Gelson Kurniawan, CNBC Indonesia
11 May 2026 12:45
Jakarta, CNBC Indonesia - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) tengah melakukan revisi Peraturan OJK (POJK) mengenai rencana bisnis bank (RBB). RBB ini ditujukan agar bank itu punya perencanaan terarah dan berkelanjutan, terutama penyaluran kredit ke program pemerintah.
Bank tetap diberikan keleluasaan strategi dengan profil risiko masing-masing perusahaan.
Sebagaimana diberitakan sebelumnya, OJK mendorong perbankan menyalurkan kredit ke program prioritas pemerintah lewat revisi Peraturan Nomor 5/POJK.03/2016 tentang RBB.
Data laporan tahunan dan keberlanjutan bank menunjukkan bank-bank di Indonesia baik BUMN ataupun swasta sudah memperlihatkan sinergi yang makin kuat antara sektor perbankan dan agenda strategis pemerintah.
Mengacu pada dokumen Laporan Tahunan dan Laporan Keberlanjutan tahun buku 2025, institusi perbankan utama di Indonesia telah menyelaraskan arah bisnis, penyaluran kredit, dan program tanggung jawab sosial mereka untuk mengawal realisasi program-program tersebut.
Keterlibatan sektor perbankan ini merupakan instrumen vital dalam menyediakan likuiditas, memfasilitasi transaksi digital berskala besar, serta mempercepat distribusi bantuan hingga ke tingkat akar rumput.
Mulai dari pembiayaan triliunan rupiah untuk ketahanan pangan dan transisi energi, hingga alokasi pendanaan khusus untuk pencegahan stunting dan program Makan Bergizi Gratis, industri perbankan nasional menunjukkan postur yang solid.
Berikut adalah elaborasi mendalam mengenai kontribusi masing-masing bank beserta rincian program kerjanya sepanjang tahun 2025.
PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI)
PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI) menempatkan fokus strategisnya pada penguatan fundamental sektor riil melalui pembiayaan komprehensif.
Pada aspek kedaulatan pangan, BNI merealisasikan penyaluran Kredit Usaha Rakyat sebesar Rp14,3 triliun yang secara spesifik dialokasikan untuk ketahanan pangan, ditopang oleh portofolio kredit korporasi sektor pertanian senilai Rp29,2 triliun.
Melalui ekosistem BNI Xpora, bank ini juga memfasilitasi penetrasi pasar global bagi komoditas lokal. Pada lini kemandirian energi, BNI memimpin fasilitas kredit sindikasi senilai Rp1,84 triliun untuk pembangunan pabrik kendaraan listrik VinFast, sekaligus mencatatkan pembiayaan ratusan unit kendaraan ramah lingkungan melalui BNI Multifinance.
Dalam mendukung pembangunan sumber daya manusia, BNI mengambil peran strategis sebagai mitra kementerian untuk pengelolaan transaksi program Makan Bergizi Gratis.
Perseroan juga merealisasikan tema "Sekolah Rakyat" dengan menyalurkan beasiswa dan merenovasi ratusan infrastruktur pendidikan. Pada sektor kesehatan, fokus diarahkan pada intervensi gizi guna menekan angka stunting di wilayah Nusa Tenggara Timur, Banten, dan Jawa Barat, serta penyaluran puluhan unit ambulans.
Terkait hilirisasi dan infrastruktur, kredit perindustrian BNI menembus angka Rp108,8 triliun. Bank ini juga bersiap menyalurkan 17.356 unit KPR FLPP pada 2026.
Untuk memperkuat ekonomi kerakyatan, BNI menginisiasi pembentukan Koperasi Desa Merah Putih dan memperluas jangkauan layanan perbankan melalui agen laku pandai di wilayah terdepan, terluar, dan tertinggal guna mendukung pengentasan kemiskinan melalui distribusi bantuan sosial.
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk mengerahkan kapasitas pembiayaannya secara masif untuk menyokong program prioritas nasional. Penyaluran kredit ke sektor pertanian tercatat menembus Rp197,4 triliun, yang mencakup seluruh rantai pasok dari produksi hingga pengolahan pangan.
Dukungan ini diperkuat dengan pendirian Sentra Pengolahan Beras Terpadu. Pada sektor kemandirian energi dan air, Bank Mandiri mendistribusikan pembiayaan energi terbarukan sebesar Rp12,9 triliun, membangun puluhan stasiun pengisian kendaraan listrik, serta menginisiasi program penyediaan air bersih di 34 titik krusial di Indonesia.
