loading...
Nilai tukar rupiah ditutup menguat terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Senin (3/8). FOTO/dok.SindoNews
JAKARTA - Nilai tukar rupiah ditutup menguat terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Senin (3/8), didorong meredanya ketegangan geopolitik di Timur Tengah yang memicu penurunan harga minyak dunia. Meski demikian, pelaku pasar masih bersikap hati-hati menjelang rilis sejumlah data ketenagakerjaan AS yang akan menjadi petunjuk arah kebijakan suku bunga Federal Reserve (The Fed).
"Presiden Trump sebelumnya menyatakan telah membatalkan rencana serangan militer besar-besaran AS terhadap Iran setelah Teheran dan beberapa negara Timur Tengah meminta waktu untuk melakukan negosiasi. Pembicaraan akan dimulai pada hari Senin untuk membuka kembali Selat Hormuz serta memastikan Iran meninggalkan ambisi nuklirnya," kata Analis Pasar Uang dan Komoditas Ibrahim Assuaibi dalam risetnya, Senin (3/8/2026).
Baca Juga: Rupiah Melemah 0,32% dalam Sepekan, Pekan Depan Diramal Sentuh Rp18.300
Berdasarkan data penutupan perdagangan, rupiah menguat 25 poin atau sekitar 0,14% ke level Rp17.997 per dolar AS. Menurut Ibrahim, pernyataan tersebut memicu penurunan harga minyak lebih dari USD5 per barel pada awal perdagangan Asia sehingga meredakan kekhawatiran pasar terhadap gangguan pasokan energi global dan tekanan inflasi yang berpotensi mendorong kebijakan moneter lebih ketat.
Di sisi lain, perhatian investor tetap tertuju pada prospek kebijakan The Fed. Pasar masih mencermati sikap sejumlah pejabat bank sentral AS yang kembali menegaskan inflasi masih berada pada level tinggi sehingga kenaikan suku bunga dinilai masih diperlukan untuk menjaga kredibilitas pengendalian inflasi.
Selain itu, investor menanti serangkaian data pasar tenaga kerja AS yang akan dirilis pekan ini, mulai dari data lowongan kerja JOLTS, laporan tenaga kerja sektor swasta ADP, klaim tunjangan pengangguran mingguan, hingga data nonfarm payrolls pada Jumat. Data tersebut diperkirakan akan menjadi acuan penting dalam menentukan arah kebijakan suku bunga The Fed selanjutnya.


















































