yang putus sambung dengan Iran, bersamaan dengan perubahan haluan mendadak Trump terkait Operasi Freedom untuk memandu kapal keluar dari Selat Hormuz, telah menciptakan kepanikan yang tidak diinginkan di Teluk,” kata Burcu Ozcelik, peneliti senior bidang keamanan Timur Tengah di lembaga think tank Royal United Services Institute yang berbasis di Inggris, kepada Al Jazeera, Kamis (7/5/2026).

“Hal ini juga mencerminkan upaya diplomasi rahasia yang sangat tegang dan hampir panik yang bertujuan untuk mendapatkan konsesi besar dari Teheran mengenai isu nuklir yang akan mengunci komitmen yang melebihi persyaratan sebelumnya dan yang akan meyakinkan AS untuk mencabut blokade terhadap pelabuhan Iran dan membuka jalan bagi pencabutan sanksi, sehingga secara efektif mengakhiri perang," paparnya.

Ozcelik menjelaskan bahwa Iran, di sisi lain, menginginkan jaminan bahwa ini akan menjadi akhir dari perang, bukan hanya jeda.

Apa yang Disampaikan Trump tentang Project Freedom?

Pada hari Selasa, Trump juga mengatakan kepada wartawan bahwa Project Freedom (Proyek Kebebasan) telah dihentikan sementara “berdasarkan permintaan” Pakistan dan negara-negara lain. "Serta fakta bahwa kemajuan besar telah dicapai menuju kesepakatan lengkap dan akhir dengan perwakilan Iran," tulis Trump di Truth Social.

Read Entire Article
Kabar Sehat | Legenda | Hari Raya | Pemilu |