Sebagai bentuk dukungan terhadap program pendidikan, perseroan menargetkan fasilitasi program Makan Bergizi Gratis bagi sekitar 80 juta penerima manfaat melalui solusi digital, ditambah alokasi dana khusus untuk revitalisasi sarana sekolah.
Pada pilar kesehatan, Bank Mandiri aktif mendanai pemeriksaan kesehatan gratis, menyediakan puluhan ambulans, serta melaksanakan program penanggulangan stunting di kawasan timur Indonesia.
Dukungan terhadap hilirisasi terlihat dari penyaluran kredit industri manufaktur sebesar Rp131,3 triliun yang berfokus pada pengolahan mineral. Bank Mandiri juga berkomitmen penuh pada program 3 Juta Rumah melalui penyaluran KPR bersubsidi.
Peningkatan ekonomi kerakyatan didorong melalui digitalisasi 3,1 juta pelaku usaha via Livin' Merchant di pedesaan, sementara instrumen pengentasan kemiskinan dioptimalkan melalui penyaluran Kredit Usaha Rakyat senilai Rp41 triliun.
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI)
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) memfokuskan sumber dayanya pada penguatan ekonomi mikro yang berdampak langsung pada ketahanan nasional.
Pada pilar pangan, serapan pembiayaan pertanian menjadi kontributor terbesar dengan nilai Rp80,09 triliun atau setara 44,97% dari total KUR. Perseroan juga menerbitkan ratusan ribu Kartu Kusuka untuk ekosistem kelautan serta memfasilitasi penebusan jutaan ton pupuk bersubsidi.
Untuk mendukung kemandirian energi, pembiayaan berwawasan lingkungan perseroan tercatat mencapai Rp93,2 triliun, yang dialokasikan untuk proyek efisiensi energi dan keberlanjutan.
Dalam mendukung program pendidikan dasar, BRI mengalokasikan fasilitas pembiayaan senilai Rp104,4 miliar secara spesifik untuk pembangunan Dapur Makan Bergizi Gratis di berbagai wilayah.
Langkah ini diiringi dengan renovasi sarana prasarana sekolah di daerah terpencil dan pelaksanaan program beasiswa. Program intervensi gizi perseroan diimplementasikan secara intensif melalui gerakan penuntasan stunting.
Lebih lanjut, BRI melalui departemen sindikasi aktif bertindak sebagai pengatur utama pendanaan untuk proyek strategis infrastruktur dan hilirisasi pertambangan. Kontribusi di sektor perumahan direalisasikan lewat penyaluran KPR Subsidi senilai Rp16,16 triliun bagi masyarakat berpenghasilan rendah.
Pada aspek ekonomi desa dan penurunan kemiskinan, optimalisasi 1,19 juta agen BRILink terbukti efektif dalam memfasilitasi pencairan bantuan sosial terintegrasi yang mencapai Rp28,80 triliun bagi jutaan keluarga penerima manfaat.
PT Bank DBS Indonesia
PT Bank DBS Indonesia mengimplementasikan pendekatan pembiayaan berkelanjutan dan pemberdayaan komunitas untuk mendukung visi pemerintah.
Dalam sektor kedaulatan pangan, DBS Foundation memberikan pendanaan strategis untuk program pertanian cerdas iklim di Flores serta memberikan dukungan modal bagi bisnis yang memperluas akses pasar petani berskala kecil.
Terkait kemandirian energi, bank ini berkolaborasi dengan kementerian terkait untuk pengembangan infrastruktur Sistem Penyimpanan Energi Baterai berskala besar, sekaligus mendanai fasilitas pengolahan limbah menjadi energi dan memperluas instalasi air bersih di kawasan timur Indonesia.
Program pendidikan didukung melalui penyelenggaraan pelatihan intensif teknologi informasi bagi puluhan ribu peserta, serta inisiatif penyediaan fasilitas edukasi di pedesaan.
Di bidang kesehatan, perseroan menyuntikkan pendanaan operasional bagi perusahaan rintisan teknologi medis dan menjalin kemitraan erat dengan organisasi internasional untuk pemenuhan standar gizi anak usia dini.
