BPS Keluarkan Peringatan, Waspadai Harga Pangan Meroket Jelang Lebaran

6 hours ago 4

Jakarta, CNBC Indonesia - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi pada momen Ramadan 2026 relatif lebih rendah dibandingkan Ramadan tahun sebelumnya. Meski demikian, pemerintah tetap diminta mewaspadai kenaikan harga sejumlah komoditas pangan yang mulai meningkat menjelang Lebaran.

Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti mengatakan, inflasi Ramadan pada Februari 2026 tercatat sebesar 0,68% secara bulanan (month to month). Angka ini jauh lebih rendah dibandingkan inflasi Ramadan pada Maret 2025 yang mencapai 1,65%.

"Momen Ramadan di tahun 2026 di bulan Februari ini, inflasinya relatif lebih rendah dibandingkan dengan momen Ramadan yang di tahun 2025. Jadi ini kalau kita lihat di momen Ramadan Februari 2026 0,68% dan tahun 2025 1,65%," kata Amalia dalam Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah, Senin (9/3/2026).

Secara historis, BPS mencatat Ramadan hampir selalu diikuti oleh kenaikan inflasi karena meningkatnya konsumsi masyarakat. Namun pada 2026, tekanan inflasi terlihat lebih terkendali.

Meski demikian, Amalia mengingatkan, komponen harga bergejolak (volatile food) masih menjadi sumber utama tekanan inflasi selama Ramadan. Pada Februari 2026, komponen ini memberikan andil inflasi sekitar 0,41%.

"Kami mencatat, yang perlu diperhatikan, bahwa pada saat momen Ramadan itu datang, yang harganya naik tinggi, antara lain adalah daging ayam ras, cabai rawit, ikan segar, cabai merah, dan di beberapa tempat telur ayam ras juga mengalami peningkatan," ujarnya.

Data BPS menunjukkan inflasi dari kelompok harga bergejolak memang selalu terjadi setiap Ramadan dalam lima tahun terakhir. Bahkan pada Ramadan 2026, inflasi komponen ini tercatat 2,50%, tertinggi dibanding periode Ramadan sebelumnya.

Komoditas yang paling sering mendorong inflasi dalam kelompok ini antara lain daging ayam ras, cabai rawit, telur ayam ras, beras, dan ikan segar.

Selain tekanan harga, BPS juga memantau penyebaran kenaikan harga di daerah. Berdasarkan Indeks Perkembangan Harga (IPH), beberapa komoditas mengalami kenaikan harga di ratusan kabupaten/kota.

Telur ayam ras misalnya, mengalami kenaikan harga di 210 kabupaten/kota, sementara cabai rawit di 177 daerah, daging ayam ras di 176 daerah, dan bawang merah di 136 daerah.

Karena itu, Amalia menegaskan, pemerintah pusat maupun daerah perlu melakukan langkah stabilisasi agar lonjakan harga tidak semakin besar menjelang Lebaran.

"Dengan demikian, catatan kami adalah dalam rangka menghadapi Idulfitri, tentunya beberapa komoditas yang perlu mendapatkan perhatian dari Bapak/Ibu semua adalah telur ayam ras, kemudian cabai rawit, daging ayam ras, dan bawang merah," kata dia.

"Untuk beras hanya ada di beberapa kabupaten/kota saja yang masih mengalami kenaikan harga beras, tapi yang paling penting adalah telur ayam ras, cabai rawit, daging ayam ras, dan bawang merah itu perlu mendapatkan perhatian untuk kemudian bisa mendapatkan stabilisasi," pungkasnya.

Materi paparan BPS dalam Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah, di Jakarta, Senin (9/3/2026). (Tangkapan Layar YouTube/Kemendagri)Foto: Materi paparan BPS dalam Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah, di Jakarta, Senin (9/3/2026). (Tangkapan Layar YouTube/Kemendagri)
Materi paparan BPS dalam Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah, di Jakarta, Senin (9/3/2026). (Tangkapan Layar YouTube/Kemendagri)

(dce)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Kabar Sehat | Legenda | Hari Raya | Pemilu |