Intelijen AS: Mojtaba Khamenei Lebih Tertarik Kembangkan Senjata Nuklir daripada Ayahnya

15 hours ago 4

loading...

Intelijen AS menilai Pemimpin Tertinggi Iran yang baru, Mojtaba Khamenei, lebih tertarik mengembangkan senjata nuklir daripada ayahnya; almarhum Ayatollah Ali Khamenei. Foto/Tasnim News Agency

TEHERAN - Intelijen Amerika Serikat (AS) menilai bahwa Pemimpin Tertinggi Iran yang baru, Mojtaba Khamenei, jauh lebih tertarik untuk mengembangkan senjata nuklir daripada ayahnya, almarhum Ayatollah Ali Khamenei.

Laporan intelijen tersebut diungkap The New York Times, mengutip para pejabat yang telah diberi pengarahan tentang masalah ini. Mereka mengatakan bahwa berdasarkan percakapan yang disadap dan informasi yang dikumpulkan sebelum perang saat ini, Mojtaba dianggap kurang ragu-ragu daripada pendahulunya, Ali Khamenei, tentang pembangunan senjata nuklir. Ali Khamenei tewas akibat serangan AS-Israel pada hari pertama agresi terhadap Iran 28 Februari.

Baca Juga: AS Restui Arab Saudi Miliki Program Nuklir, Israel Ketakutan

Laporan The New York Times mencatat bahwa penilaian intelijen AS ini tidak didasarkan pada informasi baru yang dikumpulkan sejak awal perang, atau sejak naiknya Mojtaba sebagai pemimpin, tetapi pada informasi yang telah dikumpulkan sebelumnya.

Meskipun badan intelijen Barat menolak pernyataan Iran bahwa mereka tidak pernah berupaya mengembangkan senjata nuklir, dan Israel berpendapat bahwa Teheran telah mengambil langkah-langkah menuju persenjataan dalam beberapa tahun terakhir, Ali Khamenei secara luas diyakini setidaknya bersikap ambivalen dalam mengejar masalah tersebut.

Namun, laporan intelijen Amerika menilai bahwa mereka yang berada di dalam rezim yang menginginkan bom nuklir kini telah melihat posisi mereka semakin kuat, karena mereka berpendapat bahwa senjata tersebut diperlukan untuk melindungi Republik Islam dari serangan di masa depan.

Awal pekan ini, The Wall Street Journal, mengutip pejabat AS dan Israel, melaporkan bahwa intelijen Israel menilai Iran telah memindahkan ribuan sentrifugal nuklir ke sebuah lokasi di daerah Natanz yang dikenal sebagai Pickaxe Mountain (Gunung Pickaxe), menguburnya jauh di bawah tanah dan membuatnya lebih sulit untuk ditargetkan dalam serangan udara. Tidak jelas dari mana sentrifugal yang diperingatkan Israel itu berasal, kata laporan itu, mencatat bahwa sentrifugal tersebut mungkin telah dibawa dari situs nuklir Iran lainnya.

Read Entire Article
Kabar Sehat | Legenda | Hari Raya | Pemilu |