Pada ranah hilirisasi dan infrastruktur, Bank DBS memosisikan pembangunan nasional dan pengolahan mineral sebagai mesin pertumbuhan utama dalam penyaluran kredit korporasinya.
Upaya menggerakkan ekonomi kerakyatan dan menekan kemiskinan direalisasikan melalui skema pembiayaan campuran bagi UMKM, pelatihan literasi keuangan bagi puluhan ribu pengusaha perempuan, serta penyaluran pinjaman triliunan rupiah kepada segmen masyarakat berpenghasilan rendah.
PT Bank CIMB Niaga Tbk
PT Bank CIMB Niaga Tbk turut menyumbangkan kapasitas finansialnya dalam mendukung ketahanan nasional. Pada lini pangan, penyaluran kredit korporasi bank mencatatkan pertumbuhan positif di sektor pertanian dan kehutanan, yang diselaraskan dengan inisiatif pembangunan kebun sekolah untuk memperbaiki standar nutrisi masyarakat lokal.
Komitmen pada transisi energi dibuktikan melalui percepatan program pembiayaan kendaraan listrik yang mencapai Rp1,49 triliun, pengoperasian instalasi panel surya di sejumlah kantor cabang utama, serta pemenuhan 36% kebutuhan energi operasional bank dari sumber energi baru terbarukan.
Dukungan terhadap kualitas sumber daya manusia diwujudkan lewat pemberian beasiswa secara masif, edukasi literasi keuangan digital kepada ratusan ribu pelajar, serta program pelatihan vokasi perbankan.
Untuk sektor kesehatan, intervensi difokuskan pada program penuntasan stunting yang menjangkau ratusan lembaga pendidikan anak usia dini, serta pelaksanaan skrining gizi secara ekstensif.
Transformasi hilirisasi dan infrastruktur didukung melalui ekspansi penyaluran kredit pada sektor industri manufaktur serta pengelolaan portofolio KPR yang mencapai Rp42,0 triliun, yang di dalamnya mencakup fasilitas pembiayaan khusus untuk hunian bersertifikasi hijau.
Ekosistem kerakyatan dan pengentasan kemiskinan dipacu melalui kucuran pendanaan UMKM senilai hampir Rp40 triliun, optimalisasi layanan keuangan digital terpadu, dan penyaluran dana kebajikan untuk pemberdayaan masyarakat rentan.
PT Bank Central Asia Tbk (BCA)
Sebagai institusi perbankan swasta terbesar, PT Bank Central Asia Tbk (BCA) menghadirkan kontribusi yang terukur dalam menopang agenda pembangunan nasional.
Program kedaulatan pangan didukung melalui penyaluran pembiayaan untuk usaha pertanian rakyat, pembinaan intensif petani lokal yang berhasil melipatgandakan tingkat produksi, serta komitmen pada pembiayaan komoditas perkebunan bersertifikasi standar keberlanjutan.
Dalam mendukung kemandirian energi, BCA menyalurkan kredit energi terbarukan berkapasitas besar dengan portofolio triliunan rupiah, berpartisipasi dalam ekosistem rantai pasok kendaraan listrik, dan merevitalisasi belasan titik mata air guna menjaga ketersediaan sumber daya air bersih.
Pada sektor pendidikan, perseroan memberikan ratusan beasiswa kepada mahasiswa berprestasi dan mengelola sekolah vokasi untuk mencetak tenaga kerja siap pakai di industri.
Intervensi kesehatan dilakukan dengan mendanai penyediaan gizi bagi ribuan bayi, mengoperasikan klinik layanan medis bersubsidi, dan menyelenggarakan operasi gratis bagi pasien kurang mampu.
Partisipasi dalam hilirisasi dan infrastruktur diwujudkan lewat pembiayaan komoditas pertambangan strategis, penyaluran kredit sindikasi berskala masif, serta peluncuran program fasilitas perumahan terjangkau berskema non-subsidi.
Ketahanan ekonomi desa dan upaya penurunan kemiskinan diperkuat melalui pendirian koperasi bagi pengrajin lokal, pembinaan puluhan desa wisata terpadu, penyaluran dana penanggulangan pascabencana, serta pendanaan triliunan rupiah untuk memberdayakan wirausaha perempuan di berbagai daerah.
PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI)
PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) menjalankan peran strategisnya dengan memadukan prinsip syariah dan kontribusi terhadap pembangunan nasional.
