Jakarta, CNBC Indonesia — Saat investor asing ramai-ramai melepas saham perbankan jumbo, aliran dana justru mengalir ke sejumlah saham energi dan konglomerasi pada perdagangan Rabu (16/4/2026).
Di balik tekanan jual bersih Rp982,3 miliar, asing tercatat melakukan akumulasi pada beberapa saham tertentu, mencerminkan strategi rotasi yang semakin terlihat di pasar.
Aksi beli asing terlihat terkonsentrasi pada saham energi dan komoditas seperti CUAN, MEDC, dan BRMS, menandakan sektor ini masih menjadi incaran di tengah volatilitas pasar.
Di sisi lain, masuknya saham defensif seperti TLKM dan INDF menunjukkan investor global tetap menjaga eksposur pada saham berfundamental kuat.
Berikut 10 saham dengan net foreign buy terbesar:
- PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk. (CUAN) - Rp61,1 miliar
- PT Medco Energi Internasional Tbk. (MEDC) - Rp50,8 miliar
- PT PT Merdeka Gold Resources Tbk. (EMAS) - Rp50,3 miliar
- PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk. (TLKM) - Rp45,8 miliar
- PT Indofood Sukses Makmur Tbk. (INDF) - Rp40,7 miliar
- PT Barito Pacific Tbk. (BRPT) - Rp35,9 miliar
- PT United Tractors Tbk. (UNTR) - Rp35,8 miliar
- PT Bumi Resources Minerals Tbk. (BRMS) - Rp23,8 miliar
- PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk. (CPIN) - Rp23,2 miliar
- PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (BBNI) - Rp21,5 miliar
Sementara itu, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah tipis pada perdagangan Kamis (16/4/2026), setelah bergerak fluktuatif sepanjang hari.
IHSG ditutup di level 7.621,38, turun 2,21 poin atau 0,03%. Sejak pembukaan, IHSG sebenarnya sempat bergerak di zona hijau dan menyentuh level tertinggi di kisaran 7.705, tetapi tekanan jual mulai meningkat menjelang siang hingga indeks sempat terperosok ke area 7.575.
Pada sesi II, IHSG mencoba rebound namun akhirnya kembali ditutup tipis di zona merah. Sebanyak 385 saham naik, 326 saham turun, dan 248 saham stagnan.
Dari sisi aktivitas perdagangan, nilai transaksi tercatat cukup ramai dengan total sekitar Rp17,88 triliun dan volume mencapai 37,19 miliar saham, dengan frekuensi transaksi sekitar 2,58 juta kali.
Kapitalisasi pasar tercatat berada di kisaran Rp13.584 triliun.
Adapun mengutip Refinitiv, IHSG ditopang Sejahteraraya Anugrahjaya (SRAJ) dengan kontribusi 8,64 indeks poin. Saham emiten rumah sakit milik DatoSri Tahir ini melesat 15,27% ke level 15.100.
(mkh/mkh)
Addsource on Google

4 hours ago
2
















































