Jakarta, CNBC Indonesia - Lonjakan harga minyak dunia bisa menjadi pintu bagi peningkatan penggunaan biofuel di Indonesia. Program B50 diharapkan menjadi solusi bagi ketahanan energi dalam negeri ketika perang di Timur Tengah masih berkepanjangan.
Harga minyak melonjak menembus US$ 100 per barel pada hari ini, Senin (9.3/2026) akibat memanasnya Timur Tengah. Lonjakan ini tentu saja membebani Indonesia yang masih menggantungkan hidupnya dengan impor minyak.
Indonesia yang merupakan produsen terbesar minyak sawit mentah (Crude Palm Oil/CPO) dunia pun diharapkan bisa lebih banyak memanfaatkan biofuel sawit sebagai sumber energi, terutama dengan akan adanya program B50.
Sebagai catatan, program B50 adalah kebijakan mandatori pemerintah Indonesia yang mewajibkan campuran 50% biodiesel dari minyak sawit (CPO) ke dalam 50% bahan bakar solar, yang direncanakan diimplementasikan secara penuh pada semester II/2026.
Langkah ini bertujuan mengurangi impor solar, meningkatkan kemandirian energi, dan memaksimalkan nilai tambah industri kelapa sawit dalam negeri.
Indonesia sendiri telah berhasil menerapkan program B40 sejak 2025 dan kebijakan tersebut masih berlanjut hingga tahun ini.
Dorongan menuju B50 juga tidak terlepas dari situasi geopolitik global. Konflik yang melibatkan Iran, Israel, dan Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah berpotensi mendorong kenaikan harga minyak dunia.
Sejumlah analis memperkirakan harga minyak mentah dapat menembus US$100 per barel, bahkan berpotensi mencapai sekitar US$108 per barel jika konflik berkepanjangan.
Bagi Indonesia yang masih berstatus sebagai pengimpor bersih minyak bumi, kenaikan harga minyak tentu akan menambah beban impor energi. Karena itu, peningkatan penggunaan biodiesel berbasis sawit dinilai bisa menjadi salah satu cara untuk mengurangi ketergantungan terhadap bahan bakar fosil.
Data di Bursa Berjangka Malaysia sampai Jumat pekan lalu (6/3/2026) menunjukkan ada tren kenaikan harga minyak sawit (Crude Palm Oil/CPO) menjadi MYR4.250 per ton, dibandingkan per 20 Februari lalu yang masih berada di MYR 4.092 per ton.
Data terbaru itu jika dikonversi ke dolar, harga CPO tersebut setara sekitar US$900 per ton atau kira-kira US$123 per barel jika disamakan dengan ukuran energi minyak.
Dibandingkan dengan harga minyak Brent terkini yang masih berada di US$ 92 per barel, menunjukkan masih ada gap US$ 31 per barel.
Dari sisi kebutuhan bahan baku, implementasi B50 akan meningkatkan konsumsi biodiesel dalam negeri secara cukup signifikan.
Program B40 saat ini menyerap sekitar 15,6 juta kiloliter biodiesel, yang setara dengan penggunaan sekitar 13-14 juta ton CPO. Jika kebijakan ditingkatkan menjadi B50, kebutuhan biodiesel diperkirakan dapat mencapai sekitar 20 juta kiloliter, sehingga konsumsi CPO domestik berpotensi meningkat menjadi sekitar 17-18 juta ton. Dengan kata lain, implementasi B50 akan membutuhkan tambahan sekitar 2-3 juta ton CPO dibandingkan program B40 saat ini.
Secara pasokan, Indonesia sebenarnya memiliki ruang yang cukup untuk memenuhi kebutuhan tersebut. Produksi CPO nasional diperkirakan berada di kisaran 50 juta ton per tahun.
Setelah dikurangi kebutuhan domestik untuk pangan dan industri oleokimia sekitar 8-9 juta ton, serta kebutuhan biodiesel sekitar 17-18 juta ton dalam skenario B50, Indonesia masih memiliki sisa produksi yang cukup besar untuk ekspor. Artinya, dari sisi ketersediaan bahan baku, implementasi B50 sebenarnya masih memungkinkan.
Namun demikian, tantangan utama implementasi B50 saat ini bukan pada pasokan sawit, melainkan pada faktor harga dan kesiapan industri.
Dengan harga CPO yang relatif tinggi dibandingkan harga minyak mentah, program biodiesel masih memerlukan dukungan insentif agar tetap ekonomis.
Selain itu, kapasitas produksi biodiesel nasional saat ini diperkirakan berada di kisaran 19-20 juta kiloliter, sehingga implementasi penuh B50 akan membutuhkan tingkat pemanfaatan kapasitas yang tinggi atau tambahan investasi fasilitas produksi baru.
Melansir Workshop Jurnalis Program Biodiesel Sawit 2026 yang digelar di Depok pada 5 Februari 2026, Guru Besar IPB University Gusti Astara menyampaikan bahwa program biodiesel dapat menjadi salah satu strategi penting bagi Indonesia ketika kondisi pasar global sedang tidak menentu.
Menurutnya, program ini memberi peluang besar untuk memperkuat pasar domestik karena Indonesia merupakan produsen sekaligus konsumen minyak sawit terbesar di dunia, sementara pasar ekspor sering kali dipengaruhi berbagai hambatan perdagangan dan ketidakpastian geopolitik.
Di sisi lain, Sekretaris Jenderal Asosiasi Produsen Biofuel Indonesia (Aprobi), Ernest Gunawan, menjelaskan bahwa meskipun rencana B50 telah dibahas, proses pengujian masih terus dilakukan.
Uji jalan B50 sudah dimulai sejak Desember 2025 dengan melibatkan sekitar sembilan kendaraan, mulai dari mobil penumpang, kendaraan komersial, hingga beberapa alat mesin pertanian.
Adapun, pogram B40 sendiri telah memberikan dampak ekonomi yang cukup besar. Pada 2025, kebijakan ini diperkirakan mampu menghemat devisa sekitar Rp133,3 triliun, meningkatkan nilai tambah industri CPO sekitar Rp20,9 triliun, serta menciptakan lapangan kerja bagi sekitar 1,8 juta orang.
Selain itu, program biodiesel juga berkontribusi terhadap penurunan emisi gas rumah kaca sekitar 39,66 juta ton CO₂e.
Ke depan, implementasi penuh B50 kemungkinan akan sangat bergantung pada perkembangan harga energi global. Jika harga minyak dunia benar-benar naik mendekati atau bahkan menembus US$100 per barel, maka penggunaan biodiesel berbasis sawit akan menjadi semakin menarik bagi Indonesia sebagai alternatif untuk menekan impor energi sekaligus memperkuat industri sawit domestik.
Sanggahan : Artikel ini adalah produk jurnalistik berupa pandangan CNBC Indonesia Research. Analisis ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan, atau menjual produk atau sektor investor terkait. Keputusan sepenuhnya ada pada diri pembaca, sehingga kami tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan tersebut.
CNBC INDONESIA RESEARCH
(mae/mae)
Addsource on Google

6 hours ago
1
















