Pada pilar kedaulatan pangan, BSI fokus pada program Desa BSI yang mengoptimalkan sumber daya lokal di sektor pertanian dan peternakan, serta menyalurkan dana ZISWAF senilai Rp26,4 miliar untuk memperkuat ekosistem produktif petani.
Terkait kemandirian energi dan air, BSI mengimplementasikan penggunaan panel surya di kantor operasional dan menyalurkan pembiayaan kendaraan listrik sebesar Rp396 miliar.
Swasembada air juga didukung melalui pengadaan Water Station di kota-kota besar untuk menyediakan akses air layak minum bagi masyarakat secara cuma-cuma.
Pilar pendidikan menjadi salah satu prioritas utama BSI dengan penyaluran beasiswa pendidikan senilai Rp114,8 miliar yang menjangkau 23.000 penerima manfaat, serta pembiayaan triliunan rupiah untuk infrastruktur sekolah Islam dan kesejahteraan guru.
Di sektor kesehatan, BSI menyalurkan bantuan fasilitas medis dan santunan bagi anak yatim melalui dana kebajikan. Salah satu tonggak sejarah penting di tahun 2025 adalah peresmian BSI sebagai Bullion Bank (Bank Emas) pertama di Indonesia, yang secara langsung mendukung hilirisasi komoditas emas nasional.
Untuk perumahan, BSI aktif menyalurkan KPR Sejahtera FLPP dengan realisasi puluhan ribu unit rumah bagi masyarakat.
Penguatan ekonomi desa dijalankan melalui pembinaan UMKM Center di berbagai provinsi dan keterlibatan aktif dalam Koperasi Desa Merah Putih, sementara penurunan kemiskinan diakselerasi melalui penyaluran KUR Syariah sebesar Rp17 triliun dan distribusi ZISWAF yang menjangkau jutaan penerima.
PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN)
PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) memantapkan posisinya sebagai penggerak utama sektor perumahan nasional yang menjadi salah satu pilar krusial pemerintah.
Dalam mendukung kedaulatan pangan, BTN menyalurkan pembiayaan investasi untuk pembangunan pabrik pupuk berteknologi tinggi dan mengalokasikan anggaran tanggung jawab sosial sebesar Rp32,8 miliar untuk mendukung program tanpa kelaparan.
Di bidang kemandirian energi, bank ini memberikan modal kerja bagi perusahaan energi terbarukan dan mulai mengadopsi operasional ramah lingkungan melalui pemasangan panel surya di kantor pusat serta penggunaan armada kendaraan listrik secara bertahap.
Dukungan terhadap kedaulatan air diwujudkan melalui pembiayaan proyek Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM).
Pada sektor pendidikan, BTN menjalin kerja sama khusus untuk menyediakan 20.000 unit rumah subsidi bagi guru sebagai bentuk penghargaan atas jasa tenaga pendidik. Selain itu, BTN merenovasi puluhan sarana pendidikan dan memberikan bantuan dana pendidikan bagi mahasiswa.
Di bidang kesehatan, sektor layanan medis ditempatkan sebagai industri prioritas dalam portofolio kredit bank, diiringi dengan penguatan layanan perbankan bagi ekosistem rumah sakit.
Sebagai pilar utama hilirisasi dan infrastruktur, BTN mencatatkan piutang triliunan rupiah di sektor manufaktur dan pertambangan serta aktif mendukung transformasi infrastruktur kota besar.
Strategi ekonomi kerakyatan dijalankan melalui penyaluran KUR sebesar Rp1,07 triliun dan program pelatihan Housingpreneur bagi wirausaha muda.
Penurunan kemiskinan difokuskan pada pemberian akses hunian layak bagi pekerja sektor informal dan rehabilitasi rumah tidak layak huni melalui dana bantuan sosial perusahaan.
-
Sanggahan: Artikel ini adalah produk jurnalistik berupa pandangan CNBC Indonesia Research. Analisis ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan, atau menjual produk atau sektor investasi terkait. Keputusan sepenuhnya ada pada diri pembaca, sehingga kami tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan tersebut.
CNBC INDONESIA RESEARCH
(gls/gls)
Addsource on Google

5 hours ago
5

















































