Jakarta, CNBC Indonesia - Bos Tesla dan xAI, Elon Musk, kembali menjadi sorotan. Ia meninggalkan Amerika Serikat (AS) menuju China di tengah memanasnya persidangan gugatan melawan OpenAI dan CEO-nya, Sam Altman.
Kepergian Musk terjadi saat proses hukum yang ia ajukan terhadap OpenAI mulai berbalik menekannya. Padahal, hakim distrik AS Yvonne Gonzalez Rogers sebelumnya telah menetapkan Musk dalam status "pemanggilan kembali" atau on recall, yang berarti ia harus siap sewaktu-waktu dipanggil lagi untuk memberikan kesaksian di pengadilan.
Namun, Musk justru diketahui terbang ke China bersama Presiden AS Donald Trump dalam kunjungan diplomatik resmi.
Dalam sidang penutup yang digelar hari ini, pengacara utama Musk, Steven Molo, bahkan membuka argumennya dengan permintaan maaf atas absennya sang miliarder.
"Dia menyesal tidak bisa hadir," ujar Molo dalam persidangan, seperti dikutip The Verge, Jumat (15/5/2026).
Menurut laporan eksklusif NBC News, Musk tidak pernah memperoleh izin resmi dari hakim untuk bepergian ke luar negeri selama status pemanggilan kembali masih berlaku. Meski tidak ada larangan eksplisit untuk bepergian, langkah Musk disebut berisiko secara hukum.
Profesor hukum Universitas Vanderbilt, Jeffrey Bellin, menyebut tindakan tersebut tidak lazim dilakukan seorang saksi persidangan.
"Seorang saksi biasa tidak akan meninggalkan negara jika mereka berada dalam status pemanggilan kembali," kata Bellin kepada NBC News.
"Jika saya adalah pengacaranya, saya akan memastikan bahwa jika saksi saya berada dalam status pemanggilan kembali dan dia telah meninggalkan negara, hakim harus menyetujuinya," tambahnya.
Selama memberikan kesaksian di pengadilan, Musk beberapa kali terlihat emosional dan defensif saat menjawab pertanyaan pengacara lawan. Ia bahkan menyebut sejumlah pertanyaan yang diajukan kepadanya "sangat kompleks".
Dalam persidangan tersebut, Musk juga dinilai gagal mempertahankan beberapa klaim lamanya, termasuk terkait pengembangan artificial general intelligence (AGI) di Tesla dan jumlah dana yang pernah ia gelontorkan ke OpenAI.
Ia juga mengakui tidak membaca secara rinci dokumen restrukturisasi OpenAI yang dibagikan Altman. Selain itu, Musk tampak kesulitan menjelaskan hubungan Shivon Zilis, yakni mantan anggota dewan OpenAI sekaligus mantan stafnya, yang diketahui merupakan ibu dari beberapa anaknya.
Hakim Yvonne Gonzalez Rogers bahkan sempat memerintahkan Musk untuk berhenti mengomentari persidangan di media sosial selama proses hukum berlangsung.
Perseteruan antara Musk dan OpenAI sendiri telah berlangsung cukup lama. Musk menggugat perusahaan AI tersebut karena menilai OpenAI telah menyimpang dari misi awalnya sebagai organisasi nirlaba yang berfokus pada pengembangan kecerdasan buatan demi kepentingan publik.
(tfa)
Addsource on Google

3 hours ago
5

















































